Milky Way : VALLENA

Milky Way : VALLENA
Bab 18 : Reunion


__ADS_3

Seberang rumah Vall, ada sebuah rumah kecil yang ditinggali nenek tua bersama seorang cucunya yang masih berusia 23 tahun. Keseharian nenek tua selain membersihkan halaman dan rumah Vall, dia juga menjual nasi pecel di depan rumahnya.


Tidak banyak pengunjung yang datang setiap harinya. Hanya beberapa tetangga saja. Selain tempat dan lingkungan yang sepi, lokasi rumah memang jauh dari keramaian kota.


Tampak ibu tua itu sedang mempersiapkan beberapa dagangannya. Terlihat jelas tubuh renta yang sudah tidak kuasa membawa beban air setengah ember. Sesekali tampak ibu tua itu mengelap keringat di dahi dan pipinya.


Sesaat kemudian datanglah cucunya yang mengendarai motor. Tampak si cucu yang tengah berjalan mendekati neneknya. Tanpa bicara apapun, si cucu langsung membuka laci tempat neneknya biasa menyimpan uang. Melihat hanya beberapa receh uang koin, si cucu tampak sedikit mengeluh.


“nenek baru membuka dagangan, kembalilah siang nanti”


Tanpa menjawab, si cucu langsung pergi dengan menendang beberapa kursi dan meja. Dalam hati si nenek, dia ingin sekali melihat cucunya menjadi orang yang lebih baik. Sekalipun dia bukan orang tua kandungnya, setidaknya dia berharap bisa mendidik cucu satu satunya ke arah kesuksesan.


“nek, berikan aku sepiring nasi” ucap seorang wanita disebelahnya.


Wanita tua itupun langsung terkejut dan mengelus dada. Dia tidak tahu bahwa ada orang berada didekatnya. mungkin karena dia merasa sudah tua.


Dengan susah payah, si nenek tua membawa sebuah kursi plastik untuk wanita cantik di hadapannya.


“apakah kau dari kota? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Dan aku tidak melihat kendaraan. Apakah mungkin kau jalan kaki kesini?”


Pertanyaan si nenek tua seperti tidak dihiraukan. Tatapan wanita itu mengarah ke rumah Vall yang tampak sepi.


Tidak beberapa kemudian sepiring nasi pecel nenek hidangkan kepada wanita cantik itu. Tampak terlihat wanita itu seperti mencium aroma dari piring di tangannya.


“aroma daun kemanginya terasa wangi sekali. Ini mengingatkanku tentang masa laluku. Sungguh nikmat sekali jika makanan mengandung sebuah kenangan” ucap wanita


“kalau kau menyukainya, datanglah lagi lain kali. Ah, siapakah nama nona cantik ini?” tanya si nenek.


Wanita itupun sedikit tersenyum agak menakutkan. Bahkan matanya terlihat menatap si nenek dengan tajam seperti hewan pemangsa.


“mereka memberiku nama jari besi” ucap wanita yang tak lain adalah si jari besi.


Kedatangan jari besi tentu saja untuk mengejar Lena yang saat ini tengah terbaring di rumah Vall. Anggota RIP yang menjabat sebagai polisi telah memberitahukan segala info tentang Vall dan Lena. Alasan kenapa polisi tidak mencari Lena atas apa yang terjadi di kampung sampah adalah karena memang Lena sengaja disembunyikan dan akan dibunuh diam diam oleh mereka para RIP.


Si nenek yang tampak sedikit merasa takut akan wanita di depannya berusaha mengalihkan pembicaraan.


“aku mendengar kabar bahwa kau tinggal bersama cucu yang tidak berguna. Apakah kau menderita?” tanya jari besi.


“begitulah anak muda sekarang. Terlalu mudah terbawa suasana lingkungan pergaulannya”


“apakah kau menderita? Aku bisa mengabulkan keinginanmu untuk mengakhiri itu”


Si nenek yang mendengar kata jari besi memiliki perasaan tidak enak mencoba beralasan untuk pergi menjauhinya.


“rasa takut hanyalah penggambaran dari indera manusia. Begitu juga dengan rasa sakit. Bukankah sudah waktunya istirahatkan diri?” ucap jari besi


 


...****************...


Di dalam rumah, Lena membuka beberapa kotak penyimpanan barang. Wajahnya terlihat berseri melihat sebuah gaun pengantin yang terlihat usang dan tidak terawat.


“itu milik ibuku” ucap Vall di ranjang tak jauh dari Lena berada.


Lena yang penasaran mencoba memakainya. Karena terasa sempit dan tidak muat di tubuh tingginya, Lena pun menyimpannya kembali dengan perasaan kecewa.


Setelah beberapa kali kedua tangan Lena mengacak barang, dia menemukan sebuah buku pelajaran. Buku milik Vall yang memiliki beberapa coretan kecil. Lena tahu betul coretan yang ada di buku itu adalah goresan tangan Bulan.


Tampak beberapa kata kata indah dan puisi puisi yang mengarah pada pengakuan cinta. Baik Lena maupun Vall, jauh hari sebelumnya sudah mengerti soal perasaan Bulan yang tidak terbalaskan. Apa yang telah Bulan alami sampai detik ini membuat Lena merasa bersalah.


“persabatan kalian begitu indah. Seandainya aku tidak ada, mungkin saat ini Bulan yang berada di sini. Bukan aku” ucap Lena lirih

__ADS_1


“dia di luar jangkau ku”


“apapun itu dan bagaimanapun, jika kau tahu apa yang terjadi padanya saat ini apakah kau tetap akan berpikiran sama?. Senyum manisnya, ketulusan dan kebaikannya, sudah tidak ada lagi.”


Vall yang melihat Lena terlarut dalam kesedihan langsung memeluknya dari belakang.


“itu kesalahanku, kau tidak perlu memikirkan hal apapun. Semua yang sudah terjadi adalah kesalahanku. Tidak ada yang akan berubah meskipun kau menghabiskan waktumu untuk tenggelam dalam kesedihan.”


Tiba tiba terdengar suara pintu yang di dobrak dengan keras. Pintu kayu rumah Vall terlempar ke dalam dengan keras sampai patah menjadi 2 bagian.


“permisi, ada tamu!” teriak jari besi


Vall yang merasakan perasaan yang tidak menyenangkan langsung membelakangi Lena. Tampaklah sesosok wanita yang disebut jari besi tengah menoleh ke arah Vall dan Lena dari balik pintu kamar.


“apakah aku datang pada waktu yang tepat?” tanya jari besi


“apa maumu?”


“bocah Milky way itu” tunjuk jari besi


Jari besi melangkah mendekati Vall dan Lena yang tampak gugup. Terlihat dengan jelas wajah Lena seperti orang yang ketakutan sekalipun mereka belum pernah bertemu.


“ya begitulah. Sungguh unik kan? Saat ini kau merasa seperti tikus yang terpojok. Itulah yang di rasakan semua sekte Milky Way saat bertemu kami para RIP”


“RIP? Apakah kau yang melakukannya?” tanya Lena


“kampungmu? Begitulah”


“kenapa?! Mereka tidak ada hubungannya denganku!”


“pertanyaanmu itu sungguh menggelikan. Coba kau bayangkan bagaimana jika seorang RIP bertanya kepadamu kenapa kau berusaha menyelamatkan orang orang yang seharusnya mati itu? Kita memiliki cara berpikir yang bertolak belakang. Jangan terlalu banyak omong kosong soal betapa indahnya kebaikan. Kalian para perusak seni kehidupan tidak akan paham betapa pentingnya sebuah kematian, kesengsaraan, dan penderitaan itu sendiri”


Lena yang merasa ketakutan akan hal yang tidak dia ketahui menggenggam erat baju Vall dari belakang. Dia tidak menyangkan jika kematiannya aan datang lebih cepat dari yang dia harapkan.


“manis sekali, aku yang tidak paham akan cinta kasih sebetulnya sangat iri dengan apa yang kalian rasakan saat ini”


Jari besi pun langsung mengarahkan cakarnya ke arah Lena. Di saat itu pula tangan Vall langsung menangkapnya.


“tidak akan ku biarkan kau menyentuhnya sedikitpun. Nyawaku adalah taruhannya.”


Jari besi yang melihat tatapan emosi Vall tampak langsung mundur beberapa langkah. Dalam hatinya dia merasa Vall seperti iblis yang menakutkan. Padahal pria di depannya ini tidak lebih dari pria biasa yang dia bunuh selama ini. Tetapi entah kenapa sejenak tatapan emosi Vall seperti bisa membunuh dalam satu tatapan.


“aku mengenal orang sepertimu di RIP. Seorang manusia yang memiliki jiwa iblis di dalam dirinya” ucap jari besi.


“aku tidak peduli tentang RIP. Pergi atau langkahi daging dagingku?”


Jari besi yang merasa diremehkan pun mulai emosi. Di raihnya leher Vall, dihempaskannya tubuh pria itu dengan keras ke tembok.


Lena yang bertubuh lemah dan tak berdaya itu hanya bisa berteriak ketakutan melihat Vall di siksa habis habisan. Bahkan terdengar suara tulang patah saat lengan Vall ditarik dan dibenturkan ke lantai.


Untuk kali ini, Vall melawan orang yang jauh berbeda dari lawan yang selama ini dia bunuh. Anggota sekte RIP memang bukan manusia biasa. Sekalipun Vall melawan, jari besi tampak mudah mempermainkannya. Tapi Vall tidak menyerah, dia berusaha untuk terus melindungi Lena dari dengan badannya sendiri tiap kali jari besi berusaha membunuhnya.


Vall masih berusaha melindungi Lena di pinggir tembok dengan badannya. Setiap jari besi menyerang, Vall menggunakan seluruh sisa tenaga dengan menangkis dengan semua anggota badannya yang bisa dia gerak kan.


Tampak Lena yang terus menerus menjerit melihat patahan tulang Vall keluar menembus daging dan kulitnya sendiri.


“kenapa kau tidak menunjukkan wajah kesakitan?!” tanya jari besi.


“itu karena dia sudah mati” ujar Juli di pintu kamar.


Tampak wajah terkejut pada diri Lena, dia mengenali pria bernama Juli ini saat bermimpi tentang kilasan masa lalunya. Pria ini adalah anak dari dukun sahabat ibunya yang di katakan memiliki sesuatu hal menakutkan di dalam dirinya.

__ADS_1


Jari besi yang melihat Juli pun sedikit merasa terganggu.


“ini mangsaku. Pergi cari korban lain” ucap jari besi


Sekalipun mereka belum pernah bertemu, tetapi sebagai sesama RIP mereka saling memiliki kesamaan setiap bertemu dengan sesama RIP.


“aku punya rencana lain. Aku berniat..”


Belum selesai Juli berbicara, jari besi melompat dan menyerang wajah Juli dengan lututnya. Tapi dengan cepat pula Juli menahan dengan telapak tangannya.


 


Di luar rumah, Bulan dan putrinya yang tidak diizinkan Juli memasuki rumah sedang menutupi jasad nenek tua yang tengah terbaring di meja dagangan. Dengan segenap keberaniannya, Bulan berusaha membetulkan kepala nenek malang itu yang sudah patah mengarah ke punggung.


“apa ibu butuh bantuan?” tanya putri Bulan


“jangan!, ibu sudah bilang jangan menatap kesini. Tutup matamu!”


“dari tadi aku menutup mata bu” jawab anak gadis Bulan yang terlihat lugu tapi penurut.


Sesaat kemudian terlihat tubuh Juli yang terlempar keluar menembus sebuah jendela. Disusul dengan sesosok jari besi yang terlihat serius melawannya dengan segenap tenaga. Kedua RIP ini saling beradu pukulan dan tendangan. Tampak tangan jari besi dengan mudah menghancurkan pagar dan pepohonan sekitar. Bulan yang menyaksikan ini langsung memeluk putrinya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Betapa terkejutnya Bulan melihat kedua sahabatnya tengah meringkuk saling berpelukan.


Lena yang melihat Bulan ada di hadapannya pun tak sanggup membendung rasa terharunya. Dia tidak menyangka sahabatnya yang dianggap telah meninggal 10 tahun lalu saat ini telah berdiri dan tersenyum kepadanya.


“apakah aku sudah mati?” ucap Vall saat melihat Bulan.


Di luar rumah, beberapa orang yang melintas terlihat sibuk mengeluarkan ponsel dan merekam dua orang RIP yang tengah bertarung. Dari kumpulan warga, tampak Gin berusaha melempar dan mendorong semua di sekitarnya dan berlari ke arah dua RIP tersebut.


“hai bocah ekor kuda!! Kau masih hidup!!” teriak Gin terlihat senang melihat Juli


Juli yang tengah sibuk dalam pertarungan pun sedikit terkejut melihat Gin. dia tidak menyangka, pria yang dia anggap kern 20 tahun lalu sekarang terlihat seperti gembel tidak berharga. Tanpa basa basi, Gin langsung merangkul dan mengguncang guncang tubuh Juli seperti saudara yang lama tidak berjumpa


“apa yang kau lakukan?” tanya Juli


“kenapa dengan babon ini?” ucap jari besi menyambung pertanyaan Juli


“aku? Aku adalah serpihan neraka yang jatuh dari langit” ucap Gin sambil memasang pose menyombongkan diri


“aku dari langit” sambung Juli sambil menirukan ucapan Gin “aku tidak ingat dengan nada bicaramu yang norak ini. Seingatku dulu kau seperti anak haram yang di buang. Meringkuk sedih di jalanan”


“selama ini,aku mempunyai petualanganku sendiri” jawab Gin


Jari besi yang melihat kedekatan mereka pun menjadi sangat emosi. Untuk pertama kalinya jari besi merasa diremehkan. Padahal selama ini dia yang selalu menikmati rasa ketakutan semua korban korbannya.


“cukup! Aku tidak peduli tentang kalian. Hari ini juga akan ku lukis penyesalan di wajah kalian!”


Kaki kaki jari besi mulai mengambil posisi. Dengan cepat tubuh wanita itu melesat menuju kedua pria di hadapannya. Saat kuku kuku tajamnya hendak menyentuh leher Gin, dengan cepat dan bahkan nyaris tak bersuara, pukulan tangan kiri Gin menghantam lehernya hingga patah. Kepala jari besi terlihat berputar layaknya ayam yang dipelintir lehernya. Tubuhnya seketika terjatuh dengan keras membuat semua orang di sekitar mereka berteriak histeris.


“pukulan kasih sayangku tidak luntur selama 20 tahun ini” ucap Gin


Juli yang enggan meladeni Gin pun memilih pergi masuk rumah. Dia melihat Bulan istrinya sedang membalut beberapa luka di badan Vall. Tidak lama kemudian, suara mobil polisi tampak mendekat. Polisi sekte RIP yang memerintahkan jari besi untuk membunuh Lena telah datang datang.


Polisi RIP itu nampak melangkah dengan tenang menuju ke arah Gin berdiri. Dari balik kacamata hitamnya, dia melihat jari besi yang terkapar tak bernyawa melempar senyumnya.


“aku dari kepolisian, lengkap dengan surat perintah untuk membawa wanita yang bernama Lena si pemilik kampung sampah untuk ikut ke kantor polisi sekarang” ucap polisi RIP dengan menunjukkan surat perintah.


Gin yang merasa pria di depannya bukanlah polisi biasa, mulai bersiap dan mengepalkan tangannya lagi.


Tampak juga Juli yang melangkah ke arah mereka tampak serius. Tatapannya setajam serigala yang ingin berburu mangsa.


Polisi RIP yang melihat Juli pun melempar senyum sinisnya. Meskipun mereka sama sama RIP bukan berarti mereka harus memiliki satu arah tujuan. Semua RIP bebas melakukan apapun sesuai simbol di lengan mereka yang bertanda B yang berarti Butcher.

__ADS_1


“aku rasa aku bisa menemani kalian sebentar untuk bermain” ucap polisi RIP dengan mengencangkan kedua  sarung tangannya.


 


__ADS_2