My Guardian Angel : Lee Minho

My Guardian Angel : Lee Minho
EPISODE 6. WHY ARE YOU LYING?


__ADS_3

"Lalu kenapa bisa ada di bawah mejamu?"


"Saya tidak tahu."


"Wah, dia berbohong Bu!"


"Demi mendapat nilai terbaik!"


"Sungguh cara yang menjijikkan!"


"Hukum saja Bu!"


"Benar, hukum saja!"


"Cukup semuanya! Y/N, sebagai hukuman atas tindakanmu ini, kau akan membersihkan semua buku-buku usang di perpustakaan sampai selesai jam istirahat!"


"Tapi Bu, saya tidak melakukannya."


"Sekarang kau keluar dan langsung ke perpustakaan!"


Dihukum atas kesalahan orang lain? Bagaimana rasanya menurut kalian? Ini seperti ada yang merencanakan. Dia pasti sengaja membuatku seperti ini. Yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah menjalankan hukuman ini. Aku berjalan sambil sesekali menghembuskan napas.


"Saya otak semua ini. Jadi hukum saya juga."


"Mwo?"


"Aigo, apalagi yang dilakukannya?"

__ADS_1


"Membelanya?"


Semua siswa terkejut dengan pernyataan seorang siswa yang mengaku bahwa ia otak dari pencurian kertas ulangan itu. Begitupun dengan Guru.


"Apa? Minho! Kau dalang dari semua ini?"


"Benar. Saya akan membersihkan buku juga. Kalau begitu, saya permisi."


Minho keluar kelas sementara Guru dan para murid membuka mulut mereka saking tidak percayanya.



Aku mengelap buku-buku yang tampaknya sudah sangat kotor hingga warnanya berubah menjadi coklat. Aku ingin segera menyelesaikannya agar bisa mengikuti ulangan susulan.




Tapi dia. Laki-laki itu membantu membersihkan tanpa sepengetahuanku. Aku sedang membersihkan di rak paling atas dengan naik diatas bangku. Ketika aku mulai mengelap, aku kehilangan keseimbangan dan jatuh kebawah tepat diatas laki-laki yang masuk tadi. Aku menatapnya baik-baik dibalik kacamataku. Kenapa dia ada disini? Aku langsung menjauhkan diri darinya kemudian berdiri.


"Kau terluka?"


"Tidak." Jawabku dengan datar.


Dia Minho. Minho bangkit berdiri dan mulai melangkah maju padaku pelan-pelan membuat aku mundur ke rak buku dibelakangku.


"Aku tahu kau tidak melakukannya. Benar 'kan? Oleh karena itu, ayo keluar dari sini."

__ADS_1


Perkataannya membuatku merinding karena dia bicara dengan berbisik. Dia makin mendekatkan dirinya padaku hingga jarak wajah kami hanya beberapa senti saja. Kemudian Minho melepas kacamataku sambil menatapku.


"Kau, memang cantik."


Aku makin tidak bisa bernapas karena terlalu dekat. Lalu seseorang masuk dan memergoki kami di antara rak buku yang sempit.


"Ya! Kalian disuruh mengerjakan ulangan harian susulan di kantor pada jam istirahat."


Ucap laki-laki itu. Napasnya terengah-engah karena habis berlari sebelum sampai kesini. Kemudian dia terkujut melihat kami.


"Han?" Tanya Minho.


"A-a-apa y-yang kalian la-lakukan?"


Aku mengambil kacamataku dari tangannya kemudian segera keluar perpustakaan. Lagipula ini sudah bel istirahat.


"Ya! Kau sedang apa dengannya tadi?" Bisik Han pada Minho setelah aku pergi.


"Bukan apa-apa."


Minho juga keluar menyusulku untuk ke kantor. Dia berjalan tepat disampingku. Yang membuatku terganggu adalah senyumnya yang tidak bisa dikendalikan. Berjalan saja sambil tersenyum tidak jelas dengan memperlihatkan giginya yang rapi.


"Aishhh, bagaimana ini? Aku belum belajar."


Keluhnya disampingku. Dia memang termasuk siswa yang cerdas. Aku akui itu. Minho selalu masuk peringkat lima besar. Hanya saja dia tidak sombong dan selalu merendah. Aku mempercepat langkahku hingga sampai di kantor. Aku abaikan dia yang berteriak.


"Ya!"

__ADS_1


__ADS_2