
Dalam perjalanan menuju bioskop Nevy dan Rivky tidak berkata apapun di dalam mobi, dan kemudian Rivky mulai mencairkan suasana yang membeku diantara mereka berdua.
"kau tidak apa apa?", tanya Rivky sambil terus fokus menyetir dan sesekali mematap ke arah Nevy.
" iyaa mas, aku baik baik saja. memangnya kenapa? apa ada yang salah yaa?", tanya kembali Nevy pada Rivky.
"tidak, tidak ada yang salah aku hanya bertanya apakah kau baik baik saja", ucap Rivky.
" hem aku baik baik saja mas", ujar Nevy.
Setelah kurang lebih 1 jam mereka berkendara akhirnya sampai. "kau mau menontin film genre apa Nev?" tanya Rivky pada Nevy sambil menuju ke arah penjualan tiket masuk.
__ADS_1
"emmm aku mau genre romantis mas", ucap Nevy dengan sangat semangat. Kemudian Rivky membeli dua tiket ber genre romantis, sebelum masuk ke dalak ruangan dia membeli popcorn dan juga minuman dingin.
Mereka masuk dan duduk di baris ke 5 dari depan, Film pun sudah di mulai. Nevy begitu sangat menikmati film itu sampai sampai dia menangis karena terbawa suasana yang ada dalam film itu.
Rivky yang sesekali mencuri pandang pada Nevy dia melihat kalau gadi itu sedang menangis. kemudian dia segera megusap airmata yang ada di pipi Nevy dengan sangat halus "kau ini hanya karena film bisa menangis seperti ini", ucapnya pada Nevy.
"ya karna aku juga mengalaminya", Nevy tanpa sadar mengatakan itu, kemudian dia menyadari kalau dia sudah keceplosan. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya itu. upsss keceplosan. gumam Nevy dalam hati.
Setelah beberapa saat Film nya berakhir, Rivky keluar dari ruangan dengan langkah yang cepat. Nevy berlari untuk mengejar Rivky dan kemudian menarik tangan sumainya "mas maafkan aku, a-aku tidak bermaksud menyakiti mu, aku benar benar minta maaf ini semua karena aku terbawa suasana", ucapnya sambil menarik tangan Rivky yang terus saja melangkah.
Rivky tidak menjawab dia masih terus saja melangkah tanpa memperhatikan Nevy yang masih saja menarik tangannya. Kemudia dia berjalan ke taman dekat gedung bioskop itu dan duduk di salah satu bangku yg terdapat di taman itu.
__ADS_1
Nevy mengikuti Rivky yang duduk di bangku itu, "mass maafkan aku", ucap Nevy dan sebelum Nevy selesai mengucapkannya Rivky langsung memotong nya " Nev, maafkan aku karena aku kau jadi menderita. Maafkan aku seharusnya saat ini kau bersama orang yang kau sayangi. Karena aku kau jadi seperti ini, maafkan aku Nev", ujar Rivky sambil menatap Nevy dengan mata berkaca kaca. Dia merasa sangat bersalah atas semuanya.
"tidak mas, ini semua bukan salahmu. ini semua sudah menjadi takdir. dan lagi pula aku tidak menyesal, karena aku sekarang bersama dengan orang yang aku sayangi", ucao Nevy sambil menatap mata Rivky dengan lekat. Dia meyakinkan pada Rivky kalau dirinya benar benar sangat senang karena saat ini dia sudah bersama orang yang dia sayangi.
Rivky yang mendengar perkataan Nevy, dia terkejut dan tidak menyangka karena ternyata Nevy mengakui peeasaannya. " kalau kau benad benar tidak baik baik saja kenapa tadi malam kau menangis sampai matamu bengkak?", tanya Rivky.
"bagaimana kau bisa tau mas? apa semalam aku menangis terlalu keras sampai sampai kau mendengarku?", ujar Nevy yang merasa terheran karena seingat dia Riky sedang mabuk berat dan sudah ter tidur.
" tidak, aku sama sekali tidak memdengarnya. aku tau dari matamu itu, aku melihatnya tadi pagi sangat sembab", ucap Rivky yang menunjuk matam Nevy. "katakan jika kau benar baik baik saja mengpa kau menangis? apakah karena aku sama sekali tidak menyentuhmu?", tanya kembali Rivky.
" tidak.. tidakk.. bukan itu, aku tidak menangis karena kau tidak menyentuhku, aku menagis karena kau mengigau memanggil nama mbak Allea terus menerus. bagaimana bisa aku mendengar suamiku memanggil nama wanita lain. aku juga sadar kalau aku sudah lancang karena aku sudah melewati batasanku ini, jadu lupakan saja aku akan menyimpannya. karena kau hanya mecintai mbk Allea", ucap Nevy dengan mata yang beekaca kaca dia tidak bisa menahan air matanya itu kemudian dia kembali menangis di taman itu.
__ADS_1
Rivky langsung menarik tubuh Nevvy dan memeluknya "tidak Nev kau tidak boleh menyimpan lerasaan itu, kau boleh memiliki perasaan itu, karena sekarang kau adalah istriku dan aku adalah suamimu , jadi kau tidak perlu meminta maaf itu adalah hakmu", ucao Rivky yang masih memeluk Nevy dan mengusap usap kepala Nevy.