
Nevy masih saja mengerucutkan bibirnya didalam mobil, dia menatap lurus kedepan tanpa menoleh sedikitpun kearah suaminya.
"sayang kau tidak perlu berfikir kalau aku ini berbohong padamu," Rivky menarik dagu Nevy agar menatap padanya. "untuk apa aku berbohong, aku selalu serius dalam ucapan dan kau tidak mempercayai itu?" lanjut Rivky.
Nevy menatap intens perkataan yang dilontarkan oleh Rivky. Dia menatap wajah suaminya itu untuk mencari ekspresi ketidak jujuran. Namun nihil, Rivky terlihat sangat serius dalam ucapan. itu membuat Nevy yakin kalau suaminya itu tidak berbohong.
"aku percaya padamu mas", Nevy memberikan senyum manisnya pada sang suami.
" kau ini manis sekali ", Rivky mencubit pipi Nevy.
"auchhh... sakit tau!", pekik Nevy.
Rivky mengusap bagiap pipi Nevy yang tadi di cubit olehnya. " ututuuu...sayanggg muaahh..", kemudian dia mencium bagian pipi itu.
"masih sakit?",
" tidak sama sekali hehe..",
"baiklah ayo kita pulang", Rivky tersenyum pada Nevy dan melajukan moblinya menuju ke rumah.
Setelah kira kira satu jam lebih mereka menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di rumah.
__ADS_1
"sayang mandi dulu baru kau tidur", Rivky menarik tangan Nevy yang sudah mulai memejamkan matanya di ranjang.
" emmm... tidak mas kau saja yang mandi aku mengantuk hoaammm...", Nevy menolak dan melanjutkan tidurnya.
"baiklah jika kau tidak mandi aku tidak akan memelukmu malam ini, jadi kau tidur saja di sofa", Rivky mengancam istrinya supaya pergi mandi.
Nevy mendengarnya langsung refleks bangun dan berlari ke kamar mandi. " okey..mass okeyy.. kamu menang. kau selalu menang", ujarnya sambil berlari ke kamar mandi.
"dasar bocah hahhaaaa...", Rivky tertawa melihat tingkah Nevy yang seperti bocah.
Kini Nevy sudah ada dalam pelukan Rivky. Mereka terlihat sangat kelelahan dan sudah pergi ke alam mimpi mereka masing masing.
pagi harinya..
" tidakk.. tidak bisa mas hari ini aku harus membantu ibu di toko", Nevy menyaut pembicaraan sebelum Anjani menjawab.
"tidak masalah bawa saja istrimu, lagi pula ibu juga tidak membuka toko hari ini. Pesanan masih sedikit jadi ibu malas Key." jelas Anjani.
"terima kasih bu kami permisi",
dikantor..
__ADS_1
Para pegawai yang ada disana terkejut melihat kemesraan antara bos dan istrinya. Melihat mereka bergandengan tangan dengan sangat mesra. Sesekali melempar senyum manis mereka.
" *mereka terlihat cocok, tapi lebih cocok jika bersama mbak Allea"
"istri bos itu sangat manis, mirip sekali mbak Allea",
" ehh.. ngomong-ngomong mereka terlihat serasi yaaa",
"manis sekaliii aku iri padamu nona, hiksss"
"Sebenarnya mbak Allea itu kemana sii?! kok jadi gadis itu*",
para pegawai saling berbisik mengutarakan pendapat masing-masing. Rivky sebenarnya mendengar bisikan itu namun dia tampak tidan perduli dan melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.
" mas kau lihat tadi para pegawaimu itu kenapa menatap kita seperti itu",
"sudahlah sayang, tidak usah kau pikirkan.. mereka memang bisanya menilai orang tanpa berfikir terlebih dahulu,"
Nevy tersenyum dan duduk di sofa sambil memperhatikan suaminya yang sedang berkerja.
ternyata suamiku itu sangat tampan yaa.. beruntungnya aku ini. terimakasih mbak Allea kau sudah meninggalkannya untuku hahaaa. gumam Nevy sambil terus saja menatap Rivky.
__ADS_1
"berhentilah menatapku, aku menjadi gugup kalau diperhatikan oleh tatapan mesumu itu", Rivky mengatakannya tanpa berpaling ke arah Nevy.
" apa yang kau katakan!! mesumm?!cih!!!, ini sebuah tatapan kagum dan kasih sayang untuk suamiku yang tampan ini." Nevy menghampiri Rivky dan membelai wajah suaminya.