My Innocent Girl

My Innocent Girl
bab 14 Orang ketiga


__ADS_3

Pukul 7 malam Nevy dan juga Anjani sedang menyiapkan makan malam. Setelah setengah jam akhirnya maskanpun sudah siap.


Nevy sedari tadi memperhatikan pintu utama berharap kalau Rivky akan pulang dan makan malam bersama. "Bu kenapa mas Rivky belum pulang apakah dia tidak mau makan malam bersama kita?", tanya Nevy pada Anjani dengan raut wajah sedih.


" sebentar ibu telvon Rivky dulu ya, dan bertanya apakah dia akan pulang dan makan malam bersama kita atau tidak", ujar Anjani sambil mengambil ponselnya dan menghubungi Rivky.


Sudah 3 kali panggilan tapi Rivky tidak mengangkat telpon itu, "Nev sepertinya Rivky sedang sibuk, ayo kita makan aja dulu", ajakan Anjani pada Nevy.


" baiklah bu", dan akhirnya Anjani dan juga Nevy makan malam bersama tanpa adanya Rivky. Setelah selesai makan malam mereka kembali ke kamar masing masing.


Kini jam sudah menunjukan pukul 11 malam namun Rivky belum kunjung datang. Nevy sedari tadi belum tidur dan masih menunggu Rivky pulang. Dia merasa cemas karena ini hampir tengah malam namun suaminya tak kunjung pulang.


Nevy mendengar suara bell rumah dia segera turun ke bawah dan membuka kan pintu siapa tau itu adalah Rivky. Dan benar saja ternyata ada Dion yang sedang merangkul Rivky yang sedang dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


"Nona, bisakah anda membantu saya untuk membawa tuan ke kamar?", tanya Dion pada Nevy yang sudah sangat merasa kelelahan.


Nevy segara membantu Dion untuk membawa Rivky ke kamar. Kemudian mereka membaringkan tubuh Rivky di atas kasur. " pak Dion bisakah kau mengatakan bagaimana dia bisa seperti itu?", tanya Nevy pada Dion yang merasa sangat cemas dengan keadaan suaminya itu.


"Nona, tadi saat kami menuju pulang ke rumah tuan menyuruhku untuk berhenti di sebuah bar, dan saya mengiyakan perintahnya. Tuan menyuruh saya untuk menunggu di mobil saja, setelah beberapa jam saya menghampirinya dan saat saya masuk tuan sudah mabuk berat. Kemudian saya membawanya pulang", penjelasan Dion pada Nevy.


" ya sudah terimakasih, karena anda sudah mengantarkannya pulang", ujar Nevy.


" baiklah pak hati hati dijalan", ucap Nevy.


Setelah Dion pergi dari kamar, Nevy menunutup pintu kamarnya kembali. Dia melihat keadaan Rivky yang sangat berantakan.


Kemudian dia melepas sepatu, dan juga kaos kaki yang di kenakan oleh Rivky satu persatu. Setelahnya dia mengangkat bahu Rivky untuk melepaskan jas yang dikenakannya "aduhhh berat sekaliii", pekik Nevy sambil menyandarkan Rivky didadanya.

__ADS_1


Setelah jasnya ter lepas Nevy kembali menidurkan Rivky di kasur. saat hendak meletakkan kepala Rivky di kasur tiba tiba " hoekkk.. hooeekkk" Rivky muntah dan membuat kemejanya itu kotor, "yaampun mas, kamu pasti minum minum sangat banyak sampai sampai seperti ini", ujar Nevy.


Akhirnya Nevy melepas kancing kemeja Rivky satu persatu untuk melepas dan menggantinya. " waaahh, kau terlihat sangat tampan jika bertelanjang dada", ujar Nevy yang terkagum melihat tubuh suaminya itu. Selesai memakaikan baju bersih pada Rivky, dia tidur menghadap Rivky. Saat hendak tertidur Nevy mendengar Rivky mengigau yang terus saja memanggil nama Allea.


"Leaa, kau dimana? kenapa kau tega meninggalkan aku begitu saja Lea. Apakah kau sama sekali tidak mencintaiku? apa salahku Lea!!", ucap Rivky yang masih memejamkan matanya itu. Nevy yang mendengarnya merasa kasihan dan sekaligus sedih karena pria yang ia sukai mencintai wanita lain.


" mas aku merasa kasihan padamu, tapi aku juga merasa sangat sedih karena orang yang aku cintai mencintai wanita lain".


"aku merasa, aku ini adalah orang ketiga diantara kalian",


"mas Rivky maafkan aku karna aku sudah mencintaimu, maafkan aku karena sudah menjadi orang ketiga diantara hubungan kalian", ucap Nevy dengan mata ber kaca kaca dan meneteskan air matanya.


Dia mengelus pipi Rivky secara ber kali kali sampai sampai dia tertidur juga.

__ADS_1


__ADS_2