
...***...
"Bina!" Renata berlari menghampirinya dengan raut wajah panik. Bina menatapnya bingung.
"Lo kenapa, kayak abis di kejar setan?"
"Lo udah liat forum sekolah hari ini?" Tanya Renata yang hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Bina.
"Emangnya kenapa?" Bina menaikkan sebelah alisnya bingung. Renata hampir saja akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sebelum Doris dan Nina secara tiba-tiba muncul dengan begitu heboh.
"Bina! Lo harus liat ini!" Doris menyodorkan ponselnya ke arah Bina. Sebuah artikel yang lagi-lagi tentang dirinya dan Adnan, namun kali ini berbeda karena itu adalah artikel yang membahas pertemuan diam-diamnya dengan Adnan saat pulang sekolah. Bina terkejut bukan main saat lagi-lagi namanya disebut-sebut di artikel sekolah, dan lagi-lagi menjadi trending topik terutama di jurusan IPS, SMA Amarta.
"Emangnya bener. Kemarin Lo ketemu sama si Adnan?" Doris meminta klarifikasi, Renata dan Nina menganggukkan kepala sama penasarannya. Sementara itu Bina terdiam tanpa berkata-kata.
"Lo?" Bina terbelalak saat mendapati Adnan yang ternyata telah menyeretnya dan membawanya jauh dari teman-temannya. "Lo apa-apan sih, kenapa bawa gue kesini?!" Bentaknya kesal.
"Gue pengen bicara sama Lo!" Kata Adnan dihadapannya.
"Gue nggak punya waktu buat ladenin orang arogan kayak Lo." Bina berbalik tapi Adnan lebih dulu menghentikan langkahnya.
"Lo nggak boleh pergi dari sini sebelum Lo minta maaf sama gue!"
"Minta maaf?" Bina menaikkan sebelah alisnya. "Buat?"
"Pake nanya. Ya, buat kesalahan Lo yang udah bikin gue malu tadi pagi. Bahkan gara-gara Lo, seisi sekolah terutama anak-anak jurusan IPS, SMA Amarta jadi ngetawain gue gara-gara Lo!" Adnan menunjuknya, menatap Bina dengan tatapan tajam penuh emosi.
"Denger. Pertama, gue nggak salah, dan kedua, gue nggak peduli sama artikel yang Lo maksud!" Bina menunjuk-nunjuk dada bidang cowok itu.
__ADS_1
"Sekali lagi, gue perintahin Lo buat minta maaf. Dan satu lagi! Lo harus hapus artikel itu gimanapun caranya." Adnan menekankan. Bina yang mendengarnya terkekeh pelan.
"Lo merintah gue buat minta maaf? Emangnya Lo siapa?! Gue gak mau! Dan masalah artikel, kenapa Lo minta ke gue buat hapus artikelnya. Orang yang nulis aja bukan gue, kenapa Lo nyuruh gua buat hapus artikelnya?! Seharusnya Lo minta hapus ke orang yang udah nulis artikelnya, bukan ke gue!"
"Gue gak mau tau! Pokoknya Lo harus bisa hapus artikel itu dan bersihin nama gue!"
"Gue gak mau!" Bina menekan setiap katanya. Bina tentunya tidak ingin di suruh-suruh begitu saja oleh orang yang baru dikenalnya, apalagi orang itu seperti Adnan yang notabenenya memiliki sikap yang arogannya luar biasa. Tanpa sadar perdebatan mereka sejak tadi diperhatikan secara diam-diam oleh seseorang yang kini bersembunyi tak jauh dari tempat mereka berdiri.
Bina menelusuri kembali ingatannya mengenai kejadian kemarin, dan ia tidak menyangka kalau secara diam-diam saat mereka berdebat kemarin; ada seseorang yang secara diam-diam mengawasi mereka. Bahkan sampai memotret dan menulis artikel mengenai mereka.
"Bina! Ih, malah ngelamun!" Renata mengguncang bahu gadis itu membuat Bina dalam seketika tersadar dari lamunannya.
"Eh, ya? Kenapa?" Tanya Bina.
"Dih, diajak ngomong dari tadi juga. Malah ngelamun," gumam Doris.
...*...
"Gue setuju," kata Jolie. Dhira beranjak bangun dari tempat duduknya, "ayo kita lakuin."
"Sekarang?" Tanya Marissa.
"Masa besok, gimana sih Lo!" Ketus Jolie. Dhira melangkah keluar kelas dengan di ikuti oleh Jolie dibelakangnya.
"Ya, biasa aja kali. Ketus banget ngomongnya, gue juga nanyanya santai," gerutu Marissa kesal. Ia kemudian mengekor Jolie dan Dhira yang sudah keluar lebih dulu.
__ADS_1
...*...
Jolie memberikan kode begitu memastikan keadaan toilet aman, mereka sudah bisa memastikan didalamnya hanya ada Bina di sana. Marissa menutup pintu keluar untuk memastikan tidak ada orang yang masuk, sementara itu Jolie dan Dhira kini mengambil air bekas pel yang ada di sana. Jolie menjaga pintu salah satu bilik yang di isi oleh satu-satunya orang, sementara Dhira naik ke salah satu tutup kloset dengan ember ditangannya, dalam satu kali guyuran dan…
"Kalian ngapain?" Bina tiba-tiba saja keluar dari satu bilik lain yang tidak dijaga Jolie, bersamaan dengan itu; air pel di ember yang di pegang Dhira sudah terjun bebas membasahi seseorang di dalam bilik sana. Dhira, Jolie, dan Marissa melongo dibuatnya saat secara tiba-tiba Bina keluar dari bilik lain.
"L-lo, kok keluar dari sana?" Jolie terbelalak.
"Ya, abis pipis lah. Ngapain lagi emang kalo di toilet? Gosip?" Bina menghampiri wastafel dengan santainya dan menyalakan air keran di sana kemudian mulai menyibukkan diri untuk mencuci tangannya.
"Kalo itu Bina, terus yang ada di dalam…" Marissa menunjuk ke arah pintu bilik yang dijaga Jolie. Dhira turun cepat-cepat, menaruh embernya kasar, lalu mendorong pelan tubuh Jolie membuatnya menyingkir dari pintu bilik. Dhira membuka kasar pintu itu dan mendapati seorang gadis gemuk dengan wajah garang yang tengah menelpon seseorang, itu Nora. Si kakak kelas tiga yang terkenal akan sifat bar-barnya yang selalu berhasil membuat orang-orang ketakutan.
"K-kak Nora…" wajah Dhira berubah pucat pasi mendapati gadis itu di dalam sana. Begitupun Jolie dan Marissa yang sama terkejutnya dengan Dhira saat mengetahui siapa yang ada di dalam sana. Nora bangun dari duduknya, gadis bongsor nan tinggi itu tampak dalam keadaan kurang bagus. Wajahnya memerah, tatapan matanya tajam menatap ke arah Dhira dan Jolie di hadapannya, tangannya mencengkram erat ponsel ditangannya sampai layarnya retak. Dhira gemetar ketakutan, ia menelan saliva-nya susah payah saat melihat layar ponsel itu retak.
"Kalian berani banget nyiram gue pake air pel…" Nora memasukkan ponselnya ke dalam saku roknya, ia menaikkan kedua lengan bajunya. "Kayaknya kalian harus gue ajarin sopan santun sama yang lebih tua." Nora mengepalkan tangannya, memukul-mukul sebelah telapak tangannya dengan bogemnya. Dhira dan Jolie berjalan mundur perlahan.
"Dhi…"
"Kabur!!!" Dhira bergegas lari dari sana dengan diikuti oleh Marissa dibelakangnya lebih dulu, menyisakan Jolie saja di sana. Nora melangkah menghampirinya bersiap untuk memberinya pelajaran, tapi Jolie berhasil melarikan diri keluar toilet.
"Ampun kak!!!" Teriak Jolie seraya berlari.
"Jangan kabur kalian!!!" Nora mengejar mereka dari arah belakang.
Bina yang melihat itu hanya bisa tersenyum simpul.
...***...
__ADS_1