My Innocent Girl

My Innocent Girl
bab 10 Semoga kalian bahagia


__ADS_3

Allea dan juga Rivky turun kebawah karena Anjani memanggilnya. Kemudian mereka menghampiri Anjani yang sedan minum teh hangat bersama Nevy. "eh kalian dari mana saja, ayo minum teh hangat bersama kami", ucap Anjani pada mereka berdua.


" anu...bu, aku dan Allea ada di kamar tadi", jawab Rivky dengan gugup.


"ehemm..kalian ngapain dikamar katanya mau melihat dekorasinya?", goda Anjani membuat wajah Allea memerah karena malu "lea kau kenapa wajahmu memerah seperti itu?", ujar Anjani sambil terkekeh.


" i..itu tadi tante emm..", Allea merasa malu dia kebingungan mencari alasan. "Sudahlah ayo diminum tehnya", saut Anjani.


Allea dan juga Rivky duduk di sofa dan menikmati sore itu dengan secangkir teh bersama sang ibunya dan juga Nevy.


Mereka berbincang banyak sekali saat itu, yah.. yang berbincang hanyalah ketiga wanita itu sedangkan Rivky sibuk menjahili Allea. Anjani memergoki Rivky sedang memainkan pinggang Allea dengan mencubitnya dari tadi. Allea hanya meringis saja mendapati cubitan nakal itu.

__ADS_1


" ehem..hemm..", dehem Anjani sambil melirik ke ara Allea dan Rivky. Rivky baru tersadar sedari tadi Nevy dan juga Anjani memperhatikan kelakuannya itu. "Key lepasin malu disini banyak orang", ujar Allea dengan berbisik. Rivky pun langsung melepaskan tangannya dari pinggang calon istrinya itu.


Anjani hanya tertawa melihat sikap dari anak dan calon menantunya itu. Sedangkan Nevy dia merasa iri pada kemesraan Rivky dan Nevy.


auahh gelap aku ga liat!! hiksss, gumam Nevy dalam hatinya itu.


Hari sudah malam Rivky mengantar Allea dan juga Nevy untuk pulang. Sampailah di rumah Allea, Rivky mengantarkan Allea samapi depan pintu. Mereka berpelukan sangat seperti pasangan yang akan ditinggal pergi untuk waktu yang lama. " Leaa aku menyayangimu, setelah ini kau harus tidur karena besok adalah hari pernikahan kita", ujar Rivky sambil memeluk dan mencium punggung Allea. "iya Key", jawab Allea.


Alleasembari mendekatkan bibirnya untuk mencium Rivky. Bibir mereka sudah saling menempel, mereka berciuman didepan rumah tidak menyadari kalau didalam mobilnya itu masih ada sesorang yang memperhatikan mereka dari kejauhan.


Rivky berjalan menuju mobil dan mengantarkan Nevy pulang. Didalam mobil mereka hanya diam tanpa mengataka apapun. "Tuan kelihatanya kau ini sangat mencintai mbak Allea", ujar Nevy untuk mencairkan suasana.

__ADS_1


Rivky menoleh ke arak Nevy " tentu, jika aku tidak mencintainya maka aku tidak akan menikah dengannya", jawab Rivky.


Nevy hanya tersenyum mendengar jawaban dari Rivky. yaaa aku bisa melihatnya dari sikapmu pada mbak Allea itu tuan, gumamnya dalam hati.


"kau tau, dia adalah orang yang begitu berarti untukku. entah sejak kapan aku mulai menyukaianya akupun tidak menyadari itu. sifat polos, ceria, dan senyum manisnya itu mampu memikatku. selain itu dia adalah wanita yang baik hati", ujar Rivky dengan raut kebahagiaan diwajahnya itu.


Nevy mendengarnya semakin ingin mengakhiri kejombloannya itu dan ingin segera mencari pangeran baik hati seperti Rivky. " Hem.. semoga kalian selalu bahagia", ujar Nevy. "thank you!", jawab Rivky dengan senyuman.


Mereka sudah sampai di depan rumah Nevy, Rivky melihatnya kaget ternyata Nevy tinggal di sebuah panti. hah ternyata dia tinggal di panti?. gumam Rivky.


"Tuan sialahkan masuk terlebih dahulu saya akan membuatkan teh hangat untuk anda", tawar Nevy pada Rivky.

__ADS_1


" tidak Nev terimakasih aku harus kembali dan beristirahat agar besok semuanya lancar", jawab Rivky.


"baiklah tuan hati-hati dijalan", ujar Nevy dan turun dari mobil. Nevy masuk kedalam panti dan Rivky melaju ke rumahnya.


__ADS_2