
"nona silahkan masuk", seorang satpam yang mempersilahkan Nevy untuk masuk ke dalam kantor.
" terimakasih pak", jawab Nevy dengan senyum ramahnya.
Nevy menuju ke lobby dan bertanya pada seorang resepsionis disana.
"permisi, saya ingin menemui tuan Rivky", ucapnya pada resepsionis.
"mari nona saya antar, tuan ada di ruang kerjanya",
" tidak usah biar saya kesana sendiri, katakan saja ruangan mana",
"tuan ada di lantai 13", jawab resepsionis itu.
" baiklah terimakasih", Nevy meninggalkan lobby dan memasuki lift untuk menuju ke ruangan Rivky.
"eh kenapa kau sembarangan menyuruh orang asing masuk?", tanya seseorang pegawai pada resepsionis tersebut.
" dia buka orang asing, melainkan istri dari tuan".
"apa?? bukankah istri dari tuan itu nona Allea?! hhhaa jangan ngaco kamu",
" yaa, memang kenyataannya seperti itu", jawabnya dengan ketus.
__ADS_1
Beberapa karywan yang ada di sana memang menyangka kalau Allea lah yang menjadi istri dari Rivky. Namun, ternyata bukan dia melainkan orang lain.
Setelah sampai di lantai 13 Nevy langsung menuju ke ruangan Rivky. "Assalamu'alaikum", Nevy membuka pintu ruangan kerja Rivky.
Rivky terkejut melihat siapa yang datang, " waalaikumsalam.. Nev kenapa tidak memberitahuku kalau kau akan datang kesini", ujar Rivky.
"bagaimana aku bisa memberitaumu mas, aku kan ga punya nomor ponselmu", Nevy meletakan bekal makan siang itu di atas meja depan sofa yang ada di ruangan itu. " ini makan siang untukmu, ibu tadi menyuruhku untuk membawakan bekal makan siangmu", ujar Nevy sambil membuka rantang makanan itu.
Rivky langsung menghampiri Nevy, dia mencium aroma sedap pada makanan yang di bawa oleh Nevy.
"emmm aromanya wangi, sepertinya enak. aku jadi lapar Nev",
"bukan hanya aromanya saja mas, ini makananya juga enak bener kok",
" hemm benarkah?",
" aku bisa sendiri", Rivky merebut sendok yang di pegang Nevy dan memakan makanan itu sendiri.
"baiklah", ujar Nevy.
Rivky memakan makanan itu dengan lahap dia menikmati makanan lezat tersebut. Nevy hanya memperhatikan Rivky yang sedang makan.
"buka mulutmu", perintah Rivky.
__ADS_1
" ak-aku??", Nevy menunjuk dirinya sendir sambil terheran.
"iyaa ayo cepat buka mulutmu", kemudian Nevy membuka mulutnya dan Rivky menyuapi makanan pada Nevy.
" enak kan?", tanya Rivky.
"iyaa, mas enak", Nevy menjawabnya dengan mulut yang masih penuh. Rivky menyuapi Nevy dengan suapan besar ukurannya sendiri yang membuat mulut Nevy sangat penuh.
Setelah menghabiskan makanannya Rivky beranjak dari sofa menuju ke meja kerjanya. sedangkan Nevy dia sedang membereskan semua peralatan makanan.
Rivky kembali sibuk dengan laptopnya dan tidak memperdulikan siapa pun yang ada di ruangan itu.
" mas aku pulang dulu yaa", Nevy pamit karena dia merasa diacuhkan oleh Rivky yang masih sibuk dengan laptopnya. Rivky tidak menjawab Nevy, dia masih saja menatap laptopnya.
"mas!!!", Nevy berteriak agar Rivky mendengar panggilannya.
" apa?", saut Rivky.
"aku pulang", Nevy mengatakannya dengan berjalan menuju pintu.
" tunggu!!", Rivky mencegah Nevy keluar. Nevy yang mendengarnya langsung membalikkan badanya dan menghadap Rivky.
"maaf atas yang terjadi semalam", Rivky akhirnya mengutarakan maafnya kepada Nevy. Sedari tadi dia memang masih memikirkan apa yang terjadi semalam. Rivky merasa tidak enak pada Nevy karena hal itu.
__ADS_1
" tidak masalah, aku tidak berharap lebih darimu. ya walaupun aku ini adalah istrimu tapi aku tau diri. aku tidak ingin berharap, mungkin aku hanya ditakdirkan untuk menjadi istrimu. bukan untuk menjadi istri yang seutuhnya", Nevy mengatakan hal tersebut lalu pergi meninggalkan Rivky. Nevy meninggalkan ruangan itu tanpa mendengar jawaban dari Rivky.
Ucapan Nevy tadi membuat Rivky bingung, dia melamun dan masih memikirkan perkataan Nevy. istri seutuhnya? maksudnya apa? aakhhh sialll!!! kata itu terus saja mengangguku. gumam Rivky sambil mengacak acak rambutnya.