Mereka Yang Ku Sayang Menghianatiku

Mereka Yang Ku Sayang Menghianatiku
Bagaimana Lidia tau


__ADS_3

Dengan sangat panik mas dewa membuka pintu kamar.


plakk... plakk....


Kudengar dua tamparan mendarat di pipi dewa.


"Mana perempuan itu?" Lidia menyerobot masuk ke kamar kami. Aku sangat ketakutan dan merasa malu karena di luar sudah begitu banyak orang.


plakk...


"Sin, kamu murahan. Bagaimana bisa kamu menyerahkan tubuhmu ke laki-laki yang belum jadi suamimu. Dan laki-laki itu juga masih memiliki istri sah"


Aku terperanjat. Aku tak pernah mengenali Lidia yang seemosi ini. Dia seakan berubah 180 derajat. Sejujurnya ingin ku tampar juga muka si Lidia saat itu tapi aku hanya ingin mas dewa mengenalku sebagai perempuan yang lemah lembut dan aku tak ingin mas dewa tau rasa dendamku pada wanita yang berdiri di hadapanku itu.


"Jangan kau pikir karena aku masih membiarkanmu di kantorku jadi kamu bisa seenaknya berbuat sesukamu. Aku hanya gak ingin karyawan tau kalau bosnya ternyata lebih keji dari binatang" Lidia berteriak ke arah mas dewa.

__ADS_1


Mas dewa berusaha mendekati Lidia dan berusaha memeluknya untuk menenangkannya . Dan aku hanya terdiam di pojokan tempat tidur karena sangat jelas ku lihat cinta di mata mas dewa untuk istrinya itu..


Hatiku sakit dan terasa pedih, kupikir tempatku di hati mas dewa lebih besar dari Lidia. Tapi aku tak akan menyerah karena ku tau tujuan awal ku ingin Lidia hancur.


"Maaf lid, ini bukan seperti yang kamu pikir. Kami tadi habis rapat dan kecapean sehingga memutuskan untuk istirahat sebentar."


"Kami baru aja check in lid"


"baru katamu? Jangan pikir aku bodoh. Aku tau sejak jam makan siang kalian Sudan check in kan" "Aku gak bodoh, diam ku bukan berarti kamu bebas melakukan apa aja. Kupikir dengan tidak mengajakmu bicara, kamu akan merenungi kesalahanmu dan berubah. Sehingga aku juga akan memikirkan kembali untuk memberi mu kesempatan kedua"


"Tapi dengan ini aku tau, kalian berdua memang cocok sampah sama sampah emang sepatutnya dibuang ke tempat yang sama"


Aku sangat geram mendengar perkataan Lidia saat itu tapi aku tau aku gak bisa melawan karena aku ingin mempertahankan imageku di hadapan mas dewa.


"Maaf lid, ini tak akan terulang kembali" aku berpura-pura meminta maaf

__ADS_1


"MUNAFIK, berhenti sok baik" teriak Lidia persis di depan wajahku.


"Lakukan apa yang kalian mau tapi tunggu kejutan dariku besok di kantor"


Lidia meninggal kan kami begitu saja, aku sama mas dewa ditinggalkan dengan penuh pertanyaan.


"Kejutan apa mas?"


"akhhh... gak tau" mas dewa mengacak-acak rambutnya lalu mengambil kunci mobilnya dan bergegas mengejar Lidia. Dia meninggalkan aku sendirian di hotel itu padahal dia sudah berjanji menemani aku sampai malam disini.


"Dasar pembohong" pekikku


"Lidia lagi Lidia lagi, kenapa sih dia harus datang sekarang. Kejutan apa lagi besok yang akan kamu kasih" umpatku


Sejujurnya aku khawatir bagaimana jika Lidia memutuskan untuk membongkar perselingkuhan kami di kantor. Sejujurnya aku belum siap walau saat itu mas dewa mungkin akan memilih aku tapi mas dewa belum mendapatkan harta apa-apa. Semua aset masih menjadi milik Lidia. Dan aku gak ingin ini terjadi. Aku ingin saat mas dewa memutuskan untuk meninggalkan Lidia saat itu juga mas dewa harus membawa semua harta Lidia bersama kami. Agar Lidia gak punya apa-apa lagi sama seperti yang aku rasakan dulu.

__ADS_1


__ADS_2