MISTERI DI BALIK ARWAH

MISTERI DI BALIK ARWAH
Hilang


__ADS_3

 


Setelah pulang dari rumah Aris, aku langsung pergi ke klinik. Entah mengapa aku masih merasa kurang puas dengan hasil kerja ku hari ini.


 


Aku merasa letih...


" Maaf Dok ini sudah sore saya pamit undur diri dulu." Pamit Agus, yang menemui ku di lantai dua ruangan ku.


" Pulang lah... besok kita harus kerja lagi, dan entah kejutan apa lagi yang telah menanti kita esok hari." Jawabku.


" Tentu saja... aku akan selalu siap mendampingimu Dok."


" Pulanglah."


" Saya permisi." Agus pun langsung pergi, dan mengendarai sepeda motor yang terparkir di depan klinik.


Aku mencoba meresapi setiap kejadian kejadian yang terjadi pada klienku. Beberapa kejadian itu membuat aku sadar bahwa, hidup kita tak semudah dengan apa yang kita inginkan. Dan di tambah lagi dengan posisi kita yang berdampingan dengan makhluk halus. Menambah kita menjadi pribadi pribadi yang unik, dengan kisah dan perjalanan hidup yang tak terduga.


Semoga besok dan seterusnya akan ada lagi cerita dan kisah kisah misteri yang baru. Dan aku berharap semoga aku bisa membantu mereka. Dan menjadikan sebuah pelajaran hidup yang berarti.


Aku pun bergegas pulang, menemui keluarga kecilku, yang sudah aku rindukan. Belum genap sehari aku meninggalkan mereka, tapi rindu ini sudah melebihi gunung Himalaya.


Aku sudah sampai rumah, tapi sepi...

__ADS_1


" Ade... Mama... di mana kalian? ini Papa sudah pulang. Dan lihat lah ada nasi goreng kesukaan kalian. Ade... Ade..."


Aku mengelilingi seluruh rumah tapi tak ku temukan. Kemana perginya mereka berdua. Tak mungkin mereka pergi dengan pintu rumah tidak terkunci. Aku mencari mereka lagi dengan mencari lebih teliti lagi ke setiap sudut rumah... Tapi tetap saja aku tak menemukan mereka. Kemudian aku mencoba untuk menelfon istriku.


" Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan." Suara operator yang ku dengar. Kemudian aku pun menghubungi baby sister Ade.


" Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan." Sama.


Aku jadi bingung apa yang sebenarnya terjadi kenapa mereka semua tidak bisa di hubungi. Ku raih kunci mobil yang ada di meja. Ku jalankan mobilku menuju rumah mertua. Sesampainya di sana aku segera mengajak kedua kakiku melangkah.


Tokk took took


" Ibu..."


" Ibu..."


Tidak ada jawaban, aku semakin gusar ku coba mencari melalui pintu belakang rumah. Dan ketika hampir mendekati pintu. Mata membulat dan terperangah dengan apa yang kulihat. Pintu samping terbuka dan ceceran darah segar yang banyak.


Kepala pusing, tapi aku masih bisa mengendalikan diri untuk tetap dalam posisi tegak. Bau anyir sangat kuat, aku berjalan semakin mendekati pintu. Betapa terkejutnya aku, melihat Baby sister Ade bersimbah darah di lantai dengan tubuh yang penuh dengan luka. Aku semakin frustasi melihat itu, dalam pikiranku hanya Ade dan Lisa. Aku lewati mayat itu, dan masuk kedalam rumah.


" Lisa... Ade... dimana kalian? Lisaaa....Ade..."


Teriakku yang mengikuti kemana arah ceceran darah itu.


Duuug

__ADS_1


Aku tersandung, dan yang membuat aku kesandung adalah mayat kedua mertuaku. Aku tak kuat membendung air mata ku. Kedua mayat yang ta jauh beda dengan baby sister ku tadi. Ku sentuh wajah kedua orang tua Lisa. Hancur ya itu aku rasakan saat ini. Walaupun mereka hanya mertua, tapi mereka sangat menyayangiku ta pernah menganggapku sebagai menantu.


" Ayah, Ibu maafkan aku yang tidak bisa menjaga kalian." Ku hentikan tangisan ku, dan teringat karena belum menemukan Lisa dan Ade. Tapi ceceran darah itu sudah sampai ujungnya, ya di kedua mayat mertuaku ceceran darah itu berakhir. Lalu di mana Lisa dan Ade? Aku mengelilingi rumah mencari mereka. Hingga aku berhenti di suatu tempat, langkahku mulai gemetar melihat beberapa tetes darah di lantai itu, yang mengarah ke sebuah gudang tua.


Semakin ku dekati gudang itu, semakin berat langkahku untuk melangkah. Tetesan darah mulai banyak. Ku buka pintu itu pelan pelan, dan bau anyir amis mulai tercium di hidungku.


Mataku mulai menyapu ruangan itu, jantung ku pun mulai berdetak tak karuan. Tepat satu titik, di sudut ruangan itu ku melihat tubuh yang terbaring, aku tak tahu siapa itu, tapi warna baju yang di kenakan sangat familiar denganku. Aku belum bisa melihat siapa itu. Ku kuatkan hati untuk semakin dekat. Ketika tanganku ingin membalikkan tubuh itu,


Braakkkkk


Pintu gudang itu tertutup dengan keras, aku pun terkejut. Ruangan itu menjadi gelap gulita, aku coba mencari korek api di saku celana.


Dapat, tapi entah mengapa korek api itu susah menyala. Dan ketika menyala, Ada sosok hitam besar, berbulu dengan kedua matanya yang bersinar merah tepat berada di depanku.


Aaaarrghkkkk....


Karena terlalu terkejut hingga membuat aku terpental kebelakang. Sosok itu menunjukkan kedua taringnya.


" PERGILAH DARI SINI." Perintah sosok itu, suaranya menggema memenuhi ruangan sempit itu. Dan tak lama Adzan Maghrib berkumandang.


Entah apa yang terjadi tiba tiba kepalaku berkunang kunang dan semuanya menjadi buram.


# *Ingin tau kelanjutannya... di Bab berikutnya ya. Siapkan nyali kalian.


# **Terima kasih 🙏 ya'sudah mampir ke cerita ku jangan lupa like dan komen 🙏 vote dan favoritkan ya 🙏😘🌹💋***

__ADS_1


__ADS_2