My Innocent Girl

My Innocent Girl
bab 32 Selamat Tidur Sayang


__ADS_3

Nevy bahkan tidak menjawab Rivky dia memalingkan wajahnya dan kembali menenteskan airmatanya. Dia sangat amat sedih, takut jika suatu saat nanti Rivky akan meninggalkannya karena saat ini Allea sudah kembali.


"bisakah kau memaafkan aku, aku tau ini salahku. Aku minta maaf padamu", Rivky mengatakanya sambil memeluk Nevy. Dia berkata dengan sangat tulus, dia berharap kalau Nevy akan memaafkan dirinya.


" kamu tidak perlu meminta maaf kepadaku mas. Kamu tidak bersalah, mbak Allea juga tidak bersalah. Disini yang salah adalah aku, aku yang salah mas. Aku adalah orang ketiga diantara kalian mas",


"tidak sayang ini bukan salahmu, maafkan aku ini salahku", Rivky semakin mempererat pelukannya. Nevy sama sekali tidak menolak hanya saja saat ini dia merasa sangat sedih dan hancur menjadi satu.


klekkk.. Begitu mendengar suara pintu terbuka Rivky langsung melepas pelukannya dan melihat siapa yang datang.


" sayang, kenapa ini bisa terjadi?", Anjani langsung menghampiri Nevy dan langsung mencium kening menantunya.


"aku hanya tidak enak badan saja bu",


" Key, kenapa kau membawanya keluar tadi, lihatlah wajahnya sangat pucat", Anjani memukul bahu Rivky menggunakan tasnya.


"akhh!! maaf bu aku memang ceroboh, maafkan aku",


" tidak bu, ini bukan salahnya. aku yang meminta mas Rivky untuk mengajakku jalan jalan ke taman", Nevy mencoba untuk membela Rivky agar tidak terkena marah.

__ADS_1


Setelah beberapa saat akhirnya Anjani pun mengalah. Kemudian Anjani berpamitan kepada anak dan menantunya. Dia akan pergi keluar kota.


"ibu berapa lama tinggal disana?",


" entahlah Key ibu juga tidak tahu, jadi jagalah Nevy dengan baik. Ibu tidak akan memaafkanmu kalau sampai membuatnya sedih",


"tentu",


" sayang ibu pamit, jaga diri baik baik oke??kalau Key nakal kamu bisa mengadu pada ibu", kemudian Anjani memeluk Rivky dan Nevy secara bergantian sebelum akhirnya dia pergi.


Malam ini Rivky bermalam di rumah sakit untuk menjaga Nevy. Nevy sudah menyuruhnya untuk pulang akan tetapi Rivky selalu menolaknya.


Nevy berusaha pergi ke toilet sendiri dia tidak ingin membangunkan Rivky yang sudah terlelap di sofa ruangan itu.


"aaakkhhhh!!", saat mencoba untuk turun Nevy terjatuh dari ranjang dan membuat Rivky terbangun dari tidurnya.


Rivky mencari dimana Nevy berada ternyata Nevy sudah tersungkur di samping ranjang.


" sayang kamu mau kemana?? kenapa tidak membangunkanku aku bisa membantumu", Rivky langsung mengangkat tubuh Nevy dan mendudukkannya di ranjang.

__ADS_1


"ak-aku.. mau ke toilet, aku ingin buang air kecil", Nevy sama sekali tidak menatap Rivky enatah mengapa dia masih merasa sangat sedih jika mengingat kejadian itu.


" aku akan membantumu",


"tidak mas aku bisa sendiri", Nevy kemudian mencoba berdiri kembali dan saat satu langkah jalan dia kembali terjatuh dan dengan sigap Rivky berhasil menangkap tubuhnya.


"hati-hati ayo aku antar", Akhirnya Nevy menyetujuinya karena bagaimanapun juga dia memang belum memiliki banyak tenaga untuk berjalan ke toilet sendiri.


" sampai sini saja mas aku bisa sendiri", Nevy menghentikan langkahnya saat samapi di depan pintu dan menyuruh Rivky untuk menunggunya didepan pintu toilet.


Kemudian Rivky membaringkan kembali tubuh Nevy diatas ranjang. Dia mencoba untuk menanyakan kembali apakah Nevy masih marah padanya atau tidak.


"apa kamu masih marah padaku?",


" tidak, sudah malam aku mengantuk", Nevy menjawabnya dengan acuh dan kemudian memejamkan matanya.


Rivky merasa lega setelah mendapat jawaban dari Nevy yaa.. walaupun jawabannya masih sangat diragukan setidaknya dia mendapat jawabannya.


"selamat tidur sayang", Diam diam Rivky mencium kening Nevy sebelum akhirnya dia kembali tidur.

__ADS_1


Sebenarnya Nevy belum benar benar tidur dia hanya memejamkan matanya. Senyum kecik terukur di bibir Nevy setelah mendapat ciuman dari Rivky. Kemudian diapun ikut terlelap.


__ADS_2