
Mereka mulai tanding, dan sesekali alka memasukan bola kepada gawang, yang sekarang nilainya 2-3, iya kelas alka 2, kelas lesya 3, siapa sangka?
"Sya, tumbenan ka alka ga semangat gitu?" tanya velis, yang melihat wajah lelah alka
"Gue gatau" jawab lesya se adanya
Di tengah pertandingan alka tidak ikut main, ia menyerah tidak tau mengapa, dan di gantikan oleh teman sekelasnya, ilham.
Lesya menghampiri alka, wajah alka sangat tidak memungkin kan memang untuk menjalani tandingnya
"Alka, kenapa?" tanya lesya, alka menggeleng, lesya memegang pipi alka, panas. iya sangat panas
"Lo sakit alkaa" ucap lesya,
"Sedikit" jawab alka tersenyum, ia mengelus puncak kepala lesya, "Pulang yu?" ajaknya
"Periksa kedokter ya?" ajak lesya,
"Enggak usah, kerumah aku aja" ucap alka
Lesya mengangguk, "Gue ganti baju dulu" ucap alka melemparkan senyum nya
"Lis alka sakit, gue balik duluan yaa?" ucap lesya
"Iya bilang ka alka cepet sembuh!" ucap velis, yang masih tetap fokus melihat pertandingan
__ADS_1
"Ayo" ucap alka menggandeng tangan lesya, alka berpamitan kepada pelatihnya, dan segera mereka pulang.
Di perjalanan tidak ada percakapan, lesya juga deg degan. karna udah lama banget dia ga ketemu mama nya alka,
"Al" panggil lesya
"Apa?" jawab alka
"Gue... takut, udah lama banget ga ketemu nyokap lo" ucap lesya
"Hahaha, santai" ucap alka tertawa
Mereka sampai, dan segera masuk, mama alka sedang menonton tv, biasa mama alka termasuk mama yang aktif tidak seperti anaknya.
"Loh lesyaaaa!!! tante kangen banget sama kamu" ucap mama nya alka, di peluk erat banget.
"Bohong" jawab alka, lesya melototi alka, "Ke kamar dulu" lanjut alka
Lesya dan mama alka mengobrol ngobrol, alka ga balik balik.
"Sya, kamu ke kamar alka gih, dia ketiduran kali" ucap mama nya alka, lesya mengangguk, lesya menaiki tangga, ia binggung kamar alka yang mana, karna ya alka belum lama dirumah ini, rumahnya yang dulu di bogor.
Tertara nama alka di pintu, pasti itu kamarnya, dan sampingnya, alykia bagaskara kaka alka, cantik banget kakanya tapi jarang dirumah, karna di luar negri.
Tok tok tok, lesya mengetuk pintu kamar alka, "Alka" panggil lesya, "Alka" panggil nya lagi, dan berkali kali di panggil ia tidak menjawab, lesya membuka dengan ragu, dan benar tidak di kunci.
__ADS_1
Alka tiduran, dengan mata tertutup dan masih memakai hoodie nya itu, lesya mengelus kepala alka, lalu ia mengecek keadaan suhu badan alka dan benar panas sekali tubuh alka.
"Alka" panggil lesya pelan, alka bangun
"Apa sayang?" jawab alka
"Minum obat dulu ya" ucap lesya lembut,
"Aku ga apa apa, sini kamu duduk" ucap alka, alka bangun, dan lesya duduk samping alka
"Senderan" pinta alka, lesya menyender di bahu alka, "Tidur, gue tau lo cape" lanjut alka
Lesya memang cape, dan tanpa sadar lesya memejam kan matanya,
"Eca eca" gemes alka, pada lesya.
Ia membuka ponsel milil lesya, dan ia menemukan pesan yang membuat dirinya ingin menamparnya saja.
•lesyazy
Lo nyari mati sama gue ?
Ngancem segela, cemen lo sialan.
#alka
__ADS_1
Seketika ia sembuh. Ia geram, bisa bisanya lesya sesabar ini, dan tidak cerita kepada siapapun,
"Kamu perempuan hebat ca" ucap alka tersenyum, dan mengelus puncak kepala lesya.