My Innocent Girl

My Innocent Girl
bab 27 Sakit


__ADS_3

" apa yang kau katakan!! mesumm?!cih!!!, ini sebuah tatapan kagum dan kasih sayang untuk suamiku yang tampan ini." Nevy menghampiri Rivky dan membelai wajah suaminya.


Rivky menarik tangan Nevy yang sesang membelai wajahnya. Dia menarik pinggang Nevy sehingga duduk di pangkuannya.


"apa kau sedang menggodaku sayang?", Rivky membelai wajah Nevy dengan telunjuknya.


" memang apa salahnya jika aku menggoda suamiku sendiri?", Nevy mengangkat dagu Rivky supaya mendekat dengannya. Rivky menyunggingkan bibirnya.


"ternyata penilaianku tentang kepolosanmu itu sunggu salah sayang", Rivky memegangi tengkuk leher Nevy dan memajukan wajahnya agar semakin mendekat.


Dan saat ini bibir mereka sudah saling bersentuhan. Mereka saling menikmati dan juga membalas ciumannya. Setelah beberapa saat mereka berciuman Rivky mendekatkan bibirnya ke telinga Nevy.


" I love you", bisiknya di telinga Nevy dengan hembusan nafas.


"I love you too", Nevy membalasnya dengan membisikkan ke telinga Rivky. Namun tidak hanya itu Nevy juga menggigit telinga suaminya itu dan membuar Rivky tak terkendali.


Mereka melanjutkan ciumannya tanpa memperhatikan sekitarnya kalau mereka ini sekarang sedang berada dikantor.

__ADS_1


"tuan in..", Dion membuka pintu ruangan bosnya itu dengan membawa berkas. Dia terkejut saat melihat bosnya itu sedang bermesraan dengan istrinya.


Nevy yang terkejut dia langsung berdiri dari pangkuan Rivky dan melepas ciuman itu. Dia merasa malu dan pergi ke toilet yang ada diruangan itu untuk membenarkan riasanya yang sudah acak-acakan karena perbuatan suaminya itu.


" maaf tuan say.." katanya terhenti karena langsung dipotong oleh Rivky. "masuklah!", Rivky mengelap bibirnya yang basah menggunakan tisu yang ada di mejanya.


Mereka kemudian melanjutkan kerjanya. sedangkan Nevy duduk dengan menundukkan kepalanya karena masih merasa sangat malu.


para karyawan sudah pulang dan kini hanya ada Rivky, Nevy, Dion, dan para staf yang mendapat giliran kerja lembur.


Akhirnya Rivky mengajak Nevy untuk pulang karena dia melihat istrinya itu merasa sangat lesu.


" baik tuan", jawab Dion.


di dalam mobil..


"sayang wajahmu pucat sekali", ujar Rivky melihat wajah istrinya sangat pucat dan terlihat lesu. " apakah kau sakit?",

__ADS_1


"tidak mas mungkin karena kecapean saja",


Rivky meletakkan punggung tangannya kekening Nevy untuk memastikannya. " sayang sepertinya kau demam, badanmu panas sekali. Aku akan membawamu ke rumah sakit,"


"tidak perlu mas, kita pulang saja. aku ingin istirahat dirumah saja," kata Nevy sambil memegangi tangan suaminya.


Akhirnya Rivkypun mengalah dan menjalankan mobilnya menuju ke rumah. Saat sampai dirumah Rivky ingin menggendong Nevy tapi lagi lagi Nevy menolaknya.


Nevy menggandeng tangan Rivky saat menuju ke dalam rumah. Saat sampai pintu Nevy merasa sangat pusing, lebah, dan pandangannya mulai kabur. Akhirnya dia pingsan dan dengan segera Rivky menangkap tubuhnya.


"sayang..sayang.. bangunn", ujar Rivky yang merasa cemas sambil menggendong tubuh istrinya itu menuju ke kamar.


Rivky langsung membaringkan tubuh istrinya itu di kasur dan menyelimutinya. Dia mengompres kening Nevy menggunakan handuk kecil yang sudah dibasahi dengan air hangat.


" mas..", Nevy memanggil Rivky dengan suara seraknya.


"akhirnya kau sudah sadar sayang, aku sangat khawtir padamu," Rivky mencium tangan Nevy berkali kali. Dia sangat mersa cemas pada istrinya itu. "aku akan memanggilkan dokter untuk memeriksamu", ujarnya.

__ADS_1


" tidak perlu mas aku baik-baik saja,"


Nevy mencoba untuk bangun namun Rivky mencegahnya dan menyuruhnya untuk tetap berbaring.


__ADS_2