
Suri yang mendengar ucapan putranya tersenyum ringan. Dia merasa puas dan yakin bahwa putranya akan tumbuh menjadi pria yang luar biasa kelak hari.
“dia putraku” ucap Suri kepada Widyari dari kejauhan.
Widyari yang melihat Suri terkapar pun mulai berjalan mendekatinya. Begitu pula tongkat tongkat dari tusuk konde Widyari mulai bergerak mendekat dan berputar mengelilingi pemiliknya. Juli yang merasa ibunya dalam bahaya langsung bergegas berlari untuk mencegah Widyari membunuh ibunya.
Saat Juli berusaha berlari sekuat tenaga, dia di hentikan oleh Gin yang berdiri menghadangnya. Tatapan Gin tampak dingin tetapi juga lembut penuh perasaan. Gin melihat sisi kebaikan dalam diri Juli yang jauh berbeda dari para RIP yang pernah dia temui sebelumnya.
“minggir!!” bentak Juli
Tidak mau membuang waktu, Juli menghantam wajah Gin. pukulan kerasnya cukup membuat Gin sedikit tergoyah. Tetapi Gin masih berusaha mencegah Juli mendekati Widyari.
“tenanglah, wanita itu sudah kehilangan banyak tenaga dan hasrat membunuhnya. Saat ini mereka adalah sahabat seperti sebelumnya” ucap Gin yang terlihat yakin dengan kepada Widyari
Juli melihat Widyari menjatuhkan tubuh lelahnya di samping Suri. Setelah saling menatap dan terdiam sesaat, mereka berdua pun akhirnya tersenyum dan tertawa kecil layaknya para ibu ibu arisan.
“kau yakin akan masa depan nanti bahwa putramu akan bawa perubahan?” tanya Widyari
“aku tidak yakin, aku baru tahu darimu tadi jika ilmu waringin sungsang itu adalah wujud dari lahirnya sang maha guru agung. Bahkan aku baru tahu jika kembalinya resi itu akan membawa bencana. Semua ini sungguh di luar rencana dan keinginanku”
Widyari menarik nafasnya dan menatap ke arah di mana putrinya tertimbun beberapa puing puing. Dengan nalurinya, dia bisa mengetahui putrinya masih hidup meskipun penuh luka.
“ku rasa aku juga akan bertaruh akan perubahan yang akan mereka bawa” ucap Widyari
Juli tampak lega melihat mereka sudah berbaikan lagi. Perlahan lahan tirai darah pun mulai menghilang. Beberapa tetua tampak mendatangi tempat pertempuran. Mereka terlihat menolong beberapa penduduk desa yang masih bisa diselamatkan. Beberapa tangisan haru para penduduk tampak menghiasi mereka yang masih selamat. Begitu pula tangisan histeris mereka luapkan kepada beberapa orang yang kehilangan anggota keluarganya
“seluruh prajurit yang tersisa, segera tolong mereka yang masih hidup. Dan tinggalkan Milky Way secepat mungkin. Ini perintah terakhirku sebagai pemimpin kalian” ucap Widyari dengan suara khasnya yang menggema di seluruh daratan Milky Way.
Dengan sisa sisa tenaga yang dia miliki, Widyari duduk bersila dan berdoa. Dia berniat mengambil semua rasa sakit yang dimiliki oleh para penghuni Milky Way. Hal yang sama pernah dia lakukan kepada Gin sewaktu pertama kali menemukannya dalam keadaan luka parah. Hal inilah yang membuat Gin langsung berlari mencegah Widyari. Dia tahu apa risiko dari kemampuan aneh yang dimiliki Widyari ini.
“jangan lakukan ini, kau bisa mati jika mengambil rasa sakit semua orang!” maki Gin
Tampak para penghuni Milky Way bersorak bahagia merasakan tubuh mereka terasa bebas dari rasa sakit dan semua luka mereka mulai hilang. Mereka sangat paham betul bahwa itu adalah ilmu pemimpin mereka yang biasa selalu di gunakan untuk menyembuhkan para penduduk desa.
“dengar aku Gin, bawa putriku Eri menjauh dari Milky Way beserta segala yang berhubungan dengan sekte brengsek ini. Jika kau melihat putriku memiliki hubungan dengan hal hal yang menyangkut sekte Milky Way, bunuhlah dia untukku”
“kenapa kau lakukan ini?”
“ini kewajibanku sebagai pemimpin. Dan.. sejujurnya aku sangat membenci takdir dan tugasku ini. Aku sangat membenci Milky Way. Bagiku, semua ini seperti beban dan kurungan penderitaan. Dengan polosnya kami para pemimpin Milky Way menunggu sang pencerah untuk menjemput kami dari buruan para RIP” ucap Widyari sambil berlinang air mata.
__ADS_1
“kau berjanji akan melindungiku” ucap Gin
“maaf, mulai saat ini, kau harus menjaga dirimu sendiri”
Gin melihat wanita yang dia kagumi selama ini mulai terlihat kesakitan. Tampak luka luka mulai muncul di sekujur tubuhnya. Berbeda dengan mereka para penduduk desa yang terlihat gembira dan bersemangat seperti kehilangan rasa sakit dan luka luka mereka.
“cukup, hentikan sekarang juga!”
Mendengar makian dan kesedihan Gin, Widyari hanya tersenyum dan menjatuhkan kepalanya ke dada Gin. membuat Gin semakin histeris dan berteriak sekuat tenaga.
“menjauhlah kalian semua brengsek!! Jika kalian tetap berada disini, Widyari akan mati!!”
Teriakan teriakan Gin yang mengusir seluruh penduduk desa dan semua penghuni Milky Way dianggap seperti orang gila. Mereka tidak tahu bahwa kemampuan penyembuhan yang dimiliki Widyari sebenarnya hanyalah mengambil rasa sakit saja. Dia tidak benar benar bisa menyembuhkan orang lain sebagaimana penduduk Milky Way kira selama ini.
Tampak Gin memeluk erat Wanita sekaligus cinta pertamanya semenjak turun ke bumi. Tampak dari kejauhan Yuli melihat Gin yang bersedih membuatnya ikut menangis. Jauh dalam lubuk hati Yuli, dia lebih memiliki perasaan keterikatan yang kuat kepada Gin.
Dengan perlahan Yuli mendekati tubuh ibunya yang masih setengah badan. Sesekali dia melihat ke arah Gin yang meratapi jasad Widyari.
“Yuli, mendekatlah..”
Dengan patuh Yuli mendekat dan menggenggam tangan ibunya. Melihat sahabatnya sudah tidak bernyawa, Suri mulai merobek jantungnya sendiri dan mengeluarkannya. Dengan bibir gemetaran, Suri memerintahkan putrinya untuk memakannya.
Dengan segera Yuli memakannya meski harus menahan rasa mual dan jijik. Meskipun dia sebetulnya ingin menolak, tetapi Yuli adalah gadis patuh yang selalu menuruti segala perintah dari ibunya.
Setelah mengetahui kematian Widyari, semua para penduduk Milky Way terlihat menyembah dari kejauhan secara bersamaan. Merekapun akhirnya pergi meninggalkan Milky Way. Menyisakan jasad Widyari dipelukan Gin dan jasad Suri dipangkuan Yuli. Sedangkan Juli, dia merebahkan tubuhnya dan menghadap ke langit yang tampak mendung.
“apa rencanamu sekarang?” tanya Yuli yang tidak jauh dari Gin.
Gin hanya diam dan memeluk tubuh Widyari dengan lebih erat.
...****************...
Gin menguburkan jasad Widyari di bawah pohon dekat candi kecil. Tempat yang jauh dari pemakaman desa di Milky Way. Ingatannya sekilas membayangkan masa lalunya saat bertemu dengan Widyari. Dengan beralasan bahwa dia bisa menyembuhkan luka, Widyari dengan senang hati menawarkan kemampuannya tersebut saat melihat Gin tengah terluka di hutan sekitar Milky Way. Saat itu juga Gin menyadari bahwa Widyari tidak menyembuhkan luka, tetapi dia mengambil luka yang ada didirinya termasuk luka dihati. Semua yang Gin alami selama di neraka, Widyari mengetahuinya dengan jelas. Itulah alasan kenapa Widyari melarang Gin menggunakan pisau hitamnya. Ada misteri besar di balik pisau hitam misterius itu.
Kedua tangan Gin mulai membongkar reruntuhan di keraton. Dia mencari tubuh putri Widyari. Berharap tubuh kecil itu sudah mati agar dia tidak perlu melakukan perintah dari ibunya untuk membunuhnya.
__ADS_1
Tampak terlihat seorang bocah kecil berusia 10 itu masih terlihat segar dan tidur dalam pingsannya. Sekalipun tubuh tubuhnya penuh luka karena tertimpa reruntuhan dan ledakan, Lena kecil ini masih tampak cukup sehat bagi Gin.
Gin yang ingin mengakhiri ini semua terlihat mencengkeramkan kedua tangannya ke leher Lena kecil. Saat detik detik ajal Lena, Gin melihat senyum dan tawa Widyari pada wajah putrinya. Ini yang membuat Gin merasa lemah dan mengurungkan niatnya.
Keesokan harinya, Gin berjalan meninggalkan Milky Way dengan Lena kecil di punggungnya. Sesuai permintaan widyari, dia berusaha untuk membawa Lena kecil pergi meninggalkan Milky Way sekalipun bahaya datang menghampirinya, Gin sudah bertekat untuk menyelamatkan hidup anak ini dengan segala kemampuannya.
Langkah kaki Gin terhenti saat dia melihat Juli dan Yuli yang sedang berdiri menunggunya di gapura. Merasa tidak mau memiliki hubungan apapun dengan sekte RIP maupun Milky Way, Gin lebih memilih untuk mengabaikan mereka dan berjalan melalui mereka berdua tanpa bicara sepatah katapun.
“ibuku sempat ucapkan bahwa kau anak dari langit. Itu adalah bagian dari ramalan”
“persetan dengan ramalan orang orang kalian! Aku tidak peduli apapun tentang yang kalian bicarakan!. Milky Way dan RIP, siapapun dari mereka yang mengusikku, aku akan pastikan berikan sebuah penderitaan yang jauh lebih menyakitkan dari apa yang bisa kalian bayangkan.”
Ini adalah perpisahan mereka bertiga. Perpisahan yang merupakan awal dari sebuah pertemuan di kemudian hari nanti.
Gin berjalan cukup jauh hingga berhari hari. Terlihat juga Lena kecil yang masih terkulai pingsan. Sesekali Gin berteduh di bawah pohon dan memakan beberapa rerumputan yang sekiranya bisa dia makan. Terkadang dia juga melihat wajah Lena kecil saat rindu dengan Widyari.
Tepat di atas langit tempat dia berada, terdengar bunyi seperti gerbang besi yang sangat besar bergeser. Suara yang nyaring bahkan bisa terdengar sampai radius 500km. Gin yang mengetahui apa yang akan terjadi, mulai mengambil tubuh Lena kecil dan membawanya pergi.
Tatapannya terus menerus mengarah ke langit. Tampak wajah gelisahnya memberitahukan bahwa dia sedang ketakutan. Setelah beberapa lama, suara aneh dari langit pun terhenti. Beberapa benda asing terlihat jatuh ke bumi. Benda tersebut terbakar atmosfer sebagaimana meteor jatuh.
Gin terus berlari menuju sebuah kota dan menyelinap di sebuah kampung kecil yang penuh sampah. Dia melihat sekeliling dan memastikan keadaan cukup aman. Tanpa dia sadari, saat dia duduk mengatur nafas kelelahannya, dia melihat seorang bocah kecil bernama Vall.
“kau terlihat asing, apakah kau pendatang baru di kampung ini?” tanya Vall
Melihat Vall yang tampak terlihat penuh kepercayaan diri dan dari tatapan kecilnya, Gin bisa melihat sebuah harapan dari kebimbangannya. Gin bimbang, haruskah dia membawa Lena kecil dalam keadaannya yang terluka. Terlebih lagi, Gin juga memiliki masalah yang cukup serius sebagai buronan para penghuni langit.
...****************...
Disuatu malam, Juli terbangun dari tidurnya saat mendengar jeritan seseorang dari kejauhan. Dengan segera dia berlari menuju ke kamar Yuli. Dengan sekali tendangan, pintu kamar terbuka dengan paksa.
Terlihat pemandangan yang tidak dia inginkan. Juli melihat adiknya Yuli sedang memakan daging seorang pria teman kencan di dalam kamarnya.
“sepertinya aku akan kerepotan kedepannya nanti” ucap Juli
Yuli yang menoleh ke arah Juli menunjukkan gigi tajamnya yang penuh daging dan darah. Mulutnya robek sepangkal rahang. Apa yang di berikan ibunya, tidak bisa Yuli kendalikan. Berbeda dengan ibunya yang seorang dukun. Dengan mudah Suri mengendalikan kuntilanak yang dia panggil untuk merasuki tubuhnya. Sedangkan Yuli, dia hanyalah gadis polos yang tidak tahu apa apa tentang perdukunan.
Keseharian Juli dia lalui untuk terus menjaga adik kembaranya yang sering kesurupan kuntilanak. Bahkan Yuli sering tanpa sengaja memanggil berbagai roh jahat dengan berbagai bentuk.
__ADS_1