
Akhirnya Nevy memutuskan untuk berbicara dengan Anjani. Dia keluar kamar dan menghampiri Anjani yang sedari tadi berada dikamarnya.
tok.. tok..tokk..
"ibu, apakah aku boleh masuk?", Nevy mengetuk pintu kamar Anjani.
" masuklah",
Anjani mempersilahkan Nevy untuk masuk. Nevy memasuki kamar Anjani dan melihat ibu mertuanya itu sedang duduk di sofa sambil melamun.
"bu, apakah ibu marah pada kami?", Nevy menghampiri Anjani yang sedang melamun duduk di sofa.
" tidak, kenapa ibu harus marah? justru ibu memakluminya Nev. Tapi apakah Rivky benar benar tidak memiliki perasaan padamu? itulah yang sedang ibu pikirkan. kalian sudah menikah hampir satu tahun lebih dan jika sama sekali tidak memiliki perasaan itu sangat mustahil bukankah begitu?",
Anjani mengatakannya sambil menatap ke arah Nevy yang sedang duduk di sebelahnya. Nevy menundukkan kepalanya dan berfikir, apakah mas Rivky sama sekali belum menyukaiku? selama ini kami bersama apakah mas Rivky sama sekali tidak memiliki perasaan sedikitpun padaku? pikiranya.
"eh lupakan, maafkan ibu nak karena sudah berkata yang tidak pantas. jangan pikirkan lagi ibu hanya..",
" tidak bu, itu tidak mustahil jika mas Rivky memang tidak memiliki perasaan terhadapku bu. itu wajar saja karena yang di cintai olehnya hanya mbak Allea dan aku sadar akan hal itu", Nevy mengatakannya dengan senyuman untuk menutupi kesedihannya tersebut.
Nevy meninggalkan kamar Anjani dia menuju kamarnya dan mengunci pintu. dia terlihat sangat murung setelah perkataan ibu mertuanya itu.
dikantor..
__ADS_1
Rivky sedang melamun, dia masih memikirkan apa yang di katakan oleh ibunya tadi pagi.
dia cantik, manis, baik hati, dan juga ramah. aku menyukainya tapi.. tapi aku masih belun bisa melupakan Lea! itulah yang menggangguku selama ini, aku menyukainya tapi aku juga masih mencintai Allea. huuffttt!!!!!siall!!!.
Saat ini Rivky sedang bertengkar dengan pikirannya sendiri. dia mencintai dua gadis yang berbeda. yang satu istrinya dan yang satu adalah gadis masalalunya yang sudah meninggalkannya begitu saja.
"tuan anda mau kemana?", Dion.
" aku akan pulang sekarang", Rivky meninggalkan Dion diruangannya dan menuju rumah.
Rumah..
Dilihatnya Anjani sedang duduk dan menonton televisi. "ibu",
"ibu aku ingin mengatakan sesuatu padamu",
" jangan sekarang, sekarang kau hibur istrimu dia sedari tadi mengurung diri dikamar setelah berbicara dengan ibu",
"bicara apa bu?", Anjani membuat Rivky sangat penasaran.
Anjani menceritakan segalanya apa yang sebenarnya terjadi tadi antara dirinya dan Nevy. Penjelasan itu membuat Rivky terkejut dan akhirnya dia menuju ke kamar.
" Nev buka pintunya ini aku",
__ADS_1
Nevy mendengar suara Rivky dibalik pintu, dia berdiri dan membuka kuncinya. Setelah itu dia kembali duduk diatas ranjang. Rivky masuk dan melihat Nevy yang tampaknya kacau.
"Nev kau baik baik saja?", tanya Rivky.
" aku selalu baik baik saja, ohya ini kan masih sore kenapa kau sudah pulang mas?",
"emm- aku sengaja pulang lebih awal", Rivky menghampiri Nevy dan menatap wajahnya untuk memastikan kalau istrinya benar baik baik saja.
"kau bohong kalau kau memang baik baik saja kenapa kau menangis?",
Rivky mengangkat dagu Nevy, dia bisa melihat jelas wajah istrinya itu.
"eh aku tidak menangis, mungkin ini karena aku tidur terlalu lama", ujar Nevy dengan berbohong.
" apa kau tersinggung dengan perkataan ibu?", tanya Rivky.
"kenapa harus tersinggung mas, apa yang dikatakan ibu memang benar. itu semuanya kenyataan kan", Nevy melepaskan tangan Rivky yang sedang memegang dagunya.
" mas?",
"hemm?", jawab Rivky sambil menatap Nevy.
"selama kita menikah apa kau tidak memiliki rasa sedikipun padaku?", Nevy berkata seperti itu untuk mengetahui perasaan sumaminya yang sebenar- benarnya.
__ADS_1