My Guardian Angel : Lee Minho

My Guardian Angel : Lee Minho
EPISODE 15. Am I Not Affecting You?


__ADS_3

"Y/N-a. Ada apa?"


"Tidak. Tidak ada apa-apa."


"Kalau begitu, terima ini."


Aku tidak ingin menerimanya namun dia mengambil tanganku lalu meletakkan benda itu. Harusnya aku tidak menerima ini. Bukan karena aku segan. Tapi itu membuatku merasa akan selalu terikat dengannya. Aku harus segera pulang sekarang juga.


"Aku pulang."


"Aku akan mengantarmu."


"Jangan. Tidak perlu."


Untung saja aku tidak lupa bahwa aku tinggal sementara di apartemen Hyunjin. Aku tidak ingin memberitahunya karena itu bukan urusannya dan dia akan mengira yang macam-macam.


"Wae?"


"Tidak apa-apa."


"Y/N-a." Dia memanggilku saat aku ingin meninggalkannya dan perlahan berjalan mendekat.


"Apa kau sama sekali tidak ada rasa denganku?"


"TIDAK ADA."


"Lihat aku. Apa aku sama sekali tidak memengaruhimu? Kita berdiri cukup dekat sekarang. Apa detak jantungmu normal? Goyahlah sedikit saja. Lalu jatuhlah, padaku."


Dia bicara tepat di samping telingaku, hampir seperti bisikan. Aku bingung ingin membantahnya dengan apa. Aku ingin membuatnya mati kata. Namun justru itu yang terjadi padaku. Kemudian dia pergi dengan memberikan senyum smirknya yang mengerikan. Sepertinya dia ke toilet. Akhirnya aku bisa bernapas lagi. Aku hanya mengeluarkan sedikit karbondioksida sejak tadi.



Seseorang menarik tasku dari belakang saat aku ingin pergi. Siapa ini? Jangan dia lagi.


"Apa kau sudah tahu jalannya?"


Astaga, aku lupa dimana aku tinggal sekarang. Benar. Dia Hyunjin. Dia terkekeh, terdengar seperti gemas padaku.

__ADS_1


"Gwaenchanha. Gaja."


Aku terpaksa pulang dengannya karena tidak ada pilihan lain. Aku juga belum tahu betul jalan menuju apartemennya. Kami akhirnya sampai di depan apartemennya dengan perjalanan sekitar lima menit menggunakan motornya. Hyunjin mengantarku sampai kedalam. Saat aku ingin masuk, Hyunjin bicara padaku.


"Ada yang ingin aku katakan padamu. Selama ini, aku.............aku.........sesungguhnya aku...... Tidak jadi. Ah, apa itu?"


"Ini...."


Hyunjin tidak jadi menyampaikan apa yang ingin dibicarakan. Dia malah menunjuk beberapa paperbag yang ada sejak tadi ada ditanganku. Sebenarnya apa yang ingin dia katakan? Mengapa dia mengalihkan topik? Namun begitu, aku sama sekali tidak ingin tahu. Sebelum aku menjawab, Hyunjin bicara lagi.


"Ah, dari dia ya?"


Dia? dia siapa? aku tidak menjawab karena tidak tahu maksud yang dia katakan. Wajah Hyunjin berubah dari tersenyum menjadi dingin. Tiba-tiba dia bicara dengan wajah yang sangat dekat dengan wajahku.


"Sudah lupakan. Mungkin lain kali. Good night."


Dia tersenyum yang sulit aku ketahui artinya. Lalu dia mengacak rambutku pelan. Aneh. Apa yang dia lakukan?



Aku pun masuk ke dalam apartemen. Aku ingin langsung membersihkan diri, namun aku melihat barang yang sudah terlalu lama kupegang. Mungkin aku akan membukanya. Hanya sebentar saja. Karena aku terpaksa harus menerima semua ini.




Aku tidak menyadari bahwa bibirku membentuk sebuah garis. Hanya sedikit sekali. Mwo? Apa aku baru saja tersenyum? Aku pasti sudah tak waras. Saat aku mengeluarkan boneka itu, sebuah surat terjatuh. Aku membacanya.


('Jika kau merasa senang saat melihat ini, itu berarti kau mengingatku. Dia akan selalu mengingatkanmu padaku.')


Kenapa kau selalu seperti ini? Bisakah kau berhenti? Aku sudah lelah.



Esok hari di sekolah, aku saat terkejut saat memasuki kelas. Mengapa? Karena seluruh isi kelas dihiasi balon berwarna-warni dan ucapan selayaknya perayaan untuk seseorang yang sedang berulang tahun. Yang membuatku heran dan kaget, orang yang berulang tahun adalah............Nayeon.


Flash Back Tomorrow (On) :

__ADS_1


"Eomma. Aku ingin bertemu temanku dulu. Eomma pulang lebih dulu saja."


"Eo. Keurae. Eomma tunggu di rumah ya?"


"Eo Eomma. Hati-hati!"


Nayeon masuk ke kelasnya untuk menemui Itzy dan ternyata mereka belum pulang. Mereka sedang berbincang sambil berjalan hendak keluar kelas untuk pulang. Nayeon menghadang di depan pintu.


"Aku ingin bicara dengan kalian."


"Eo. Bicara apa?" Tanya Yeji mewakili.


Mereka sebenarnya tidak ingin bicara dengannya. Namun mereka tahu siapa yang sedang dihadapi. Wajah sekolah. Nayeon adalah wajahnya sekolah ini. Jadi mereka akan menuruti apa pun perkataannya karena takut kena masalah. Sekarang mereka sedang di taman belakang sekolah. Nayeon sengaja membawa mereka kesini karena disini jauh dari ruang kelas yang artinya disini sangat sepi.


"Kalian sangat tidak menyukai Y/N 'kan?"


"Benar. Kami sangat membencinya. Bahkan semua orang pun begitu."


"Aku akan memberinya pelajaran."


"Bagaimana itu?"


"Aku butuh bantuan kalian. Besok adalah hari ulang tahunku. Mendekatlah."


Mereka mendekat membentuk lingkaran merundingkan suatu rencana. Tidak ada yang mengetahui apa yang mereka bicarakan kecuali mereka sendiri. Yang pasti, mereka merencanakan hal buruk.


"Eottae?"


"Aku sangat suka itu. Bagaimana dengan kalian teman-teman?"


"Rencana yang menarik."


"Aku menyetujuinya."


"Bagus. Aku setuju."


"Benar. Akan sangat menyenangkan."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Kita akan memulainya besok."


Flash Back Tomorrow (Off)


__ADS_2