
Sebuah mobil taksi terjebak di titik kemacetan jalan kota. Tampak Vall yang duduk di kursi penumpang kelelahan mendengar ocehan sopir yang terus menerus mengeluh soal jalan yang telah merenggut waktu kerjanya.
“entah apa yang telah terjadi malam ini, kepolisian setempat memberitakan bahwa ada pertikaian antara kartel Parlok dan pemilik kampung sampah. Tapi coba pikir, apakah mungkin seorang pelacur mampu melawan sebuah kartel yang sudah puluhan tahun menguasai negara ini?”
Vall tampak terdiam dan menoleh ke arah Lena yang tertidur bersandar pundaknya. Sesekali dia membelai kepala wanita pujaan hatinya dengan kasih sayang dan cinta yang terpendam.
Tatapan Vall berubah dari lembut menjadi tatapan penuh amarah saat mendengar kata pelacur dari supir taksi kepada Lena. Meski sopir tersebut tidak tahu bahwa yang dia bicarakan adalah salah satu penumpangnya, Vall merasa sopir ini telah menghina wanitanya.
Perlahan tangan Vall berusaha meraih kepala sang sopir dari belakang. Niat buruk Vall pun hilang seketika saat tangan lembut Lena meraih telapak tangannya. Tanpa kata, Lena berusaha meyakinkan Vall bahwa itu semua tidak perlu Vall lakukan. Apa yang di kata sopir itu adalah kenyataan.
Mobil mereka perlahan melewati depan gerbang kampung sampah yang tampak banyak warga bergerombol menyaksikan beberapa anggota keamanan berusaha memasuki kampung. Mereka membawa perlengkapan perang lengkap dengan puluhan anggota pemadam kebakaran.
Mobil yang mereka tumpangi melaju melewati kampung dan mengarah ke rumah Vall. Rumah yang dulu pernah dia miliki. Rumah yang pernah dia rencanakan untuk tinggal bersama Lena.
Sudah 10 tahun rumah kecil ini tidak pernah Vall tinggali. Ibu pemilik rumah sebelumnyalah yang selalu merawat dan menjaganya selama Vall meninggalkannya.
Vall menggendong dan membawa Lena ke ranjang sederhana di salah satu kamar. Tampak ibu pemilik rumah yang sudah tua selayaknya nenek nenek menatap Vall dari kejauhan.
“aku merasa lega kau masih ingat rumah ini” ucap ibu tua itu.
Tanpa menjawab, Vall mencari sebuah berkas yang dia simpan di lemari tua. Vall memberikan surat surat tanah dan kepemilikan rumah kepada ibu tua.
“aku sudah menulis beberapa pernyataan penyerahan kepemilikan untuk ibu”
Tampak ibu tua itu terkejut saat Vall memberikan semua akta dan sertifikat tanah kepadanya.
“aku tidak punya uang untuk menggantinya. Kenapa kau mau mengembalikan?”
“ambilah, jika terjadi sesuatu padaku nanti, ambilah semua yang ku miliki ini sebagai ganti sudah merawatnya selama ini” jawab Vall.
...****************...
Di sebuah jalan sepi pinggir danau. Sepasang mata mengawasi kampung sampah yang terkobar api dari kejauhan. Seseorang berseragam polisi tengah duduk di motor dinasnya. Terdengar juga beberapa panggilan dari radio Ht di genggamannya. Berbeda dengan polisi yang lain. Di saat semua sibuk dengan kejadian di kota, polisi ini nampak tenang menunggu seseorang di tempat yang sepi.
Sesaat kemudian, muncul sesosok wanita dari kegelapan. Wanita yang disebut jari besi ini masih terlihat penuh noda darah di sekujur tubuhnya.
“kau tahu apa yang terjadi jika aku merasa cukup kelelahan dengan semua perbuatan liar kalian?” tanya polisi
Tampak jari besi terlihat ketakutan dan bertekuk lutut di hadapannya.
“aku terbawa suasana setelah mengetahui ada sorang Leader Milky Way yang terang terangan menampakkan diri bahkan sampai berani memasang sebuah papan nama sekte mereka” jelas jari besi
“beruntunglah ada kejadian serupa di kartel Parlok. Setidaknya aku masih bisa mengarahkan opini publik ke perselisihan mereka. Dengar, semua kejadian yang kita tutupi suatu saat akan terdengar oleh para tetua RIP. Segera selesaikan bocah Milky Way itu dengan sembunyi sembunyi”
...****************...
Lena tersadar dari pingsannya dan mendapati tubuh kecilnya terkulai di sebuah ranjang tua. Dai melihat ibunya tengah berbicara serius bersama seorang dukun buta. Beberapa kalipun Lena berusaha memanggil ibunya, sama sekali tidak ada sepatah katapun bisa keluar dari bibirnya. Tubuhnya tampak kaku dan membisu meski hati dan perasaannya menjerit sedih. Semua yang dia alami selama ini, ingin sekali dia utarakan kepada ibunnya bahwa dia benar benar hidup dalam penderitaan.
“kenapa kau sangat nekat sekali kesini? Aku sudah bilang sebelumnya bahwa kita bisa bertemu diam diam di luar. Selain ini bisa membahayakan orang orangku, kau juga bisa dalam masalah besar jika sekte mu mengetahui persahabatan kita”
Dukun itu pun memanggil kedua putra dan putrinya yang masih berada di luar ruangan. Tampak seorang pemuda bernama Juli 15 tahun dan saudari kembarnya Yuli 15 tahun memasuki ruangan dan berdiri di belakang dukun.
“mereka anak anakku. Alasanku menemuimu karena kau mampu melihat sesuatu yang tidak bisa orang lain lihat. Aku merasa ada sesuatu pada putra ku Juli. Dia sering membuat orang di sekitarnya lumpuh dan melemah”
“apakah itu penting sampai..”
“aku merasa sesuatu yang ada pada dirinya adalah bagian dari ramalan kebangkitanNya”
__ADS_1
“maha guru?!”
Widyari langsung meraih tangan Juli dengan segala kegugupannya. Kedua tangan Widyari menyentuh lembut dada dan kepala Juli. Tampak beberapa butir keringat berlinang di paras cantik Widyari.
“kau jauh lebih tahu tentang kisah yang kita sebut sebagai maha guru beserta ramalan kebangkitannya. Karena dia adalah sang pencipta Milky Way ini”
Widyari yang selesai menerawang Juli pun terduduk lemas. Sesuatu yang dia khawatirkan ternyata akan terjadi.
“aku tak berharap ucapan para leluhur itu akan terjadi di masa hidupku dan putriku. Aku hanya ingin hidup normal sebagaimana manusia lainnya” ujar Widyari
“apakah yang ada padaku ini sesuatu yang berbahaya bagi orang lain?” tanya Juli
“ini kisah lama tentang sang pencipta Milky Way yang kami sebut sebagai maha guru. Seorang resi yang meninggalkan pertapaannya hanya untuk mencari dan membawa semua penderitaan untuk dia bimbing ke dalam kedamaian yang hakiki. Banyak para leluhur turun temurun mengatakan jika suatu hari nanti resi itu kembali dan menjemput semua koloni yang dia tinggalkan. Kami para penghuni Milky Way, akan dibawa menuju tempat impian. Di mana tidak ada lagi permusuhan hanya ada kedamaian.”
“bagaimana mungkin seorang yang hidup di ribuan tahun bahkan lebih bisa kembali lagi? Maksudku, apakah dia hidup abadi?”
“tidak ada yang tahu tentang kejelasannya. Hanya beberapa dari kami leader Milky Way yang mengetahui hal di balik ramalan itu. Yang bisa dipastikan adalah munculnya apa yang ada di dalam dirimu dan..”
“dan apa?”
“munculnya mata dan suara mirip terompet di langit”
“lantas, apa yang sebenarnya ada di dalam diriku ini? Semua orang menjauhiku karena ini”
“sesuatu yang tidak boleh ada dikehidupan ini” jawab Widyari
...****************...
Kembali Lena tersadar dari mimpinya, dia mendapati tubuhnya terasa lemah dan terbaring di ranjang kecil. Saat berusaha bangkit, dia merasakan pelukan hangat Vall yang tertidur di belakangnya.
“tetaplah seperti ini sebentar” ucap Vall
“aku membelinya 10 tahun lalu. Ternyata masih cukup muat”
“Kenapa kau lakukan ini?. Kau tahu betul aku tidak memiliki apapun untuk ku berikan padamu. Dan lihat apa yang sudah terjadi padaku saat ini. Seperti kucing sekarat yang menunggu ajal”
Vall memeluk Lena lebih erat. Tampak terasa hangat setiap hembusan nafas Vall di leher belakang Lena.
“cukup berikan sisa waktumu untukku. Saat ini tidak ada yang harus kau lakukan selain disini bersamaku. Ini adalah janjiku padamu dulu untuk menikahimu”
“kau tahu, kau akan mati bersamaku jika menginginkan lebih dari itu” ucap Lena.
Dalam hati, Lena pun juga lelah dan ingin istirahat menghabiskan sisa waktunya bersama dengan orang yang dia sayangi. Baik masa lalunya, dia sudah tidak peduli lagi. Dia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi.
Vall yang mendengar ucapan Lena pun tidak mempedulikannya, dia sudah bersiap untuk mengakhiri hidupnya saat Lena mati nanti. Baik saat hidup maupun mati, Vall akan terus mengikuti Lena ke mana pun dia pergi.
...****************...
Seberkas cahaya mentari pagi merambat memasuki sela sela jendela. Cahaya hangat tersebut menghampiri paras Vall yang maskulin. Dengan sedikit berusaha membuka matanya, Vall merasakan Lena tidak berada dalam pelukannya.
Dengan sekuat tenaga dan segala keterkejutannya, Vall berteriak memanggil Lena. Bergegaslah Vall dengan seluruh kekuatan langkah kakinya menari Lena.
Tatapan dan nafas lega pun dia rasakan saat melihat Lena duduk di dapur dengan memakan beberapa mie instan yang masih mentah.
“apakah tidak ada yang bisa ku makan selain ini?” tanya Lena
Dengan sekuat tenaga Vall meraih bungkus mie mentah yang berada di tangan Lena. Kedua mata Vall sibuk mencari kode exp di bungkusannya.
__ADS_1
“kau tahu ini sudah kedaluwarsa sejak 9 tahun lalu?!”
“oh, pantas rasanya seperti jamur” ucap Lena tidak mau ambil pusing
“tidak pentingkah kesehatanmu!!” bentak Vall
“apa aku bisa menjaga kesehatan yang kau maksud itu?”
Tampak wajah kecewa Vall siratkan. Dia sadar bahwa semua itu tidak berpengaruh pada diri Lena yang sudah putus asa.
“setidaknya, berusahalah sedikit menjaga kesehatanmu demi aku”
“seharusnya kau yang harus melakukannya untukku. Kau membawaku dan melamarku. Tapi apa yang ku dapat selain cincin ini? Bukankah di hari pernikahan harusnya ada beberapa kue? Biasanya para pria selalu memperhatikan dan menanyakan apakah kau sudah makan dan bla bla bla. Tetapi, kau malah memperkosaku padahal kau tahu kesehatanku sedang terganggu”
Vall pun tampak terdiam dan tertunduk malu. Bahkan dia tidak sadar dengan kondisinya sendiri saat ini yang tengah telanjang bulat.
“dan kenapa juga kau berlarian sambil telanjang? Apakah aku akan terkejut seperti gadis perawan saat kau tunjukkan tubuh polosmu!?” lanjut Lena.
Vall yang gelisah dan gugup berusaha mencari sesuatu untuk menutupi tubuh polosnya. Tampak Lena memperhatikan dengan sedikit cemas. Tubuh sexy Vall yang dia jaga selama 10 tahun ini tampak kokoh dan keras. Kedua mata Lena menjurus ke beberapa luka di tubuh Vall.
“aku tidak ingat kau memiliki luka di bagian ini” ucap Lena menunjuk ke arah dada Vall.
Banyak kejadian di kampung sampah yang Vall alami selain kejadian yang menimpa Angga 10 tahun lalu. Atas apa yang Vall lalui selama ini, Vall lebih memilih menutup mulut. Dia sadar bahwa semua yang dia lewati di belakang Lena selama ini bukanlah hal yang menyenangkan untuk dia ceritakan.
“Vall, tatap aku. Katakan padaku apa yang kau alami selama ini? Katakan bahwa aku adalah wanita jahat yang selalu memberimu penyakit di hati. Luapkan semua kekesalanmu selama ini. Aku akan terima semua kesalahanku padamu.”
Vall berusaha memalingkan wajahnya dari tatapan Lena. Dia takut Lena akan mengetahui sisi buruk yang dia alami selama ini.
“ada sesosok monster hidup di tubuhku yang membimbingku ke jalan yang salah”
Mendengar jawaban Vall, Lena pun tersenyum dan disusul dengan tawa. Tampak wajah Vall pun terlihat bahagia meliat tawa wanitanya mengembang lagi seperti dulu. Meskipun wajah Lena tampak pucat dan bibirnya terlihat kering. Bahkan rambutnya yang berantakan terurai itu pun tetap membuat Vall tersipu malu saat saling bertatap muka.
Seharian penuh mereka lewati seperti pasangan pengantin baru. Sesekali mereka membicarakan tentang masa lalu di mana saat bertiga bersama Bulan. Bercerita beberapa kenangan dan kehidupan masing masing.
...****************...
Di tempat lain. Tempat bekas markas Parlok. Gin menyelinap dari beberapa polisi yang berjaga. Gin melihat sekeliling TKP yang penuh noda darah dan beberapa bagian bangunan yang terburai seperti bekas peperangan besar.
Gin tidak penasaran dengan apa yang telah terjadi, tetapi dia penasaran kenapa pisau hitamnya bereaksi setiap mendekati tempat ini. Rasa penasaran Gin pun sedikit menemui titik terang saat pisaunya bergetar pada sebuah benda kecil seperti pecahan tulang hewan. Pecahan benda yang dimiliki bawahan Lyra. Saat Gin mendekatkan pisaunya yang terbungkus kain, benda aneh tersebut bergejolak seperti hidup.
“kau juga merasakannya?” tanya seorang pria di belakang Gin.
Tanpa menoleh dan menjawab, gin melempar benda itu pada pria di belakangnya. Dengan tersenyum pria itu menangkap dan menerawangnya di bawah sinar rembulan.
“kenapa kau disini?” tanya Gin
“aku dapat misi membawa dua bocah perempuan. Kau yang hanya menghabiskan hidup seperti pecundang tidak akan mengerti bagaimana perasaan kami yang terbiasa membunuh. Tubuh terasa gatal dan sakit semua.” Jawab pria misterius
“lakukan semaumu” ucap Gin sambil meninggalkannya
“kau tidak penasaran dengan benda ini? Pisau kita punya sejarah dengan seseorang yang membawa benda ini”
Tanpa menjawab, Gin pun pergi meninggalkannya. Sedangkan pria misterius itu tengah membuka ponsel dan melihat foto dua bocah perempuan bernama ANA dan NINA.
“tunggulah sebentar, paman akan menyelamatkan kalian” ucap pria tersebut dengan wajah penuh keyakinan yang sangat tinggi.
Tanpa dia sadari apa yang terjadi nanti tidaklah seperti yang dia bayangkan. Betapa berbahayanya misi penjemputan ANA dan NINA.
__ADS_1