My Guardian Angel : Lee Minho

My Guardian Angel : Lee Minho
EPISODE 11. I Want To Make Up For My Mistake


__ADS_3

Aku dan Minho sampai dihalaman rumahku. Ketika aku ingin masuk, Minho membuka suaranya.


"Aku ingin menebus kesalahanku."


Aku mempersilahkan Minho masuk karena sepertinya dia serius untuk menembus kesalahan atas kejadian tadi. Dia duduk duduk di bangku ruang tamu. Minho terlihat sedang mengotak-atik ponselnya untuk menghubungkan sebuah film pada tv-ku. Dia bilang aku harus menonton film horor yang dipilihnya.



Sementara aku menyeduh dua ramen dan menyediakan dua minuman soda di dapur. Saat sudah selesai, aku membawanya dengan nampan ke ruang tamu. Tapi aku tidak melihat Minho disana. Aku mencarinya ke seluruh ruangan yang ada di rumahku. Mulai dari kamar mandi sampai ke dapur lagi. Hanya ruangan terakhir yang kurasa dia tidak mungkin masuk kedalamnya tanpa izin.



Minho masuk ke kamarku tanpa aku ketahui. Dia seperti mencari-cari suatu barang. Dia membuka-buka semua laci hingga bawah kasur.


"Ayolah, dimana itu?"


Kamarku. Benar. Aku belum mencarinya kesana. Aku membuka pintu. Ternyata Minho ada disana. Sikapnya sedikit aneh. Dia terkesiap saat aku membuka pintu. Dan seperti ada barang yang disembunyikan dibelakangnya.


"Sedang apa kau di kamarku?"


"Ah, maaf aku lancang. Aku hanya melihat-lihat fotomu saat masih kecil."


"Keluar."


Aku menarik tangannya keluar kamar lalu menutup pintu kamarku.


"Cha. Makan lalu pergilah." Ucapku padanya setelah kami duduk.


"Shiro."

__ADS_1


Minho menyalakan tv yang sudah ia sambungkan tadi dengan remot kontrolnya. Benar-benar menganggap seperti rumahnya sendiri.


"Aku akan pergi setelah filmnya usai."


Ucapnya sambil mulai melahap mi ramen yang masih panas. Aku juga melakukan hal yang sama sambil menyaksikan film bergenre horor itu. Tiba-tiba secara tidak sengaja aku melirik Minho yang sedang kepanasan karena mi ramen yang baru matang sambil menatap tv.



Aku memandangnya cukup lama. Sampai tanganku terasa pegal karena memegang cup ramen tanpa memakannya. Minho sadar bahwa dia sedang ditatap. Dia mengalihkan pandangannya padaku. Lalu mata kami melakukan kontak agak lama. Kemudian Minho bersuara.


"Kau menatapku sejak tadi?"


Sadar dengan pertanyaannya, aku tersentak lalu melahap mi-ku dengan asal hingga aku tersedak dan batuk.


"Neo gwaenchanha? Ini, minumlah."


Minho menyodorkan soda padaku lantas aku meminumnya dengan tergesa-gesa. Kemudian dia tersenyum misterius padaku. Lebih tepatnya senyuman jahil.


"A-a-anio."


"Keurae?"


"Eo."


Setelah kami menghabiskan makanan masing-masing, aku dan Minho hanya fokus menonton. Kemudian dia menanyakan sesuatu padaku.


"Jadi, kau tinggal sendiri disini?"


"Eo. Darimana kau tahu?"

__ADS_1


("Pasti kau kesepian.")


"Orang-orang mengatakannya. Aku juga sudah mengetahui orang tuamu. Kau selalu terlihat baik-baik saja. Namun, kau tahu? Aku mampu mendengar tangisanmu dalam diam yang tak pernah kau keluarkan sebelumnya."


Benar. Selama ini, aku berpura-pura baik-baik saja agar tidak dianggap lemah. Tapi tetap saja, sikap mereka tidak pernah berubah padaku. Aku ingin meneteskan air mataku yang telah kubendung sejak lama tapi setiap aku ingin melakukan itu walau hanya sekali, aku merasa itu hanya akan membuang waktu dan semakin membuatku merasa lemah.


"Tutup matamu." Pintaku padanya.


"Eo?"


"Ppalli."


Minho menutup kedua matanya. Lalu aku menangis tanpa suara dan ekspresi. Aku hanya membiarkan air mata ini pergi bersama dengan semua rasa lukaku.


"Kau ingin melakukan apa?"


Tanya Minho bingung dengan matanya yang masih tertutup. Merasa hening karena aku tidak menjawab, Minho membuka matanya pelan-pelan dan menemukan aku sedang menangis.


("Bahkan kau sangat cantik saat sedang menangis.")


"Gwaenchanha. Kau bisa melakukannya di depanku. Tidak akan ada yang memarahimu. Na gyeote isseulge."


Minho menarikku ke dalam pelukkannya yang hangat. Saat itu juga suara tangisku keluar. Seperti membawa separuh dari diriku. Dia mengelus kepalaku pelan. Mengatakan semua akan baik-baik saja.


"Gwaenchanha."


Minho menghapus air mataku. Aku merasakan perasaan yang aneh. Perasaan yang tidak pernah aku kenal sebelumnya. Aku merasa nyaman dekat dengannya.


[You know whenever there's a chance I will tell you that you're amazing as you are. Cause when you give me a glance I am sure that I see the universe in your eyes. Don't you ever tell yourself that you're not enough I am certain that you're truly fine. You are a miracle miracle, you are youtiful] -Youtiful-

__ADS_1


Minho menyanyikan sepotong lirik lagu dengan suara pelan yang menenangkan. Aku mendengarkan di pelukkannya. Aku menyukai lagu itu. Sangat indah.


"Aku tidak akan membiarkanmu sendirian lagi."


__ADS_2