
Setelah aku dan mas dewa memulai hubungan terlarang ini. Semuanya mulai ku susun sesuai rencana awalku. Aku harus akui susah sekali berpura-pura untuk jatuh cinta dengan dewa suami sahabatku itu.
"Untungnya dia ganteng rach. Kalau enggak aku akan apes karena harus berhubungan dengannya" aku ketawa ketika cerita semua kepada Rachel sahabatku yang sesungguhnya.
"Sinting Lo sin, yang kau lakukan itu salah. Itu bukan salah Lidia sin. Lo harus terima kalau yang terjadi emang sewajarnya"
"alah rach, aku tau kalau kamu di posisi ku. Kamu juga akan melakukan hal yang sama bukan. Udah deh akh jangan buat aku kehilangan mood ku yang lagi bagus ini"
"Terserah sin yang penting aku sudah mengingatkan mu, nanti kalau ada maslaah jangan bawa-bawa aku"
Begitulah Rachel dia terlalu baik sehingga sering kali dimanfaatkan orang lain.
---------------------------------------------------------------------------
[Mas aku kangen ketemuan yuk]
__ADS_1
aku akhirnya mengirimkan pesan WA ke mas dewa.
[Nanti malam ya sayang, aku lagi nemenin Lidia nih. Dia mau ditemani belanja katanya. Nanti aku hubungi udah ya]
Kesempatan bagus nih pikirku. sengaja ku telpon mas dewa dengan nada bicara yang sedikit menggoda ku telpon dia. Tapi bodohnya si Lidia ini dia malah menganggap aku sedang bercanda.
Sejak kami memulai hubungan itu aku selalu sengaja menunjukkan nya pada Lidia tapi dia bilang dia terlalu mempercayaiku. Munafiknya dia, dia hanya tak tau sebentar lagi satu per satu kebahagiaan dia akan aku rebut. Samma seperti papanya merebut orang-orang yang aku sayang.
Dendam ku semakin membara kala kulihat dia semakin mesra dengan suaminya. Harus ku akui awalnya aku tak tertarik dengan suaminya itu tapi seiring berjalannya waktu, tanpa kusadari cintaku pada mas dewa juga tumbuh. Hal itu membuat aku semakin membenci Lidia, bagaimana mungkin mas dewa tiap malam selalu menemaninya sementara aku juga kekasihnya...
[Istrimu datang ke apartemen ku tapi aku takut untuk membukakan pintu]
aku kirim pesan itu. Aku sengaja menyembunyikan rasa benciku pada Lidia karena aku hanya ingin mas dewa tau kalau aku sangat menyayangi Lidia.
Ya aku menyayangi dia tapi itu bebarapa tahun lalu. Waktu dimana aku belum tau apa-apa
__ADS_1
[Maaf sin lebih baik malam ini kita tidak jadi ketemu. Besok jam istirahat aku tunggu kamu di hotel tempat kita biasa ketemu]
Aku bahagia membaca pesan itu. Aku tau hal apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku sudah menyerahkan semuanya pada mas dewa termasuk harga diriku jadi akh tak akan menyerah
[Baik mas, aku kesana besok. Hari ini temani saja istrimu. Dia mungkin sangat terluka]
Aku bahagia akan kejadian hari ini. Aku sudah menunggu ini sejak lama. Mulai ini aku tak lagi sembunyi-sembunyi untuk jalan dengan dengan mas dewa.
Besoknya di kantor mas dewa tidak menyapaku. Mungkin dia takut istri nya itu datang.
Hingga jam makan siang tiba aku bergegas menuju hotel didekat kantor kami. Mas dewa sudah duluan disana karena sebelum itu dia ada rapat disana. Di kamar itu mas dewa cerita kalau Lidia tak ingin mendengar penjelasan nya dikit pun
baguslah umpat ku dalam hati.
Kemudian dia menangis di pelukan ku. Aku tau masih ada Lidia di hatinya dan aku ingin secepatnya tempat itu hanya milikku
__ADS_1