
"Baiklah anak-anak, buka buku fisika kalian, bab 5. Ibu akan menerangkan bab tentang.........."
Setelah Guru menjelaskan selama kurang lebih 30 menit, ia bertanya pada siswa siswi.
"Sampai sini, apakah kalian sudah paham?"
"Belum!!!" Jawab mereka serempak, kecuali aku.
"Baiklah. Untuk mengecek pemahaman kalian, silahkan yang Ibu panggil agar mengerjakan soal yang Ibu tulis di papan tulis."
Semua murid menunduk, karena takut nama mereka akan dipanggil mengingat mereka belum paham dengan materi yang disampaikan tadi.
"Lee Minho dan Kim Y/N."
Mereka semua heboh sendiri karena aku disandingkan dengan laki-laki populer itu dalam mengerjakan soal. Aku sendiri tidak terkejut dan langsung maju kedepan.
Aku mencoba mengerjakan soal ini sesuai pemahamanku tadi. Soalnya dibuat sama, tapi kami tidak boleh melihat jawaban satu sama lain. Jadi, hasilnya nanti akan dicocokkan mana yang benar. Aku menulis disisi kanan dengan tangan kiriku. Benar. Aku kidal. Sementara dia menulis disisi kiri dengan tangan kanan.
Ketika dia menulis sambil bergeser kesisi kanan, tangan kami bersentuhan secara tidak sengaja.
__ADS_1
"Ah, mianhae." Bisiknya di telingaku.
Aku mencoba fokus kembali sampai soalnya selesai. Aku sudah selesai terdahulu, kemudian disusul oleh lelaki itu. Kami kembali ke tempat duduk masing-masing.
"Baiklah. Kita akan koreksi bersama-sama."
Setelah satu menit Guru memeriksa jawaban, ia kemudian berkata.
"Benar. Tepat sekali. Beri tepuk tangan untuk mereka berdua."
Sebagian siswa bertepuk tangan dengan keras dan bersemangat, karena ditujukan pada Lee Minho. Sebaliknya, sebagian siswa yang lain memberi ekspresi sinis kearahku. Guru yang tidak tahu hal itu pun langsung melanjutkan materi berikutnya. Tapi aku merasa ada yang memperhatikanku dari jauh. Ketika aku berbalik, semua siswa sedang memperhatikan materi dan ada juga yang mengobrol. Mungkin hanya perasaanku.
"Annyeong! Kurasa sejak kelas X kita belum pernah bicara. Jadi biar aku perkenalkan diri ulang. Namaku Lee Minho."
Ucapnya dengan nada ceria sambil mengulurkan tangannya dan tidak lupa dengan senyum tulusnya.
Aku hanya melihat tangannya sekilas dan berlalu meninggalkan kelas. Chan yang melihat itu langsung menghampiri Minho.
__ADS_1
Leader itu memang satu kelas denganku, bersama tiga member lainnya. Member SKZ dibagi di dua kelas. Bangchan, Lee Minho, Han Jisung, dan Hwang Hyunjin berada di kelas XII-A. Sementara Changbin, Lee Felix, Kim Seungmin, dan Yang Jeongin di kelas XII-B.
"Ya! Kau ini masih belum mengerti atau tidak tahu? Dia itu perempuan dingin yang jarang bicara. Bahkan semua orang menganggap kau anak lelaki pertama yang mengajaknya bicara." Bisik Chan di telinga Minho.
"Eum. Aku sudah mengetahuinya." Ucap Minho sambil menatap kearah pintu kelas.
Bel masuk berbunyi. Aku keluar perpustakaan setelah membaca pelajaran yang dijelaskan Guru tadi. Tapi aku merasa harus ke toilet. Akhirnya aku pun kesana. Ketika aku ingin keluar, Itzy masuk dengan tempat sampah di masing-masing tangan mereka.
"Ya! Kim Y/N! Apakah kau tidak pernah mandi? Baumu seperti barang yang kami pegang saat ini!"
"Maja! Aku hampir tidak bisa membedakan yang mana sampah. Yang kupegang, atau yang ada dihadapanku ini?"
"Astaga, perbedaan mereka terlihat sekali."
"Benarkah? Apa itu?"
"Yang kupegang ini mati, sementara yang didepan kita hidup dan bersekolah!"
Mereka mengejekku dengan suara tawa yang dibuat-buat. Aku semakin terpojok ke dinding toilet. Aku hendak keluar, tapi mereka malah menyiramkan sampah basah dikepalaku.
"Nah, setelah ini kau tidak akan lupa mandi lagi."
"Mandi yang bersih ya?"
__ADS_1
"Bye bye!"