
Velis duduk di balkon kamar, ia sedang memikirkan apakah dia hubungi lesya sekarang ? untuk menemaninya nonton pertandingan basket antar sekolah?
"Yaudah deh gue telpon aja dah" ucap velis, velis segera menelpon lesya, dan langsung di angkat
"halo"
"Besok nonton basket yo, please syaa" ucap velis
"iya iya"
"Besok gue ceritain sya !" ucap velis
"gamau denger gue" dengan nada meledek
"yaudah bye" ucap velis segera mematikan ponselnya
Akhirnya lega. "Yaudah gue tidur udah malem" gumam velis lalu merebahkan tubuhnya
---
Lesya bangun lebih awal karna ia memimpikan sosok kaka kelasnya itu alka, "ka alka lagi,ka alka trus,ka alka mulu" gumamnya sendiri, ia segera mandi dan beberes kamarnya
Ia duduk di sofa miliknya, dan memainkan ponselnya, sebelumnya ia sudah kontekan denngan velis, waktu menunjukan pukul 09:00, ia sudah rapih dan segera menuju sekolah
Di perjalanan lumayan macet, lesya hampir sampai jam 10, oke dia segera memarkirkan motornya, dan bergegas kelapangan, keadaan sudah ramai, velis melambaikan tangan terhadap lesya
"Lama banget si sya, udah pertengahan ini" ucap velis
"Macet teu" balas lesya lalu duduk
"Ka alka udah beberapa kali masukin ring sya" ucap velis
"Yaudah biarin" jawab lesya dengan malas
Setelah beberapa menit, akhir selesai dan di menangkan oleh team alka, muka daffa tersenyum terhadap lesya, lesya memutar bola matanya malas, segera ia menghampiri daffa
"Apa lo? kode mau di congratin ?" ucap lesya, "bahas inggris gua 30, gmna mau ucapinnya?" lanjut lesya, daffa tersenyum
"Gue injek usus lo beneran" ucap daffa bercanda, lesya tertawa
"Yaudeh! Selamat ka daffa and the geng udah bisa menang di lomba ini, dan lo" ucap lesya menghela sembari menunjuk davin, "Jangan patah semangat, patahin aja kaki ka daffa" lanjut lesya yang membuat daffa geram, semua tertawa, team alka yang solid, berteman dengan team davin yang sportif.
__ADS_1
"Ka davin, lo tetep semangat ya" ucap velis
"Iya lis, makasi ya" balas davin
"Idi so deket" ucap lesya meledek velis, davin hanya tersenyum
"Gimana kalo kita makan makan, sama team lo juga vin" usul julio
"Boleh lah" jawab davin
"Gue sama velis di ajak ga nih?" ucap lesya
"Di ajak lah wkwkw" ucap julio di iringi tawanya
"Gue dluan ada urusan" ucap alka ngelantur pergi gitu aja,
"Yaudah, alka emang gtu ayo kita makan di traktir daffa..." ucap julio
Pletak ! daffa menjitak julio, julio hanya nyengir
"Yaudah kuy" ucap teman davin, entahlah siapa namanya
Akhirnya mereka sampai di restoran,
"Pesen apa yaa" ucap velis
"Pesen ketoprak" celutuk lesya
"Idih tinggalin aja malu maluin" ucap velis
"Haha, yaudah pesen dah nih" ucap julio, mereka pesan masing masing, dan sesuka hati...
"Sya ! Lu liat instagram dah" ucap velis
"Paan lu heboh bener" ucap daffa
"Apaansih lis?" jawab lesya sambil melihat ponselnya
"Ada jodoh gue hehe, sehun" ucap velis, jika bukan teman sudah lesya lempar ke sungai amazon.
Pesanan mereka sudah datang, dan segera menyantap
__ADS_1
"Daff, lo temenan sama alka udah lama kan? dulu pas smp si alka ga kaya gitu daff?" ucap davin
"Ga tau gue, dia kan dri dlu emang ga jelas hidupnya" ucap daffa ragu
"Emg ka davin kenal alka lama?" tanya lesya
"Iya sya, dlu kita temen pas smp cuma karna salah paham gitu, jadi ga deket lagi wkwk" ucap davin di akhiri dengan kekehanya
Lesya hanya mengangguk angguk, "Kepo lo sya!" ucap velis
"Abisin dlh makannya, nanti lagi ributnya" ucap julio, oke mereka semua menghabiskan makannya
"Lesya lo kesini naik motor kan?" tanya daffa
"Iya ngapa?" jawab lesya
"Nebeng ya, kan rumah kita sampingan tuh, terus, gue kesini tadi naik grab" ucap daffa
"Oke" jawab lesya,
Di sisi lain, alka duduk di balkon kamarnya, ia tidak ada urusan karna ia malas aja untuk ngumpul.
"Kenapa dia ga ingat gue?" gumam alka,
"Gue butuh penjelasan ca" gumam alka lagi,
"Alka" ucap bunda alka memasuki kamar nya,
"Iya bun" jawab alka
"Kamu kenapa? wajah kamu kaya kacau gitu" ucap bundanya
"Alka cape bun, alka mau mandi ini, abis itu tidur" ucap alka
"Yaudah sana, bunda keluar dlu" ucap bundanya, memang bundanya setiap berbicara dengan alka, tidak pernah alka terbuka dengannya.
Alka belum mandi, ia hanya berasalan agar bundanya keluar kamarnya, ia memandangi bingkai foto yang terdapat foto masa lalunya, dan di belakang nya tertulis, "Lo milik gue", bisa di katakan, alka possesif, alka egois, alka pemarah.
"Cuma lo ca, cuma lo yang bisa ngertiin gue" prustasi alka, ia simpan bingkai itu di dalam lemari, ia malas jika ada julio dan daffa, bisa bisa di paksa buat jujur terus.
Alka seseorang yang tangguh, bisa lemah juga karna cinta.
__ADS_1
Author binggung g ad ide :D