My Guardian Angel : Lee Minho

My Guardian Angel : Lee Minho
EPISODE 17. Like Cinderella


__ADS_3

Aku ingin membuka pintu apartemen namun aku melihat sebuah kotak berwarna merah muda menghalangi jalan masuk. Aku mengambilnya dan mencari nama pengirimnya. Namun aku tidak menemukannya. Jadi aku membawanya masuk untuk memeriksanya lagi. Tetap saja tidak ada nama orang yang mengirim ini. Sebuah surat aku temukan didalamnya.


('Aku ingin melihatmu memakai ini. Sebenarnya kau selalu terlihat cantik dengan pakaian apa pun. Kau seperti Cinderella. Aku menunggumu.' -Lee Minho-)


Wae? Wae kau mengirim ini? Aku melihat kotak itu yang ternyata isinya adalah sebuah gaun tertutup berwarna biru muda dan sepasang sepatu hills putih. Sudah pukul 18.45. Sebaiknya aku bersiap karena acaranya dimulai pukul 19.00. Aku memakai gaun itu dan berkaca.



Aku tidak suka ini. Aku tidak suka perlakuannya. Tapi aku harus memakainya karena aku memang tidak mempunyai pakaian yang bagus seperti orang-orang. Bel berbunyi. Siapa yang datang? Hanya satu orang yang megetahui aku tinggal disini. Aku pun membukakan pintu.


"Sudah kubilang aku akan menjemputmu."


Ternyata benar. Hyunjin yang datang. Dia langsung bicara seperti itu. Tapi kemudian dia terdiam menatapku dengan sedikit senyumnya. Ada apa dengannya?


('Seperti Cinderella.')


"Kenapa kau disini?"


"Mengajakmu pergi bersamaku. Gaja."


Dia langsung menarikku begitu saja tanpa sempat menolak dan membukakan pintu mobil untukku. Setelah sepuluh menit, kami sampai di rumah Nayeon yang megah.



Aku sangat takjub dengan rumah ini. Dekorasi yang indah, berkelas, mewah, dan sangat meriah. Hyunjin mengajakku masuk dengan menggenggam tanganku. Di ruang tamu yang besar acara ini dilaksanakan. Semua orang yang sudah datang sedang mengobrol dan bercanda tawa. Tapi perhatian mereka menjadi berpusat padaku dan Hyunjin.


"Itu Kim Y/N? Daebak."


"Dia bersama Hyunjin?"


"Lihat tangan mereka."


"Dia sungguh terlihat berbeda."


"Harus kuakui. Mereka serasi."


Aku juga melihat Nayeon yang terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna merah muda. Pasti hanya satu perasaan yang sedang dirasakannya. Bahagia. Dia tersenyum kearahku. Namun senyumnya kali ini berbeda dia menghampiriku.

__ADS_1


"Kau sudah datang? Silahkan duduk disana."


"Tidak. Kami akan kesana. Gaja Y/N-a."


Sebenarnya Nayeon menunjuk meja yang terdapat member Itzy yang sedang berbincang. Karena satu kursi kosong disana, jadi dia menyuruhku duduk disana. Tapi dengan cepat Hyunjin menarikku untuk duduk di meja SKZ. Dia menyuruhku duduk di kursi di sebelahnya.



Aku baru sadar ternyata Minho duduk disampingku juga. Sebenarnya dia melihatku masuk tadi. Namun aku tidak mengetahuinya. Matanya terus menatapku. Aku memilih menunduk karena di sekelilingku hanya ada member SKZ. Aku tidak tahan lagi. Aku harus pergi dari sini.


"Y/N-a. Kau terlihat cantik." Puji Seungmin.


"Eo. Seperti seorang Putri." Tambah Jeongin.


"Kalau begitu, biar aku menjadi pasanganmu malam ini." Canda Han.


"ANDWAE!"


"ANDWAE!" Jawab Minho dan Hyunjin kompak.


"Benar. Kenapa kalian seperti tidak suka?" Heran Chan.


"Ma-ma-maksudku bukan begitu." Jawab Minho.


"Benar. Aku tidak suka." Ucap Hyunjin.


"MWO?" Tanya mereka bersamaan.


"Hyunjin-a. Apa kau menyukai Y/N?" Tanya Changbin.


Suasananya semakin tidak menyenangkan. Aku tidak nyaman menjadi pembicaraan mereka. Saat aku berdiri hendak duduk di kursi lain. MC mengumumkan bahwa para hadirin harus duduk untuk memulai pembukaan acara ini. Jadi aku tidak bisa pergi dari sini. Aku terpaksa duduk lagi.


"Para hadirin yang berbahagia, silahkan duduk di kursi yang telah disediakan agar acara dapat segera dimulai. Pertama-tama akan ada pembukaan acara ini yaitu berisi sambutan atau ucapan yang akan disampaikan oleh Im Nayeon. Beri tepuk tangan!"


Semua orang bertepuk tangan dengan meriah. Nayeon naik ke atas panggung acara dengan cahaya mengarahinya karena dia bintang utama dalam ulang tahunnya.


"Aku berterima kasih atas kedatangan kalian malam hari ini. Aku sangat bahagia. Karena orang yang sangat kusayang masih hadir di ulang tahunku seperti tahun-tahun sebelumnya. Gomawo Minho-ya."

__ADS_1


Merasa ada yang menyebut namanya, Minho yang sejak tadi tidak memperhatikan Nayeon menjadi teralihkan pandangannya kearah panggung. Nayeon terlihat tersenyum namun Minho membalasnya dengan wajah datar tanpa senyum. Nayeon pun tidak ingin suasananya menjadi hening.


"Dan terima kasih juga untuk member SKZ dan Itzy serta teman-teman lain yang sudah menyempatkan diri untuk datang. Aku sangat bersyukur dan bahagia."


"Terima kasih atas ucapannya. Ne. Selanjutnya akan ada acara tiup lilin dan potong kue!"


Beberapa orang membawa sebuah kue berukuran sedang namun berkelas. Kue itu sangat indah hingga merasa sayang jika dimakan. Kemudian semua tamu mendekat di depan panggung sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


Saengil cukhahamnida


Saengil cukhahamnida


Saengil cukhahamnida Nayeon-a.


Saengil cukhahamnida


Nayeon meniup lilin tersebut lalu mengepalkan tangannya untuk membuat harapan. Kemudian dia memotong kue pertama untuk diberikan kepada orang yang dia sayang.


"Wah, kira-kira siapa orang tersayang yang akan menerima potongan kue pertama?" Ucap MC di micnya.


"Minho-ya. Terimalah."


"Daebak! Lee Minho mendapat potongan pertama!"


Semua mata tertuju pada Minho dan Nayeon. Minho belum menerima kue yang diberikan Nayeon untuknya. Bahkan dia tak bergerak atau berekspresi sama sekali. Namun matanya seperti menggambarkan bahwa dia tidak suka suasana saat ini. Nayeon pun menyuapinya. Melihat itu, Minho terpaksa membuka mulutnya. Semua orang bersorak bahagia.


"Mereka sungguh serasi sekali. Aku benar 'kan? Lalu siapa yang akan menerima kue yang kedua?" Tanya MC.


"Ini, Y/N-a. Aku tahu kau belum pernah memakannya."


Nayeon memberikannya padaku. Tapi, mwo? Apa maksud ucapannya? Apa dia sengaja mempermalukanku? Lihat saja sekarang. Semua yang hadir menatapku sambil membisikkan sesuatu. Aku hanya bisa menerimanya.


"Gomawo."


"Eo. Minho-ya. Apakah enak? Kau suka dapat yang pertama dariku?"


"Aku ke toilet."

__ADS_1


__ADS_2