My Guardian Angel : Lee Minho

My Guardian Angel : Lee Minho
EPISODE 1. WHY HER?


__ADS_3

'Namaku Y/N. Aku Siswi SMA............... Aku yatim piatu dan tinggal sebatang kara. Sekarang aku duduk di bangku kelas XII. Keseharianku di sekolah tidak pernah menyenangkan. Karena aku korban perundungan oleh anak-anak yang tidak menyukaiku. Alasannya karena aku anak yatim piatu yang sederhana dan jarang bicara juga tersenyum. Itu karena kejadian masa lalu yang membekas di hatiku. Tidak selamanya semua orang membencimu. Karena selama ada satu orang yang menyayangimu, itu lebih baik daripada semua orang yang menyukaimu, tapi tidak setia padamu. Inilah kisahku dan seorang malaikat pelindungku.'


Bukkk!


"Ya, lihat siapa yang datang?"


"Kau tidak malu? Wah, ternyata kau cukup tangguh ya?"


"Aigo aigo, kalau aku jadi kau aku akan menghilang dari sini."


"Maja maja. Kau terlalu percaya diri."


Beginilah keseharianku di sekolah ini. Mereka yang selalu merundungku. Mereka adalah kumpulan gadis populer karena kecantikan dan kekayaan mereka. Selain mereka, hampir satu sekolah memang tidak menyukaiku. Sekarang mereka tertawa mengejek, dan semua siswa siswi yang lewat menertawaiku.


Tiada satu pun dari mereka yang mengulurkan tangannya untuk menolongku. Sekarang aku hanya menahan sakit dilututku dan malu dilihat oleh mereka, karena sekarang aku terduduk di tengah jalan masuk gerbang sekolah.


"Semoga harimu menyenangkan Y/N!"


Setelah itu mereka meninggalkanku sendiri. Aku selalu berdoa pada tuhan agar mengutus malaikat yang selalu berada di sisiku.


"Ya ya ya! Mereka sudah datang!"

__ADS_1


"Benar. Straykids!!!"


"Ya tuhan mereka tampan sekali!"


"Minho Oppa!"


"Hyunjin Oppa!"


"Lihat! Jeongin sungguh menggemaskan!"


Ada apa itu? Kenapa mereka berteriak? Ah, rupanya Straykids. Mereka berjalan masuk ke gerbang sekolah melewatiku yang masih terduduk. Tunggu. Seorang laki-laki menghampiriku dan melempar plester kearahku. Sebelum aku mendongak, dia sudah menyusul teman-temannya yang lain. Aku hanya melihat kakinya dari bawah. Mereka yang melihat itu tidak percaya dan berbisik-bisik.


"Wah, aku tidak percaya ini."


"Benar. Ini pertama kalinya ada yang menolongnya."


"Sulit dipercaya."


Aku tidak menghiraukan mereka dan mengambil plester itu. Aku melihat di jam tanganku, baru pukul 06.00. Masih satu jam lagi bel masuk akan berbunyi. Aku perlahan berdiri dan menuju taman belakang sekolah.


Tempat ini merupakan tempat favoritku jika ingin menenangkan diri atau sekedar mencari udara segar. Selain taman, aku juga suka perpustakaan dan ruang musik. Jika aku ingin membaca novel di taman atau perpustakaan, aku akan datang lebih pagi seperti hari ini.

__ADS_1


Aku menempelkan plester di lututku, kemudian aku membuka tas dan mengambil novel yang aku pinjam kemarin lalu membacanya.


Buggg!!!


"Aishhh! Aku ketiduran."


Suara siapa itu? Aku melihat ke sekelilingku dan menemukan seorang laki-laki terjatuh dari bangku taman. Mungkin dia terjatuh karena tertidur. Dia melihat kearahku dan tersenyum malu karena aku melihatnya. Tapi dia malah berjalan kearahku.


"Annyeong!" Sapanya dengan ramah. Aku tidak membalasnya dan kembali membaca.


"Kau melihatku tadi?" Tanyanya dengan malu-malu. Aku masih enggan menjawab. Karena tujuanku kesini adalah mencari ketenangan.


"Lupakan yang kau lihat ya? Ah, apakah kau sering kemari? Aku juga suka tempat ini."


Setelah itu bel masuk berbunyi. Aku berdiri dan hendak meninggalkan orang ini. Namun dia berkata.


"Bisa ke kelas bersama?" Tanyanya. Aku yang mulai terganggu pun akhirnya memilih menjawab dengan singkat.


"TIDAK." Lalu aku benar-benar meninggalkannya.


'Ternyata memang benar dia perempuan yang dingin.'

__ADS_1


__ADS_2