
"selama kita menikah apa kau tidak memiliki sedikitpun perasaan padaku?", Nevy berkata seperti itu untuk mengetahui perasaan sumaminya yang sebenar- benarnya.
Rivky hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Nevy.
" yaa yaa.. lupakan aku sudah tau jawabannya jadi sudahlah", Rivky masih saja menatap Nevy, dia melihat mata istrinya yang sudah berkaca kaca. Rivky hanya memperhatikan tanpa mengatakan apapun.
"mas, kau harus memberitahu ibu, kita tidak bisa memberinya harapan palsu", Nevy menarik nafas dalam dalam dan melanjutkan kata katanya.
"mas kau katakan pada ibu kalau kita tidak bisa memberinya seorang cucu", kata katanya terhenti karena menahan agar tidak menangis. dia turun dari ranjang dan berdiri membelakangi Rivky.
"kau masih mencintai mbak Allea, aku tahu itu dari matamu. Sampai saat ini, dan sterusnya. hahahh....", tawanya sedikit terpaksa.
Rivky masih saja terdiam dan hanya mendengarkan kata kata Nevy.
" sudah hampir setahun lebih kita menikah mas tapi kau sama sekali tidak pernah membeberikan hakku untuk menjadi seorang istri yang seutuhnya, huuhhh...", Nevy menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya dengan kasar.
__ADS_1
"itu tidak masalah, jika suatu saat nanti mbak Allea kembali kau pasti akan kembali padanya. Jadi, suatu saat nanti jika kau membuangku setidaknya aku masih perawan dan aku akan menyerahkan kesucianku ini kepada suamiku yang selanjutnya",
Nevy tidak bisa menahan tangisnya lagi, dia merasa kalau dirinya tidak berarti untuk Rivky. Dia sadar kalau dirinya hanyalah istri pengganti saja.
" lepasin aku mass!!!", teriak Nevy. Rivky menarik tangan Nevy dan kemudian memeluknya. Nevy berusaha melepaskan pelukan itu tapi tidak bisa karena Rivkg memeluknya dengan erat.
"apa kau bilang? aku akan membungmu?dan kau mau menyerahkan kesucianmu itu pada suamimu selanjutnya?",
Nevy hanya menganggukkan kepalanya dan masih menangis sesegukan didalam pelukan Rivky.
" Nevy dengarkan aku.. aku ini suamimu dan kau sudah menikah denganku, kau tah pernikahan itu bukan untuk main main. dan mana mungkin aku akan melepaskanmu. Kau adalah milikku dan aku adalah milikmu",
"benarkah?", Nevy mengangkat wajahnya untuk menatap Rivky.
"iya", jawab Rivky dan kemudian dia melepaskan pelukannya dan mengusap wajah Nevy yang basah dengan air matanya. Kemudian dia menarik dagu Nevy agar mendekat, dia memajukan wajahnya dan mencium bibir Nevy.
__ADS_1
Nevy kaget atas apa yang dilakukan oleh suaminya itu, tapi dia tidak menolaknya dan membalas ciuman itu.
Mereka saling memejamkan matanya dan menikmati ciuman hangat itu. Rivky semakin memperdalam ciumannya, setelah beberapa saat dia melepaskan ciuman itu dan mendekati telinga Nevy.
" aku mencintaimu", bisiknya di telinga Nevy dan kembali mencium bibir Nevy dengan sangat lembut.
Rivky menyadari kalau Nevy sudah mulai kehabisan nafas, dia melepaskan ciuman itu dan memeluk Nevy.
Nevy merasa sangat bahagia karena ternyata Rivky mencintai dirinya. Nevy membalas pelukan suaminya itu dan bekata "aku juga mas", ucapnya dengan wajah sumringah.
Diluar sana ada yang memperhatikan mereka berdua. Anjani sedari tadi berdiri di pintu dan mengintip kemesraan Rivky dan Nevy.
Ya pintunya sedari tadi memang terbuka karena Rivky tidak menutupnya. alhasil Anjani bisa melihat apa yang terjadi diantara putra dan memantunya itu.
#happy reading guys🤗maaf ya kalau berantakan, soalnya ini baru pertama kali Author menulis novel🙏Author masih belajar.
__ADS_1
dan guys jangan lupa yaa kasih like dan juga komen😇😄 Sekian dan terimakasih😊🙏