
Aku membuka pintu kantor dengan pelan. Tiba-tiba Minho sudah sampai saja di sebelahku. Dia hampir mengejutkanku. Kami menemui Guru mapel yang memberi ulangan harian tadi.
"Permisi. Kami akan mengikuti ulangan harian susulan." Ucapku.
"Ah, Y/N dan Minho ya?"
"Benar." Jawab Minho.
"Silahkan kerjakan ini di ruang utama kantor."
"Baik."
Guru memberikan masing-masing tiga lembar soal dan satu lembar jawab lalu menyuruh kami mengerjakannya di ruang utama kantor. Ruang itu biasa ditempati untuk tamu-tamu Guru. Dan sekarang ruang itu sepi. Kurasa itu alasannya Guru menyuruh mengerjakannya disitu.
"Baiklah. Aku akan fokus."
Minho tampak serius mengerjakan ulangan. Dia terlihat cukup mampu mengerjakannya. Padahal dia bilang belum belajar. Kami duduk berhadapan dan dibatasi meja.
Tiga puluh menit berlalu, istirahat juga telah usai. Aku telah menyelesaikannya sampai tuntas. Aku hendak memberinya pada Guru, tapi ketika melihat Minho, kenapa dia menunduk di meja?
Aku menggoyangkan pundaknya, tapi dia tetap diam. Kemudian dia terjatuh ke sofa. Ternyata dia tertidur. Aku melihat lembar jawabnya yang sudah penuh dengan jawaban. Aku mengambilnya lalu mengumpulkannya sekalian. Saat aku ingin keluar dari ruang kantor, aku terkejut.
"Kau ingin meninggalkanku?" Tanya Minho sambil menguap.
Aku keluar saja tanpa mendengarkannya. Dia juga keluar. Aku berjalan ke kelas duluan. Tapi aku mendengar dia seperti bicara dengan seseorang.
"Nayeon?"
"Ikut aku."
Perempuan itu menarik tangan Minho ke taman. Sedangkan aku sudah sampai di kelas. Nayeon namanya. Semua orang tahu siapa dia. Bahkan mereka takut padanya. Kabarnya, Nayeon adalah sahabat Minho sejak masa SMP. Tapi saat mereka kelas X SMA, hubungan mereka memburuk.
__ADS_1
Rumor mengatakan, hal itu karena cinta Nayeon yang bertepuk sebelah tangan. Nayeon terus memaksa Minho untuk menganggapnya lebih dari teman. Tapi Minho tidak menginginkan itu. Ia lebih baik mengakhiri hubungannya dengan Nayeon sebagai teman dan meninggalkannya.
"Lepas! Apa yang ingin kau bicarakan?" Minho melepas tangannya dari genggaman Nayeon.
"Apa hubunganmu dengan Y/N?"
"Apa maksudmu?"
"Kudengar kalian selalu bertemu dan bicara."
"Apa itu urusanmu?"
"Ya. Karena aku menyukaimu."
"Aku sudah menjawabnya bukan?"
"Tapi aku tidak akan berhenti untuk membuatmu menyukaiku."
Minho meninggalkan Nayeon karena bel pulang sudah berbunyi. Nayeon hanya bisa meremas jarinya. Ia sangat ambisius agar rasa cintanya terbalas.
Aku tengah memasukkan buku-bukuku kedalam tas kemudian keluar kelas. Tidak lama kemudian terdengar suara bentakan yang sangat kukenal. Aku mengintip dibalik pintu kelas.
"Apa itu ulah kalian?" Tanya Hyunjin tenang tapi penuh penekanan.
"Hyunjin Oppa, kami tidak mengerti apa yang kau bicarakan." Jawab Yeji dengan manja.
"MALHAE!!!"
"Aishhh. Araseo araseo. Bukan kami. Puas?"
Jika bukan mereka, siapa yang melakukannya? Aku tidak mencurigai orang lain selain mereka. Hyunjin keluar dan menemukanku sedang berdiri di samping pintu kelas. Aku juga melihat Minho sedang berbicara dengan perempuan tadi di ujung lorong. Tampaknya serius. Tanpa sadar, aku memperhatikan mereka.
__ADS_1
"Aku akan melakukan apa saja. Bahkan hal yang tidak pernah kau pikirkan sekali pun."
"Kenapa kau menjadi seperti ini? Kau berubah."
"Aku selalu seperti ini. Tidak pernah berubah. Hanya saja, aku terlalu menyukaimu."
"Aishhh, jinjja. Hentikan omong kosongmu. Sampai kapanpun aku tidak bisa mencintaimu."
"Minho-ya!"
Minho pergi meninggalkan Nayeon. Dia berjalan kearahku dan Hyunjin.
"Pulang bersamaku."
"Tidak. Dia pulang bersamaku."
"Ya! Hyunjin-a! Bukankah kau membawa motor? Itu akan berbahaya."
"Aku akan hati-hati. Ayo."
"Tidak bisa."
"Wae? Kau bukan siapa-siapanya 'kan?"
"Bagaimana denganmu? Kau juga bukan siapa-siapanya bukan?"
Mereka berdebat sambil memegang tanganku. Minho memegang tangan kiriku, sementara Hyunjin tangan kananku. Kenapa jadi seperti ini? Aku bisa pulang sendiri. Aku melepaskan tanganku dari mereka. Aku berjalan menuruni tangga.
"Y/N-a!" Panggil mereka secara bersamaan.
"Untuk apa kau mengajaknya pulang bersama?"
"Lalu kau sendiri kenapa?"
"Aigo aigo, kau selalu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan."
__ADS_1
Akhirnya aku pulang sendiri dengan bus seperti biasanya. Mereka berdua baru selesai berdebat saat member SKZ lainnya datang dan mengajak pulang bersama.