My Guardian Angel : Lee Minho

My Guardian Angel : Lee Minho
EPISODE 13. Please, Someone Help Me


__ADS_3

Aku berjalan menuju rumahku dengan sangat pelan karena lelah. Aku sampai rumah pukul 18.00. Sebelumnya aku hanya berkeliling dengan bus karena aku sedang tidak ingin dirumah. Aku terkejut karena beberapa orang tampak sedang mengeluarkan semua barang-barangku dari rumah.


"Ahjussi. Tolong hentikan. Ada apa ini?" Tanyaku sambil menghalangi mereka.


"Ah, kau belum membayar uang sewa bulan ini. Ini sudah lewat tiga hari. Kami disuruh untuk mengusirmu."


"Ne? Tolong jangan usir saya. Saya akan bayar minggu depan ketika mendapat gaji." Ucapku dengan tangan memohon.


"Minggu depan? Tidak bisa. Kami harus mengusirmu sekarang juga. Kau juga selalu telat membayar tiap bulan."


"Jebal ahjussi, jangan usir saya."


Mereka telah selesai melakukan pekerjaan mereka kemudian mereka pergi dengan mobil bak yang diparkir depan rumahku.



Aku mengambil koper yang berisi pakaian dan seragam sekolahku dan tas sekolah yang berisi buku-buku pelajaranku. Aku berjalan di sepanjang trotoar mencari tempat untuk tidur malam ini. Tapi semua toko belum waktunya tutup. Jika aku meminta menginap, mereka pasti akan memarahiku.



Aku berhenti berjalan karena kakiku lelah. Aku berjongkok di trotoar sambil memeluk tubuhku. Udara memang selalu dingin ketika berada di luar malam hari.


Tik Tik Tik


Bunyi hujan kecil terdengar membasahi atap di ruko sekitar. Aku tidak tahu lagi harus kemana.


Brooom!


Aku mendengar mobil seseorang yang menepi tepat di depanku. Pemiliknya keluar dan memayungiku. Lalu dia menyejajarkan posisinya denganku dan memegang tanganku.


"Kau tidak kedinginan? Kenapa diluar malam hari?"


Aku mengangkat kepalaku. Hyunjin? Aku memutuskan untuk ikut dengannya setelah menceritakan kejadian yang menimpaku tadi. Awalnya aku tidak mau ikut bersamanya. Namun dia khawatir denganku.



Aku hanya memandang rintik hujan kecil dari kaca jendela mobil. Tidak lama kemudian, kami berhenti di depan sebuah apartemen yang terlihat mewah. Kenapa dia membawaku kesini? Aku tidak ingin bertanya karena posisiku disini hanya orang yang sedang dibantu.



Hyunjin keluar dan memegang tanganku sebelah tangannya lagi membawa koperku. Kami memasuki apartemen itu hingga sampailah di sebuah kamar.


"Ini apartemenku. Aku kesini jika sedang ingin sendiri atau memikirkan sesuatu. Jadi aku jarang ada disini. Kau bisa tinggal disini sampai kau menemukan tempat." Ucap Hyunjin ketika kami sudah masuk.


"Kau bisa merapikan barangmu sekarang."


Saat dia hendak pergi, aku memegang tangannya. Aku refleks melakukan itu secara spontan.


"Hyunjin-a. Gomawo."


('Wah, ucapan itu membuatku gugup.')


"Ah, tidak perlu. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya. Kalau begitu, aku pergi."

__ADS_1


Ucapnya lalu keluar. Diluar, Hyunjin bersandar di pintu kamar sambil memegang dadanya.


('Apa aku terlihat bodoh? Jantungku berdetak terlalu cepat.')


('Aku akan segera pergi dari sini.')


Pagi hari di sekolah, aku berada di lab IPA karena aku melupakan buku catatanku yang tertinggal ketika kami praktik disini. Aku ingin keluar ketika sudah mendapatkan barang yang aku cari. Tapi seseorang masuk dengan membuka pintu sangat keras.


"Wae? Kau terkejut aku disini?"


"Nayeon? Pikyeo." Ucapku lalu ingin pergi. Namun dia menjambak rambutku dari belakang.


"Bukankah aku sudah bilang padamu? Aku, sangat membencimu bersamanya. Tidakkah kau mengerti?" Dia berkata di telingaku dengan penuh penekanan.


"Ne. Aku mengerti." Jawabku ketakutan.


"KEOJITMAL!!! LENYAPLAH KAU!!!


Nayeon menyiramkan bensin yang telah ia sembunyikan dibelakangnya disekelilingku lalu melempar korek api. Aku sangat ketakutan. Aku tidak tahu dia akan bertindak sejauh ini.


"Nayeon-a! Geumanhae! Jebal!" Aku memohon dengan tetesan air mata.


"MWO? KAU TAHU? PERASAAN YANG KUPENDAM? DIA SELALU MEMANDANGMU SAAT AKU BERSAMANYA! AKU BENCI TATAPAN MATANYA YANG HANGAT PADAMU! SEMUANYA AKAN BAIK-BAIK SAJA JIKA TIDAK ADA KAU! ENYAHLAH!"


Dia terus berteriak padaku sementara api terus menyebar dan aku ditengah-tengahnya. Setelah perkataannya itu, dia pergi dan mengunci lab. Aku memeluk tubuhku sendiri. Inilah akhirku. Benar-benar akhir dari kisah hidupku. Aku mulai kesulitan bernapas dan akhirnya aku pingsan.



TRIIIIIIINGGGGGGGG


"Seorang siswi terbakar di lab IPA! Tolong dia!"


Semua orang menjadi teralihkan perhatiannya. Mereka berbondong-bondong menuju tempat yang dikatakan siswa itu. Dan ternyata benar. Seorang siswi tergeletak didalamnya dengan api yang berkobar.



Sementara di kelas XII-A, Minho yang sedang membaca pun penasaran dengan keributan yang membuat kelasnya sepi. Hanya ada empat member SKZ. Mereka memang terkenal sangat tenang apa pun masalah keributannya.


"Omo! Kenapa sepi sekali? Hanya ada kita." Ucap Han yang mulai penasaran.


"Entahlah. Kudengar ada sedikit masalah." Jawab Minho yang kurang peduli tanpa mengalihkan matanya dari buku yang dibaca.


"Dimana?" Tanya Hyunjin.


"Tidak tahu." Jawab Minho lagi.


"Haruskah kita mengeceknya?" Tanya Bangchan.


Kemudian datang seorang siswa tadi dengan napas terengah-engah karena sibuk berteriak dan berlari menyampaikan kejadian yang ia lihat. Siswa itu tampak kesusahan berbicara di depan SKZ sambil memegang gagang pintu.


"Ada apa?" Tanya Hyunjin.


"Bicaralah." Suruh Bangchan.

__ADS_1


"Seorang siswi terjebak api di lab!" Ucapnya dengan napas tidak beraturan.


"MWO? SIAPA?" Tanya Han terkejut.


"Sepertinya, Kim Y/N!"


"Saekkiya! Kenapa baru bilang sekarang?!?!"


Bentak Minho yang sangat emosi. Dia berlari keluar diikuti Hyunjin dengan wajah panik. Lalu Bangchan dan Han pun juga keluar mengikuti mereka. Begitu semua member SKZ datang, Minho menerobos kerumunan dan mencoba membuka pintu. Tanpa pikir panjang, dia mendobrak pintu itu dan menggendong gadis malang itu.



Minho meletakkan Y/N di depan kerumunan agar mendapatkan pertolongan pertama. Untunglah dia tidak sampai terbakar dan hanya sesak napas.


"Y/N-a. Kau terluka? Hirup ini." Ucap Minho panik sambil memberikan alat bantu napas dari saku bajunya sementara orang-orang yang melihat berbisik-bisik.


"Siapa yang melakukan ini?"


"Apakah ini hanya permainannya?"


"Pasti ini hanya kepura-puraannya saja."


"Aigo aigo, mencari perhatian."


Mendengar itu, Hyunjin emosi dan membentak semua orang yang berbisik-bisik itu.


"YA! BISA-BISANYA KALIAN MENGATAKAN ITU SEKARANG! TIDAKKAH SEHARUSNYA KALIAN MENOLONGNYA?!?!"


"Hei! Kenapa lab bisa terbakar? Siapa yang melakukannya!?" Tanya Kepala Sekolah yang baru datang diikuti dengan Guru-Guru lainnya.


"Hanya dia yang mengetahuinya." Tunjuk siswa yang tadi kepadaku.


"Y/N-a, siapa yang melakukannya?" Tanya Minho pelan setelah aku bernapas normal kembali. Aku ingin menjawab jujur, namun Nayeon berdiri tidak jauh dari kerumunan dengan mata tajam dan tangan yang dilipat didada.


"Na.....Na....."


"Siapa?" Tanya Minho lagi.


"Nayeon."


"Mwo?"


"Tidak mungkin."


"Dia difitnah."


"Jelas bukan Nayeon."


Semua orang tidak percaya bahwa Nayeon pelakunya. Nayeon pun tidak terima. Ia membela diri.


"KEOJITMAL! Dia menuduhku untuk mencari perhatian! Padahal dia sendiri yang melakukannya!"


"Untuk apa dia melukai diri sendiri? Wae? Kau takut?"

__ADS_1


__ADS_2