
Kegaduhan koridor menuju kantin bukan hanya terjadi di hari ini saja tetapi setiap hari, karna mereka lapar dan berlarian agar cepet untuk memesan.
Erlyn Aeerlesya kassefa, biasa di panggil lesya, perempuan manis, penurut, rewel, entahlah itu sifat yang lebih menunjukan kekanak kanakan, tetapi tidak, dia seseorang yang pandai menutupi apapun segala masalah yang ia hadapi.
"Sya, ayo dong buruan laper, lama banget lo kaya siput" Ucap Velisya sahabat, sekaligus tempat lesya untuk bercerita.
"Ish velis sabar, kaki gue masi sakit nih" Ucap lesya
"Eh" ucap velisya
"Kenapa lo ?" tanya lesya
"Tuh kan sya" ucap velis sambil menunjuk seseorang, "Alka, tumben dia ke kantin ?" ucap velis lagi
Alka Daren Bagaskara, terkenal dingin, angkuh, pintar, jarang bersosialisasi, hanya mempunyai dua teman.
"Alka siapa lagi" ucap lesya
"Itu loh alka, anak kelas sebelas ips 1, namanya mirip mantan lo ya hahha" ucap velis
"Ga kenal gue sm alka yang disini, kenal nya alka yang disana" ucap lesya
"Eh sya! Kita kapan ke kantin nya ya allah, ayo buruan" ajak velis sembari menarik tangan lesya
"sabar kali" ucap lesya
lesya duduk di bangku pojok kanan, biasanya sih itu di tempati oleh alka dkk.
"sya, jangan disitu" ucap velis
"apalagi" jawab lesya malas
"nanti itu tempat ka alka, ka daffa, ka julio" ucap velis seraya mukanya ngeselin.
__ADS_1
"yaudah biarin aja" jawab lesya santai
"eh ada lesya" ucap ka daffa
"kita kenal?" jawab lesya
"sialan lo sya hahha" ketawa daffa garing.
"ka daffa emang ini tempat khusus buat lo and the geng ?" tanya lesya
"sebenernya iya, cuma ya karna lo yauda la gapapa" jawab daffa santai
"eh serius ka daffa gpp?" ucap velis ragu
"iya gpp" jawab daffa
"daf, si alka mana ?" tanya julio
"nah tu dia, woi al sini" panggil julio pada alka, alka berjalan ke arah mereka tatapan yang lurus, sorot mata seperti elang, hm.
"lo ga beli apa apa al?" tanya daffa, alka hanya diam tidak menjawab
"lo gausa nanya sama alka sumpah daff" ucap julio
"ka daffa, dan kaka kaka gue pamit ke kelas dulu bye" ucap velis, dan mereka hanya tersenyum
"neng lesya kiw" ucap julio,
plak!
"sialan lo main keplak keplak pala gue" ucap julio
"centil lo kaya anak sd" ucap daffa, alka hanya menyimak kedua sahabat nya yang ga jelas ini.
__ADS_1
lesya dan velis melewati lorong untuk menuju kelasnya,
"lo ternyata kenal ka daffa sya ?" tanya velis
"tetangga rumah gue" jawab lesya
"njer ko ga pernah bilang sama gueeee" ucap velis
"berisik deh lis, lagian gapenting napadahhh gue gigit ucus lo nih" ucap lesya greget, velis hanya nyengir
sesampai nya di kelas, velis dan lesya sibuk dengan sendirinya, velis yang sedang memegang ponsel, lesya yang sedang membaca buku.
sepulang sekolah, lesya hari ini piket.
"sya gue dluan ye" ucap velis
"iyee dah sono hati hati" ucap lesya, lalu tinggal lesya dan temannya yang masih di kelas, lesya sudah menyapu, merapikan meja dan bangku dan selesai.
lesya keluar, melewati lorong kelas untuk menuju pintu gerbang, "eh, reisya, ini lo tau kunci motor siapa ? ada di lantai nih" ucap lesya yang menemukan sebuah kunci motor,
"gatau gue sya" ucap temen lesya, reisya
"gue" jawab seseorang dengan suara berat
"jangan ceroboh dong ka alka" ucap reisya
"nih" ucap lesya, lalu mengasih kunci motornya itu, alka pergi begitu saja, jelas lesya tidak terima bukan nya bilang Terimakasih atau apa ini pergi begitu saja
"heh ! lo punya sopan santun enggak ? bilang makasih susah emang ? cuma bilang makasih doang ga susah" ucap lesya, alka tak mengubris ia trus melanjutkan jalannya hingga menuju parkiran,
"awas aja tu si alka alka, nyebelin banget! dasar cowo aneh, spesies apakali" ucap lesya menggerutu
"udah ayo sya pulang" ajak reisya
__ADS_1