My Innocent Girl

My Innocent Girl
bab 13


__ADS_3

Nevy bangun dari tidurnya dia melihat sisi kiri tempat tidur namun tidak ada Rivky disana, dia melihat setiap sudut kamar dan tida melihat adanya Rivky di kamar itu.


Kemudian dia mendengar suara air di kamar mandi ternyata Rivky sedang mandi. "Aku harus apa sekarang ya?", dia berfikir dan bingung apa yang harus dia kerjakan sebagai seorang istri.


Kemudian dia pun membereskan tempat tidur, dan juga menyiapkan pakaian lengkap yang akan dikenakan oleh Rivky ke kantor nantin.


Setelah beberapa saat dia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, dia melihat sosok Rivky yang hanya mengenakan handuk dibawah perut.


Nevy terpesona melihat kegagahan Rivky, kulit putih, berotot, dan juga memiliki perut seperti roti sobek. Nevy menatap Rivky dengan kagum.


Rivky yang menyadari tatapan Nevy tanpa berkedip diapun menyadarkan Nevy dari lamunannya itu. " Nev Nevyy!", panggilnya dan melampaikan tangannya.


Nevy tersadar dan terkejut melihat Rivku yang sudah ada di hadapannya itu semakin mendekat. "Eh maaf tuan, saya sudah menyiapkan baju untuk anda kenakan pergi ke kantor", ujar Nevy dengan gugup.


" terimakasih Nev kau sudah melakukan kewajibanmu tanpa harus aku perintahkan", ucap Rivky dengan tersenyum ramah. "Iya tuan terima kasih atas pujian anda", jawab Nevy.


Nevy pergi meninggalkan Rivky dan menjuju ke kamar mandi, sebelum dia masuk Rivky memanggilnya "tunggu dulu Nev!", ucap Rivky. " ada apa tuan?", tanya Nevy sambil membalikan badanya menghadap Rivky.


"Hemm.. Jangan memanggilku tuan, aku ini bukan tuanmu melainkan suamimu sekarang ini!", peintah Rivky.


"Lalu sayah harus memanggil anda siapa tuan?", tanya Nevy kepada Rivky yang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Terserah kau saja, asalkan jangan panggil aku tuan!", Jawab Rivky.


" emm bisakah aku memanggilmu Key seperti ibu yang selalu memanggil namamu seperti itu", jawab Nevy.


Raut wajah Rivky langsung best ubah saat mendengar kata "Key", karena yang biasanya memanggilnya seperti itu hanyalah Allea dan juga ibunya saja. Dia jadi teringat kepada Allea yang sudah meninggalkannya begitu saja.


"Jangan, kau tidak boleh memanggilku dengan nama itu", ujar Rivky dengan raut wajah sedihnya.


" baiklah saya akan memanggil anda mas", ucap Nevy. Rivky hanya tersenyum dan berkata "dan bicaralah denganku jangan menggunakan kata formal seperti itu", perintahnya lagi.


" iya mas aku akan melakukannya", ucap Nevy dengan wajah manisnya sambil meninggalkan Rivky dan menuju ke kamar mandi.


"ehh kalian, ayo kita sarapan", ucap Anjani sambil menatal kedatangan putra dan juga menantunya itu.


Mereka makan bersama tanpa ada yang berbicara hanya ada suara ketukan sendok dan piring, setelah semuanya selesai sarapan Rivky pamit kepada sang ibu untuk pergi ke kantor.


"bu, aku berangkat ke kantor ya", ujar Rivky sambil mencium punggung tangan Anjani.


" eh mas aku bolehkan kalau ikut ibu ke toko?", tanya Nevy yang bertanya pada Rivky. "iya boleh", jawab Rivky sambil meninggalkan mereka berdua yang masih ada di meja makan.


Rivky yang sudah sampai di kantor dia langsung menuju ruangannya untuk menandatangani beberapa berkas, sedangkan Dion dia sedang fokus pada laptopnya.

__ADS_1


Tiba tiba Rivky melamun, Dion yang melihat bosnya itu melamun dia terheran karena tidak biasanya Rivky melamun di jam kerja.


Dion paham apa yang sedang di pikirkan oleh Rivky, anda pasti sedang memikirkan nona Allea, kenapa dia tiba tiba bisa seperti itu, gumam Dion sambil memperhatikan Rivky yang sedari tadi melamun.


"tuan!! kau sudah selesai menandatangani berkasnya?", ucap Dion yang menyadarkan Rivky dari lamunannya itu.


"hemmm", desah Rivky " belum aku akan segera menyelesaikannya", ucap Rivky dan kembali memerikasa berkas untuk di tanda tangani.


Di toko online Nevy, Anjani dan juga para kariawan mereka sedang sibuk membungkus ordern para pelanggan yangmemang hari ini cukup banyak. Setelah semuanya selesai Nevy dan juga Anjani makan siang bersama di ruang kerja Anjani mereka membawa bekal sendiri dari rumah.


"Nev, bagaimana apakah Rivky memperlakukanmu dengan baik?", tanya Anjani pada Nevy.


" iya bu mas Rivky memperlakukan ku dengan sangat baik", ucap Nevy.


"syukurlah kalau begitu Nev, ibu sangat khawatir kalau Rivky tidak memperlakukanmu dengan baik", ujar Anjani sambil mengelus pundak Nevy. " maafkan ibu karena sudah menuruti kata Rivky tanpa bertanya dulu pada mu", lanjut Anjani.


"tidak masalah bu, sudahlah jangan dibahas lagi. lagian aku juga ga masalah kok, aku akan berusaha membuat mas Rivky kembali tersenyum. jadi kalo boleh aku minta bantuanmu ya bu", ucap Nevy pada Anjani dan meyakinkan kalau dia ingin merubah Rivky agar bisa tersenyum kembali.


" iya Nev ibu akan menbantumu nak", ucao Anjani sambil memeluk Nevy.


Mereka melanjutkan kerja setelah selesai makan siang, dan haripun sudah mulai petang Anjani dan Nevy pun pulang kerumah.

__ADS_1


__ADS_2