My Innocent Girl

My Innocent Girl
bab 18 Rasa malu


__ADS_3

Hari itu Nevy sedang menyiapkan sarapan seperti biasanya bersama Anjani.


"semalam kalian pulang jam berapa Nev?", tanya Anjani pada Nevy.


" semalam kami pulang sekitar jam 9 bu, dan langsung tidur karena merasa sangat lelah", jawab Nevy.


"bagaimana? apakah menyenangkan?", Anjani kembali bertanya, karena dia sangat penasaran apakah Nevy merasa senang atau tidak.


" iya bu, aku dan mas Rivky sangat senang", jawab Nevy. Anjani terasenyum mendengar jawaban dari Nevy dia merasa sangat lega karena putranya sudah mulai sedikit demi sedikit menerima Nevy.


Mereka melanjutkannya dan kemudian sarapan sudah siap. Rivky turun kebawah untuk ikut sarapan bersama. Dia sudah berpakaian sangat rapi untuk pergi ke kantor.


Nevy yang melihat Rivky dia merasa sangat malu atas apa yang terjadi tadi malam. Rivky dan Nevy saling menatap, ketika tatapan mereka bertemu mereka langsung menundukkan wajahnya karena merasa sangat malu.


"hemm.. bu tolong tuangkan air putih itu di gelasku", ujar Rivky yang mengacuhkan keberdaan Nevy. Sebelum Anjani menuangkannya Nevy langsung menuangkan ke gelas Rivky. " ini mas", ujar Nevy sambil memberikan segelas air putih.

__ADS_1


"terimakasih", ucap Rivky dengan wajah datar.


Anjani yang melihat tingkah laku putra dan menantunya itu sangat heran karena tidak seperti biasanya mereka merasa malu malu seperti itu.


" apakah terjadi sesuatu diantara kalian? kenapa kalian tidak seperti biasanya?", tanya Anjani kepada merek berdua.


"tidak ada", mereka berduak menjawabnya secara bersamaan dengan menundukkan kepalanya tanpa menatap Anjani.


" hem baiklah lanjutka makannya", ujar Anjani sambil menggelengkan kepalanya.


"mas hati hati dijalan", ucap Nevy. Rivky yang mendengar itu dia membalikkan badannya dan memberi senyuman pada Nevy dan beranjak keluar rumah untuk kemudian memasuki mobilnya dan menuju ke kantor.


Anjani yang melihat tingkah laku putra dan menantunya itu dia hanya bisa tersenyum.


" Nevy kau tidak usah pergi ke toko, biarka ibu saja", ujar Anjani.

__ADS_1


"tapi bu kenapa?", tanya Nevy.


" hari ini pesanan tidak terlalu banyak dan kau nanti siang pergi saja ke kantor dan antarkan bekal makan siang untuknya", perintah Anjani.


"baiklah bu hati hati dijalan", ucap Nevy.


Nevy kemudian ke atas menuju kamar, dia berbaring diatas kasur sambil kembali mengingat apa yang terjadi tadi malam.


aku benar benar tidak menyangka kalau aku berciuman dengan mas Rivky, oh ya tuhan itu adalah ciuman pertamaku. gumam Nevy sambil terasenyum senyum sendiri dan merasa malu.


dan apa itu seandainya aku bisa menahan mulutku ini agar tidak mengeluarkan desahan pastinya aku dan mas Rivky sudah melakukan hubungan suami istri, bodoh!!! dasarr kau memang bodoh Vey!!! gumamnya lagi sambik memukuli kepalanya sendiri karena merasa sudah gagal untuk menjadi istri seutuhnya.


Bagaimanapun juga Nevy adalah orang normal yang mengingkinkan sentuhan dari suaminya itu. dia menyesali perbuatanya. karena sudah mengeluarkan suara saat itu.


Kemudian karena merasa bosan akhirnya Nevy tertidur. saat dia bangun jam sudah menunjukkan pukul 10 dia kemudian merapikan dirinya dan juga menyiapkan bekal untuk Rivky.

__ADS_1


Setelah semuanya siap dia keluar dan memesan taksi online untuk menuju ke kantor. setelah 1 jam lebih akhirnya dia tiba di kantor Rivky.


__ADS_2