My Introverted Boy

My Introverted Boy
5.Hari sakral


__ADS_3

Lesya berjalan melewati lorong untuk menuju kelasnya, cuaca pagi ini lumayan dingin, lesya menggunakan blezer nya yang berwarna hitam.


Lesya memasuki kelas, terdapat velis yang sudah duduk dan membaca novel.


"Lis minggir napa mau masukk" ucap lesya, velis bangun dengan muka senyum senyum


"Lesyaaaaaa gue seneng bangettt donggggg" ucap velis sambil mengguncangkan tubuh lesya, lesya melirik velis kesal


"Apaansi lis, pagi pagi gajelas, kesambet ya?" ucap lesya


"Gueee di follback ka daffa dong!" seru velis senang


"Gue juga udh setahun yang lalu" ucap lesya tak mau kalah


"Ah lo mah lesya ! gabisa liat orang seneng napaaaa !!!" ucap velis yang memanyunkan bibirnya


"Bercanda velissssyaaaa lovianaa !!!!" ucap lesya,


"Eh sya" ucap velis serius


"Apaaa?" jawab lesya


"Lu inget dikit ga sih bentuk muka alka?" tanya velis, jadi lesya itu mengalami amnesia, tetapi hanya separuh, ia bisa mengingat seseorang tetapi tertentu, bahkan hanya ingat kenangan dan nama.


"Enggak" jawab lesya sambil nyengir


"Tapi lo masih cinta sama dia ?" tanya velis


"Oh iya jelas, cinta mati" jawab lesya semangat


"Gue pengen liat banget alka yg lo cinta matiin yang mana, ga punya fotonya apa?" ucap velis


"Lo bodoh apa begimana lis ? gue aja ga inget muka alka, berarti gue juga gapunya dong" jawab lesya, "Punya sih, tapi ilang bareng sama dear diary" lanjut lesya


"HUAAA kenapa si sya masi aja cinta sama orang yang sekarang ga tau dimana" ucap velis prustasi melihat sahabat nya ini cinta mati dengan alka katanya.


"Namanya juga takdir, mau di hindarin gimana, yang namanya takdir mag takdir aja" ucap lesya


"Iya boudoamat, sya nonton yu kan hari ini jum'at hari suakralll balik cepet, yu sya yuuu" ajak velis


"Kalo gue jawab enggak juga lo tetep maksa" jawab lesya sambil memutar bola matanya malas


"Tuh tau wkwk" ucap velis sambil tertawa, pelajaran pun di mulai, hari ini tidak ada istirahat mereka pulang jam 11:00, cepat sekali.

__ADS_1


Akhirnya mereka pulang.


"Akhirnya pulang setelah di dongein" ucap velis


"Lu merem melek ngantuk dri tadi" ucap lesya


"Gue kerumah lu sya, nonton nya abis pada sholat jum'at aja ga enakan org sholat jum'at kita malah nonton" ucap velis


"Gue tau" jawab lesya


"Yu" ajak velis, mereka jalan menuju parkiran, velis memang jika sekolah tidak membawa motor paling di antar jemput, tidak mandiri memang.g


"Ituuuuu ka daffa lis" ucap lesya


"Biarin aja sih" jawab velis


"Tadi pagi aja lu jingkrak jingkrak maimunah" ucap lesya lalu berjalan cepat untuk menuju motornya, dan siapa sangka motor lesya berada di sebelah motor besarnya alka? jelas jelas motor lesya susah untuk keluar, mau ga mau ya lesya meminta tolong, tetapi kepada daffa bukan alka.


"Ka daffa keluarin motor gue dong" ucap lesya, daffa dengan sigap meng iyakan permintaan lesya,


"Nih" ucap daffa


"Makasih ka daffa nanti tambah ganteng sumpah!!" ucap lesya, daffa hanya tertawa,


"Yu lis" ucap lesya,


"Panas bet anjir jam segini aja" ucap velis


"Ha apaan lis?" ucap lesya, mungkin tidak terdengar karna lesya memakai helm.


"Ga ngomong sama lo" ucap velis


Lesya tidak menjawab, sesampainya dirumah lesya, velis langsung merebahkan tubuhnya di kasur king size milik lesya.


"Sya lu pernah nemu tentang tentang ka alka ga sih?" tanya velis


"ga pernah njir, gue pernah dah tu nyari tentang dia tapi ga ada palingan ada di google" ucap lesya, dan ia menepok jidat mulutnya ember banget emang.


"BERARTI LO KEPO DONG YAAA SAMA KA ALKAAA" ucap velis kencang, meledek lesya, lesya kesal ia duduk dan membuka laptop nya untuk menonton drama korea


Sekarang pukul 13:00, "Sya ayo berangkat" ucap velis


"Ayoo" jawab lesya, setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di mall.

__ADS_1


"Sya syaa ! itu kan cowo yang kemaren ngelempar basket ke gue tuh, gue kepo namanya syaa" ucap velis,


"oke" jawab lesya, "Woii itu yang pake hoodie hitam siapa namanya?" teriak lesya sedikit kencang,


"Sialan lo malu maluin guee" ucap velis sambil berbalik badan, dan cowo itu samperin velis dan lesya.


"Loh ? lo cewe yang temennya ga sengaja kelempar basket kan?" ucapnya


"Iya nih orangnya" ucap lesya sembari menarik velis, "Nih lis lo tanya ajatuh namanya" ucap lesya, jika bisa velis sudah mengubah dirinya menjadi semut.


"E-h enggak lesya bohong" ucap velis gugup


"Gapapa kali santai, nama gue Davindra pradian, panggil aja davin" ucap nya sambil menyodorkan tangan kepada beli, velis menjabat tangan davin,


"Velisya Loviana, velis" ucap velis, setelah berjabat terhadap velis ia menjabat terhadap lesya


"Lo?" tanya nya


"Erlyn aeerlesya kassefa, panggil aja raisa" ucap lesya ngaco


"Ga nyambung lesya !" kesal velis terhadap sahabat nya ini


"Bercanda elah, lesya gue" jawab lesya


"Oke, eh btw besok jangan lupa datang ya, pertandingan kemarin di lanjut" ucap davin


"Gak mau gue, tar pala gue penyok Lagi" ucap velis


"Heheh kali ini enggak ko" ucap davin samb tersenyum, "gue duluan ya" lanjutnya, lalu pergi


"Gila gila syaa maniss banget senyum nyaa" ucap velis, "besok kita haru nonton tanding nya !! gue lebih dukung sekolah sebelah di banding sekolah kita !!" lanjut velis


"Setres" ucap lesya lalu berjalan lebih dahulu


Lesya san velis memesan tiketnya, film nya di mulai pukul 14:00, sedangkan sekarang masing jam 13:27,


"Ke gramed dlu skuy" ucap lesya, velis dengan senang hati mengikuti lesya


"Gue cari komik, lu kalo cari novel cari aja nanti gue kesini" ucap velis, lesya mengacungkan jempolnya


Lesya melihat lihat novel, tetapi novel yang ia pilih di atas susah untuk mencapainya,


"Nih" Ucap lelaki dengan suara berat, ia mengambil kan novel apa yang lesya mau, dan lesya kaget, bahkan bukan kaget lagi...

__ADS_1


__ADS_2