MISTERI DI BALIK ARWAH

MISTERI DI BALIK ARWAH
Penjara


__ADS_3

"Pa... bangun sudah pagi. Cepat mandi sana, Ade sedang menunggu di bawah." Ucap Lisa kala membangunkan aku, dengan ciuman di 2 pipiku.


Aku tersenyum menerima perlakuan Lisa. Saat Lisa mau beranjak pergi, dengan cepat aku tarik tangan Lisa, agar lebih mendekat denganku. Lisa terkejut saat sudah berada di atas tubuhku. Aku sudah lama tidak mendapatkan perlakuan manis seperti ini dari Lisa. Ku pandangi setiap inci wajah Lisa, semakin ku perhatikan dia semakin cantik. Tatapan Lisa dalam dan semakin dalam aku seperti terhanyut di dalamnya. Tapi tiba tiba secara perlahan lahan wajah Lisa berubah menjadi tua dan terakhir penampakannya semakin menyeramkan.


AAARRRRRGGGKK


Aku terkejut dan refleks ku dorong tubuh Lisa, aku mencoba untuk segera pergi tapi entah mengapa tubuhku terasa kaku. Kulihat penampakan yang mirip Lisa itu jatuh tersungkur di lantai. Wajahnya menyeringai senyum padaku, dia berusaha untuk bangun. Dan sekarang dia berdiri tepat di depan ku, Bau harum yang kucium dari tubuh Lisa tadi kini berubah menjadi bau busuk seperti bangkai. Makhluk itu semakin mendekatkan diri padaku, dia berusaha menciumku. Aku marah pada diriku, karena aku tidak bisa bergerak... tapi aku masih tetap berusaha untuk menggerakkan tangan.


Dan, "Buggg" jelmaan Lisa jatuh. Aku langsung lari keluar kamar. Kuturuni anak tangga dan kudapati Ade sedang makan dengan Lisa.


SREEKK


Ku dengar suara dari pintu kamar, suara jalan seseorang yang sengaja menyeret kakinya. Aku menoleh kebelakang, jelmaan Lisa tersenyum padaku. Aku langsung cepat melangkahkan kakiku, ku gendong Ade dan kutarik tangan Lisa. Ku bawa pergi mereka menjauh dari rumah.


"Tunggu pa! Apa yang sedang kau lakukan? ada apa?" tanya Lisa yang memberontak tidak mau masuk mobil.


"Aku mohon dengarkan aku kali ini, ayo ikut aku!" perintahku dan memaksa Lisa untuk masuk kedalam mobil.


Dengan terpaksa ia pun menurut. Aku langsung menancap gas, aku melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


"Pa... pelankan sedikit mobilmu!! Ingatlah ada Ade di sini. Lihatlah dia sampai ketakutan." Sungut Lisa.

__ADS_1


Setelah melihat wajah Ade, ku kurangi kecepatan. Aku mengusap wajahku dengan kasar dengan satu tangan masih memegang setir.


Jelmaan itu tiba tiba muncul di depan mobil, dengan refleks aku membanting setir kekiri.


Sssreekk,. Brraakk.


Kecelakaan pun tidak terhindarkan. Kecelakaan beruntun terjadi, aku masih sadarkan diri. Banyak korban jiwa yang kulihat, 4 korban tewas dan 6 korban terluka. Aku mengambil Ade dari pelukan Lisa, Ade masih bernafas, dan Lisa sendiri masih belum sadar. Seorang polisi mengetok pintu ku. Aku membuka pintunya, polisi itu membantuku untuk keluar, dan satu polisi lagi membantu Lisa. Aku, Lisa dan Ade di bawah kerumah sakit dengan satu ambulance. Saat menuju rumah sakit kulihat sekelibat bayangan orang ada di luar ambulance. Mana ada orang yang lewat di saat mobil ini sedang berjalan, pikirku.


Saat tiba di rumah sakit kami segera di beri pertolongan, dan akhirnya tak lama kemudian Ade dan Lisa sadar.


"Mama.... Kau sudah sadar? maafkan aku, karena aku semua ini terjadi." Ucapku menyesali apa yang sudah terjadi.


Aku menceritakan semua tanpa terkecuali. Lisa menutup mulutnya, dia terkejut dengan apa yang aku ceritakan.


"Semua itu terjadi karena jelmaan mama."


Lisa menatapku, banyak pertanyaan yang kulihat di mata Lisa, pertanyaan yang tidak mampu ia keluarkan.


Ade yang sedari tadi hanya diam, kini ia mulai menangis karena menahan sakit di kepalanya yang terkena benturan.


Ku gendong Ade, dan mencoba menghiburnya. Kubawa dia jalan jalan di area rumah sakit. Suasana siang ini sungguh ramai banyak pengunjung yang berobat dan juga yang sedang menjenguk pasien. Aku membawa ke kolam ikan yang ada di bagian samping rumah sakit. Ade mulai tenang, ia sudah tidak menangis lagi. Keindahan ikan yang ada di kolam itu membuat Ade senang dan tertawa bahagia. Saat ku ajak dia kembali keruang perawatan Ade menolak, dia kembali menangis. Aku mulai bingung, tapi ada seorang dokter dan suster menghampiri kami.

__ADS_1


"Selamat siang tuan, ada polisi yang sedang mencari anda bisa ikut kami sebentar?" aku mengangguk, dan ku serahkan Ade pada suster itu, syukur Ade tidak menolak.


Ada sebuah ruangan, sepertinya ruang meeting. Aku dan dokter itu masuk, di sana ada 2 polisi yang menunggu.


"Selamat siang Pak Andi, bagaimana keadaan anda sekarang?" tanya salah satu polisi itu.


"Seperti yang anda lihat, saya sudah baikan." Jawabku ramah.


"Maafkan saya sebelumnya, karena menggangu waktu anda. Tapi saya hanya menjalankan tugas. Saya akan minta beberapa keterangan dari anda."


"Silahkan pak, saya akan menjawab sesuai apa yang saya ketahui." Jawabku dengan sopan.


Setelah beberapa pertanyaan yang di ajukan kepadaku, kedua polisi itu membawaku ke kantor kepolisian. Aku hanya menurut, tapi sebelum mereka membawaku aku minta bertemu dengan Lisa dan Ade terlebih dahulu. Dan aku menelepon orang tua Lisa untuk meminta mereka menjaga Lisa dan Ade selama aku di penjara.


Dan sekarang aku berada di penjara, bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan. Aku mengikuti proses hukum yang berlaku di negara ini.


# Terima kasih 🙏 ya'sudah mampir ke cerita ku jangan lupa beri dukungan dengan like dan komen 🙏 vote dan favoritkan ya 🙏😘🌹💋 dan jangan lupa juga mampir ke cerita ku yang lain.


- Garis Hidup Arin


- Perjuangan Cinta Seorang Chef 🙏🙏😘

__ADS_1


__ADS_2