My Guardian Angel : Lee Minho

My Guardian Angel : Lee Minho
EPISODE 16. Don't Stay Away


__ADS_3

Aku sangat bingung. Kenapa semua orang bersikap seolah tidak terjadi apa pun kemarin? Kenapa mereka tidak heran bahwa Nayeon masih bisa berangkat sekolah setelah apa yang dia lakukan? Ternyata benar yang kulihat kemarin di kantor Kepsek. Apakah mereka semua juga tahu itu? Atau mereka sengaja?



Mereka sibuk mendekorasi kelas. Ada yang meniup balon, membagikan undangan, menulis ucapan, dan mempercantik kelas. Kecuali member SKZ tentunya. Mereka asik berbincang dan bermain ponsel seperti tidak ada yang terjadi. Aku berjalan ke mejaku lalu duduk. Kemudian Nayeon mendekat.


"Annyeong Y/N-a!" Sapanya dengan senyum namun ada ekspresi meremehkan di wajahnya.


"Kenapa kau......"


"Jangan terkejut. Apa yang kau harapkan itu tidak akan terjadi. Aku memang tidak mendapat hukuman apa pun." Bisiknya.


"Kenapa bisa begitu?"


"Kau tahu? Yang berkuasalah yang menang. Nah, baiklah. Tidak enak bila kita membahas hal berat di pagi hari yang indah ini. Ini. Datanglah." Nayeon memberikan undangan ulang tahunnya padaku.


"Kenapa aku harus datang?"


"Karena kau tamu spesialku. Jika kau datang, aku akan berhenti mengganggumu. Tapi jika sebaliknya, hidupmu tidak akan bahagia selamanya." Ucapnya sangat pelan.


"Araseo. Aku akan datang."


"Gomawo." Nayeon pun pergi.


Aku tidak mengetahui bahwa sejak tadi Minho memperhatikan obrolanku dengan Nayeon dari mejanya. Dia penasaran dengan apa yang kami bicarakan. Tapi dia mendengar kalimat terakhirku.


('Y/N-a. Kau akan datang? Kalau begitu, aku juga.') Batinnya.


Tidak lama kemudian, Nayeon datang dengan membawa barang serupa yang telah diberikan padaku. Dengan perasaan senang, dia memberikannya. Namun, disisi lain Nayeon takut Minho tidak akan mau datang.


"Minho-ya. Ini. Datanglah di pestaku."


"Eo. Araseo." Jawabnya dengan dingin.


"Benarkah? Gomawo!"


"Eo."


Hyunjin melihat mereka berdua. Dia bingung kenapa Minho ingin datang setelah hubungan mereka tidak baik lagi.


"Cih. Tidak biasanya dia seperti itu." Ucapnya pelan.


"Hyunjin Oppa!" Yeji mengejutkan Hyunjin.

__ADS_1


"Kamjagiya! Wae?"


"Datang ya?" Yeji memberikan benda itu juga pada Hyunjin.


"Haruskah?"


"Harus!" Jawabnya dengan semangat.


"Apa Y/N akan datang?" Bisik Hyunjin.


"Eo." Yeji menjawab dengan nada malas.


"Araseo. Aku datang."


"Gomawo Oppa!"


Guru masuk karena bel sudah berbunyi. Aku dibuat emosi lagi karena reaksi Guru saat melihat kondisi kelas.


"Jadi, kalian pasti sudah tahu bahwa Nayeon ulang tahun 'kan?"


"Ne!!!!!!!" Jawab mereka kompak.


"Nayeon-a. Selamat merayakan ulang tahunmu yang ke 19 tahun!" Ucap Guru dengan ceria.


Yang berkuasalah yang menang? Aku akan membuktikan kalau itu tidak benar.



Dan sekarang sudah jam istirahat. Keadaan kelas hanya ada beberapa orang saja.


"Yeoreobun! Ayo kita ke kantin bersama member lain!" Ajak Han yang heboh seperti Ibu-Ibu.


"Gaja!!!!!!!!" Teriak Hyunjin bersemangat.


"Ya! Bisakah kau tidak teriak? Aishhh." Protes Chan.


"MINHO-YA! GAJA!!!!!" Ajak Han pada Minho.


"Tidak. Malas."


"KALAU BEGITU, GAJA!!!!!!" Teriak Han.


"GAJA!!!!!!" Jawab Chan dan Hyunjin kompak lalu mereka keluar.

__ADS_1


"Aishhh. Mereka pasti sudah gila." Gerutu Minho.


Ketika Minho sedang melihat keadaan kelas yang dia kira hanya ada dirinya sendiri, Minho melihatku tertidur di meja dengan tangan sebagai bantal. Dia mendekat lalu duduk di kursi yang ada di depan mejaku. Minho menopang kepalanya dengan tangannya di meja. Dia terus melihat mataku yang terpejam kemudian mengusap-usap rambutku.


"Kau tidak tahu seberapa besar aku mencintaimu. Jebal. Jangan pernah menjauh. Lebih baik kau selalu disisiku walaupun sikapmu tidak akan pernah bisa berubah padaku." Ucap Minho lalu dia tertidur.


Bel kali ini berbunyi pertanda istirahat telah usai dan siswa diperbolehkan untuk pulang karena para Guru harus membahas sesuatu dalam rapat penting. Aku pun terbangun karena suaranya. Alangkah terkejutnya saat membuka mata aku melihat Minho tidur di depan wajahku. Sedang apa dia di mejaku? Aku belum sempat mengangkat kepalaku, dia sudah membuka matanya. Aku langsung duduk sebelum ada orang yang masuk dan melihat ini.


"Eo? Mianhae. Aku tertidur."


"Kenapa kau disini?"


"Aku tidak sengaja. Mian."


Aku menggendong tasku lalu keluar. Tapi Minho menahan lenganku.


"Aku akan menjemputmu nanti."


"TIDAK."


"Kalau begitu, pulang bersamaku?"


"Tidak perlu."


"Wae?"


"Dia akan pulang dan pergi bersamaku." Jawab Hyunjin yang tetiba masuk.


"Mwo? Mworago?"


"Benar. Aku akan pulang dengannya. Gaja Hyunjin-a."


Aku menggenggam tangan Hyunjin lalu menariknya menuju ke motornya. Kemudian aku melepaskan tangannya dengan kasar. Aku tidak sungguh-sungguh melakukannya.


"Aku pulang. Aku sudah tahu jalannya."


"Keureonde, wae? Kau takut dia mengetahuinya dan salah paham? Apa kau menyukainya?"


Seketika aku langsung berhenti di langkahku. Aku melakukan ini karena aku ingin terlepas darinya. Aku ingin membuatnya berhenti melakukan apa yang seharusnya tidak perlu dia lakukan. Kemudian aku melanjutkan langkahku sampai di halte bus.


"Apa aku hanya sebagai alatmu untuk menghindarinya? Tak masalah selama kau tidak menyukainya. Itu artinya, kau memberiku kesempatan."


Di lima menit terakhir saat jam pelajaran sebelum jam istirahat, aku sudah tertidur di mejaku.

__ADS_1


__ADS_2