My Innocent Girl

My Innocent Girl
bab 21 Kapan kalian akan memberikan ibu seorang cucu?


__ADS_3

surga dunia xixii :v, gumam Rivky yang masih saja memandangi pemandangan yang ada didepanya itu sembari menelan ludahnya.


"bukankah kau ingin menjadi istri seutuhnya? maka aku akan mengabulkan permintaanmu itu malam ini",


Nevy mulai ketakutan sekaligus gugup saat mendengar ucapan dari Rivky yang sedari tadi memperhatikan tubuhnya.


Nevy menutupi dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya. Rivky terkekeh melihat apa tingkah laku Nevy.


" kau ini lucu sekali kalau sedang malu haha.. lihatlah wajahmu memerah",


Dengan sigap Nevy kembali membalikkan badanya untuk memunggungi Rivky.


"mas kembalikan selimut itu, aku kedinginan",


"kedinginan?? baiklah aku akan menghangatkan tubuhmu",


Rivky berkata sambil mengelus punggung Nevy yang halus dan putih itu. Nevy segera menyingkirkan tangan Rivky karena dia merasa sangat geli.


" mas gelii, lapaskan",


"katanya kau kedinginan biarkan aku menghangatkanmu",


Tujuannya mengatakan itu hanya untuk menggoda Nevy saja, dia belum punya niatan untuk benar- benar menyentuh Nevy.


" tidaak!!! tidak perlu terimakasih", Nevy mengatakannya sambil berlari ke arah ruang ganti untuk mengambil baju.

__ADS_1


Rivky tertawa melihat Nevy, dia merasa puas karena sudah menggodanya. Saat keluar dari ruang ganti Nevy melihat sumainya itu sudah tertidur.


"apa? apa-apaan dia ini!! tadi dia menggodaku tapi sekarang dia sudah ter tidur?? jangan - jangan tadi dia hanya mengigau", Nevy berkata seperti itu sambil mendekat dan melihat wajah Rivky untuk memastikan kalau tadi dia hanya mengigau saja.


Rivky menarik tangan Nevy dan membuatnya jatuh di pelukan Rivky. " aku tidak sedang mengigau, aku serius",


"mass lepain aku! aku mau tidur",


" katanya kau kedinginan? biarka aku memelukmu, agar kau tidak kedinginan lagi",


Nevy mencoba melepaskan diri. Tapi Rivky menahannya akhirnya dia tertidur di pelukan Rivky juga.


pagi harinya..


"mas mau lauk yang mana?",


kemudian Nevy memberikan seporsi sarapam untuk Rivky. Anjani sangat senang melihat kedekatan mereka berdua.


"Key",


" iya bu",


"kapan kau akan memberikan ibu cucu?",


Rivky dan juga Nevy terkejut saat mendengar perkataan Anjani.

__ADS_1


" uhukk.. uhukkk...",


"pelan pelan mas", ujar Nevy sambil menepuk nepuk punggung Rivky dan memberikannya air putih.


" tenanglah Key ibu hanya bertanya pada kalian, kapan kalian akan memberikan ibu cucu. toh kalian juga sudah menikah hampir satu tahun lebih, jadi kalau ibu menginginkannya tidak masalah dong",


Anjani berkata seperti itu karena dia menginginginkan seorang cucu, dia juga ingin membuat Nevy dan juga Rivky supaya semakin dekat dengan kehadiran sosok buah hati.


Anjani sudah terlalu sabar menantinya karena sudah hampir satu tahun lebih Nevy dan juga Rivky menikah tapi belum memiliki momongan.


"maafkan aku bu tapi aku belum terpikirkan untuk memiliki anak",


" tapi Key apakah kau sama sekali tidak menginginkan seorang buah hati?",


"bukan begitu bu, tapi..",


" tapi apa?apa kalian belum melakukan hubungan? ibu jadi curiga, melihat ekspresi kalian sepertinya yang ibu pikirkan memang benar. Baiklah ibu tidak akan memaksa", Anjani meninggalkan meja makan dan menuju ke kamar.


"mas, bagaimana ini?",


" aku tidak tau",Rivky menjawab Nevy dengan mengagkat bahunya.


Rivky sudah pergi ke kantor lima belas meniy yang lalu. Nevy masih mondar madir di kamarnya dan memikirkan apa yang terjadi tadi.


"aku sangat tidak enak hati pada ibu, bagaimanapun perkataan ibu memang benar. kami sudah menukah hampir satu tahun lebih tapi belum memiliki momongan, wajar saja kalau ibu menanyakan semua itu,"

__ADS_1


Akhirnya Nevy memutuskan untuk berbicara dengan Anjani. Dia keluar kamar dan menghampiri Anjani yang sedari tadi berada dikamarnya.


__ADS_2