
"Lesyaaa !! di cariin" ucap mama lesya, tiba tiba...
"Di cariin siapa sih ma?" ucap lesya keluar, "Idih anjir" kaget lesya, "Lo ngapain di depan kamar gue?" ucap lesya
"Velis mana?" ucap daffa langsung memasuki kamar lesya begitu saja
"Veliss !!" ucap daffa
"Apasih gila, nyawa gue beluman kumpul baru jg bangun" ucap velis, lesya binggung kenapa daffa nyariin velis? patut di curigai.
"Lo ikut gue ke taman dlu" ucap daffa
"Ck iya iya, tar dlu rapihin rambut" ucap velis dengan muka kusut, padahal kan dia ga bicara apa apa sama lesya.
"Ayo" ucap velis mendahului daffa, lesu melihat itu masi dengan muka yang tenang tetapi tidak otaknya yang sedang memikirkan apa sesuatu yang di sembunyikan daffa dan velis?
Di taman, velis duduk masi dengan muka kusut nya, "Apaansi kak?" ucap velis
"Lo ga kasi tau lesya kan? soalnya, gue cuma mau biar alka dan lesya yang nyelesain tentang mereka" ucap daffa
"Iya, gue juga tau kali, gue ga bilang apa apa sama lesya, tenang." ucap velis, "Gue mohon, bilang sama ka alka, lesya sayang banget sama ka alka, tapi gue ga tau kenapa ka alka bisa sekecewa itu sama lesya" ucap velis
"Gue jelasin" ucap daffa menarik nafas,
"Alka kecewa sama lesya, alka sayang banget sama lesya, tapi dengan cara tiba tiba alka di putusin tanpa alasan yang bisa alka terima, alasan lesya ga masuk akal, alka orang yang ga bisa nerima yang bukan kesalahan nya, alka selalu istimewakan lesya, tapi lesya ninggalin gitu aja" ucap daffa
Velis masi mencerna ucapan daffa, tanpa mereka sadar lesya nungguin dirumah, ia penasaran apa yang di omongin oleh daffa dan velis.
"Jadi lesya yang putusin ka alka?bukan nya ka alka yang putusin lesya?" ucap tanya velis
"Enggak. Lesya gapernah cerita?" tanya daffa
"Enggak, dia cuma bilang, dia punya mantan, dan namanya itu alka, dia sayang banget sama alka katanya gitu" ucap velis
"Ko ada yang aneh sama lesya?" ucap daffa
"Lesya ga terlalu terbuka, dia lebih baik nangis di kamar setiap malem, tanpa inget wajah sosok yang dia sayang, gue kasian kak sama dia" ucap velis
__ADS_1
"Sabar lis, tunggu waktu nya mereka kembali, gue yakin mereka bisa kembali, tapi ga tau kapan waktunya, lo tanya sedikit demi sedikit aja, biar bisa sedikit tau tentang apa terjadi sama lesya dlu, tapi kalo lesya inget, kalo enggak jangan di paksa, kasian nanti dia sakit kepalanya" ucap daffa
"Iya, ayo balik lesya nungguin pasti" ucap velis, daffa mengangguk,
"Gue balik kerumah aja" ucap daffa, velis mangacungkan ibu jarinya di udara.
"Lesya em komingg!!" ucap velis
"Dari manaa lama bener" tanya lesya
"Tuh ka daffa gajelas banget, dia cuma mau kasi unjuk kalo dia abis di notif sama lucinta luna" ucap velis mengada ngada
"Demi apa gila?wkwkw" ucap lesya yang di iringi tawanya itu, tapi hati lesya ragu.
"Eh sya, lo putus sama alka karna apa sih?" tanya velis
"Lo kok tiba tiba nanyain itu?" tanya lesya binggung
"Nanya aja sih, kan lo gapernah ceritaa!!!" ucap lesya
"Sya? lo mikir? kaya punya otak ajaaa" ucap velis
"Sini gue pelintir usus lo!!!" geram lesya, velis tertawa renyah
"Jadi gue putus sama alka karna ada yang lebih jauh sayang sama alka" ucap lesya
"Lo inget?" tanya velis
"Inget kok, bentar" ucap lesya
Flashback 2 tahun yang lalu.
*Lesya menjalani hubungan dengan alka, iya mereka bisa di bilang dengan sepasang kekasih yang saling menyayangi, tetapi sayang ada seseorang yang lebih ber asmbisi untuk mendapati alka.
Lesya mempunyai seseorang sahabat dekat, iya bernama Syerina, syerina wanita yang sempurna, wajah cantik, tubuh bagus, beda dengan lesya yang hanya serbuk tea jus.
Lesya sedang berjalan berdua dengan Syerina, tiba tiba syerina,
__ADS_1
"Sya, lo putusin alka aja deh, dia nembak gue semalem soalnya" ucap syerina, lesya kaget, lesya cengo, lesya masih berpikir apa alka setega itu?
"Maksud lo?" Ucap lesya
"Iya, lo putusin alka, dia nembak gue, lagi pula dia juga udah ga sayang sama lo" ucap syerina, oke lesya ingin menangis sekencang mungkin.
Lesya meninggalkan syerina, syerina tersenyum licik.
Lesya menghubungi alka, ia berminta untuk bertemu, dengan rasa kesal, emosi, lesya meminta udahan dengan alka.
"Kita udahan aja ya, makasih atas kenangan nya hehe" ucap lesya
"Ca, maksud kamu apasih?" ucap alka tak terima,
"Ada yang lebih baik dari aku al, ada yang lebih sempurna dari aku al, dia menyayangi kamu lebih dari aku, Terimakasih alka." ucap lesya pergi begitu saja meninggalkan alka.
Alka tidak berniat mengejar lesya, ia masih mencerna perkataan pacarnya, ralat mantan pacarnya.
**Flashback off***.
"Udah dari situ ga tau lagi" ucap lesya
"Lo ga inget wajah alka?" tanya velis
"Enggak. Enggak sama sekali" ucap lesya, "Kapan ya gue sembuh, pengen banget liat muka alka lagi" lanjut lesya
"Lo udah liat sya." batin velis
"Yaudah, lo berdoa, jangan lupa minum obat pasti kalo jodoh bakal ketemu, ya ga?" ucap velis
"Oh iya jelas" ucap lesya
"Ko lo inget itu si sya?" ucap velis
"Inget banget. banget banget, gatau kenapa itu selalu ada di pikiran gue, kenapa sahabat gue sendiri tega ngelakuin itu, seinget gue lagi bahkan alka ga nembak cewe itu, makanya gue nyesel putusin alka. Gue yang salah bukan alka" ucap lesya, "akh" ucap lesya tiba tiba, ia memegangi kepalanya, karna ia terus ingin mengingat sosok alka
"Gausa lo pikirin lagi deh tentang alka, gue selalu ada buat lo, gue selalu nerima kapanpun lo mau cerita sya" ucap velis
__ADS_1