
Kerena kesalahan yang telah aku lakukan kini aku harus menjalani hukuman.
Keputusan sidang siang tadi membuat aku terpukul. Hakim menjatuhkan hukuman terhadap diriku dengan penjara selama 5 tahun, dan denda 100 juta. Aku berusaha tegar di hadapan Lisa dan mertuaku. Walau sebenarnya aku sungguh rapuh.
"Pak, polisi bisa saya menemui istri dan mertua saya dulu?" aku bertanya pada polisi yang menggandengku. "Silahkan, tapi tidak boleh lama karena kita harus segera kembali." Ucap polisi itu.
Lisa menatapku dengan mata yang berkaca kaca, saat aku berdiri di depannya, Lisa langsung memelukku erat. Kurasakan sakit yang ia rasa.
"Pa, sabar ya... ini semua sudah takdirnya. Papa harus kuat menjalani hukuman ini. Aku dan Ade akan selalu menunggu kepulangan mu nanti." Bisik Lisa di dalam pelukanku, air matanya telah membasahi baju tahanan yang aku pakai.
Ku renggangkan pelukan kami, ku sapu air mata Lisa.
"Jaga Ade dengan baik, pergunakan tabungan kita untuk kehidupan kalian. Nanti setelah aku keluar aku akan bekerja lebih giat lagi. Maafkan aku." Ku cium kening Lisa.
"Ibu, Ayah... maafkan aku harus menyusahkan kalian. Aku titip Lisa dan Ade. Sekali lagi aku minta maaf ya Bu, yah..." ku cium kedua tangan orang tua Lisa.
"Maaf sudah saatnya kita pergi, mari..." ucap polisi yang ada di sampingku. Berat rasanya kakiku untuk meninggalkan Lisa, namun aku harus bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan. Polisi menggiring tubuhku ke mobil tahanan. Masih bisa ku lihat Lisa yang menatap kepergianku,
Tapi tunggu saat yang bersamaan aku juga melihat sosok yang mirip Lisa berada tidak jauh dari Lisa berdiri. Aku berulang ulang kali mengedipkan mataku, aku berharap apa yang aku lihat salah. Namun benar wanita itu tersenyum sinis kepadaku, seakan menertawakan keadaanku.
"Dasar makhluk sialan!!!! gara gara dia aku harus masuk penjara." Geramku dalam hati.
Ku perhatikan terus wanita itu, dan saat mobil sudah menjauh wanita itu juga langsung menghilang.
__ADS_1
Aku di bawah ke sel yang baru, tidak sama dengan yang ku tempati selama seminggu kemarin. Tempat yang sempit, pencahayaan yang kurang. Saat polisi itu mengunci pintu sel, aku merasa diriku sudah hancur. Lima tahun akan aku habiskan hidup di sini. Tempat seperti ini. Di dalam sel itu tidak ada orang lain selain diriku. Ku pejamkan mataku mencoba mencari ketenangan.
Penampakan itu muncul lagi saat aku memejamkan mata, seakan dia tidak membiarkan aku hidup tenang. Ku coba pejamkan lagi, namun tetap saja sama suara tawa dan wujud makhluk itu masih bisa kulihat dan ku dengar. Jantungku mulai berdegup kencang, aku bangun dan kuperhatikan sekeliling ku... nihil, tidak ada siapa pun.
Hahahahaha....
Tawa itu menggema, tapi aku mencari wujudnya tidak ketemukan.
Bruuggg
Sesuatu menarik kakiku, dan akhirnya aku terjatuh tengkurap. Kulihat ke ujung kaki, namun tidak ada siapa siapa. Tapi saat aku mau bangkit seseorang menahan tubuhku, berat sekali. Mungkin sekitar 100 kg. Aku berusaha bangkit dan menggoyang badanku agar makhluk itu jatuh dari atas tubuhku.
Aku berhasil... kini aku bisa berdiri. Makhluk itu kepalanya miring ke kanan, dengan juntaian rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Hanya wajah yang penuh dengan luka dan darah yang aku lihat.
Dengan mudahnya makhluk itu berdiri, seperti kekuatan angin telah membantunya. Karena tanpa usaha untuk bangun, dengan mudah ia sekarang berdiri tegak.
"Kau bertanya apa mau ku? aku hanya mau kamatianmu, dengan begitu aku dan kamu bisa hidup berdampingan. Apa kau tau? bahwa aku selama ini mengincarmu, aura di tubuhmu membuat aku jadi tertarik ingin mendekatimu, setelah sekian lama aku tau siapa kamu. Aku ingin lebih, aku ingin memilikimu." Iblis wanita itu memberi sentuhan pada wajahku dengan kuku panjangnya.
"Dasar iblis gila, aku tidak akan pernah sudi untuk hidup denganmu. Aku tidak akan pernah menyakiti hati Lisa apalagi harus meninggalkan dia demi iblis seperti kamu!!!" Aku hanya bisa bergumam di hati.
Entah apa yang terjadi padaku, seperti waktu itu. Kini aku tidak bisa bergerak atau bahkan bicara saja aku tidak bisa.
"Aku bisa dengar apa yang katakan dalam hati sayang... Kau cukup menuruti apa yang aku mau... aku janji aku tidak akan mengganggu kehidupanmu dengan Lisa. Aku hanya ingin kau selalu ada jika aku membutuhkan dirimu. Kau ada saat aku ingin bercinta denganmu. Aku akan selalu ada di samping mu, mengikuti kemanapun kamu pergi, seperti bayangan. Gimana, apa kau mau?" tawar iblis wanita itu dengan cumbuan yang ia berikan.
__ADS_1
"Jangan pernah bermimpi iblis!!! aku tidak akan mau bercinta denganmu. Melihat wajahmu saja aku ingin muntah. Cciiihh.... Pergilah kau dari sini dan juga dari kehidupan kami." Kataku dalam hati.
Hahahahaha
"Kau masih keras kepala rupanya. Baiklah jangan salahkan aku jika aku harus membuat Lisa dan Ade mati?" gertak iblis... dengan senyum jahatnya.
"Ok... tapi aku mohon jangan sakiti mereka. Mereka ada hidupku, jadi aku mohon jangan lakukan apa pun pada mereka. Aku akan melakukan apa yang kamu suruh. Dan aku mohon lepaskan juga diriku saat ini, aku tidak mau jadi patung seperti ini." Akhirnya aku menyerah dengan keadaan yang gila menurutku.
"Aku senang mendengarnya, aku mau kau selalu ingat janjimu!" seru iblis itu. Dalam sekejap tubuhku langsung bisa bergerak.
"Dan syarat satu lagi." Aku mencoba untuk bersuara. "Apa sayang... katakan lah!" ucapnya dengan mencium leherku. Aku mendorong tubuhnya agar menjauh dariku, karena aku masih jijik melihat sebagian wajahnya hancur.
"Apa kau mau, aku terlihat cantik?" tanya iblis itu, seperti tau apa yang ada di otakku. Aku pun mengangguk pelan. Iblis itu tersenyum padaku, dia berbalik membelakangiku, dan saat ia kembali membalikkan badan, ku lihat wajahnya cantik jelita, aku tertegun melihatnya.
"Kenapa? apa kamu tidak suka? aku bisa menggantinya." Ucapnya.
"Tidak... ini saja lebih baik, tidak usah kamu ganti. Dan satu hal lagi aku mau setiap kali kamu menampakkan diri, pakai wajah ini saja." Perintahku ketus. Dia melayang layang di hadapanku, senyumannya mengembang. "Aku janji padamu, aku akan datang dengan wajah ini." Dia terus melayang layang memutariku. Aku merasakan sesuatu yang aneh, dalam sekejap aku melupakan semua yang terjadi.
# Terima kasih 🙏 ya'sudah mampir ke cerita ku jangan lupa beri dukungan pada cerita ini. Dengan memberi like, komen, vote dan jangan favoritkan ya agar selalu tau aku update.🙏🙏🙏😘😘 jangan lupa mampir juga ke cerita yang lainnya.
- Garis hidup arin
- perjuangan Cinta Seorang Chef.🙏
__ADS_1