My Introverted Boy

My Introverted Boy
11.Good bye


__ADS_3

Lesya sepulang sekolah, ia langsung membereskan beberapa barang yang di packing,


"Mama, kita pindah ga jauh dari sini kan yaa?" ucap lesya


"Enggak, kita cuma pindah ke komplek sebelah" jawab mama lesya


"Astaghfirullah, trus kita pindah rumah buat apaaa, masi disini sini juga maaa" ucap lesya


"Rumah ini mau di tempatin om kamu, dan dari pada pindah jauh jauh, yaudah di komplek sebelah aja, biar mama bisa jodohin kamu sama daffa" ucap mama lesya


"Idih ka daffa" ucap lesya sambil menunjukan muka malas


"Daffa ganteng loh" goda mama lesya


"Mama rese kalo di kamar lesya, keluar yaa" ucap lesya sembari menarik tangan mama nya untuk keluar kamarnya, mama nya tertawa melihat tingkah laku anaknya itu.


"Gue berharap si ya bisa nemuin tujuan akhir gue biar inget muka alka lagi." gumam lesya, "Gue gatau, ngerasa orang paling bego kalo udah soal cinta, mau cekel diri sendiri, dosa tapi" lanjutnya


"Udeh gue mau bobo aja capek" ucap lesya setelah tadi membereskan beberapa barang, dan dia terlelap.


Keesokan paginya, lesya bangun untuk mandi dan bersiap siap untuk sekolah,


"Lesya kamu berangkat bareng daffa aja ya?" ucap mama lesya


"Duh, motor lesya kan sehat walafiat" ucap lesya


"Mama mau pake, mau taro beberapa barang kecil, mama cuti kerja dari kemarin sampai besok, mama juga udah bilang sama daffa" jelas mama lesya, lesya memutar bola matanya malas, tetapi apaboleh buatt

__ADS_1


"Yaudah iya, tu kayanya ka daffa udah nungguin" ucap lesya mencium punggung mama dan ayahnya, ayah nya hanya geleng geleng kepala melihat anaknya yang tidak semangat untuk sekolah


"Ka daffa, lo naik mobil tumben" ucap lesya yang melihat mobil daffa


"Iya udah gc" ucap daffa, lesya langsung memasuki mobil daffa, di perjalanan hening, tidak ada pembicaraan, sampai pada akhirnya


"Sya, kita kayanya bakal good bye" ucap daffa


"Good bye apaan?" tanya leaya


"Good bye sudah tidak bertetangga lagi" ucap daffa dramatis


"Jijik gue sama lo, padahal gue cuma pindah ke komplek sebelah" ucap lesya malas, daffa nyengir.


"Jijik jijik juga kaka kelas lo" ucap daffa


"Gue timpa sini ginjal lo" ucap daffa kesal, lesya hanya tertawa puass


Sesampai nya di sekolah, lesya dan daffa turun dari mobil, banyak sepasang mata yabg melihat ke arah daffa dan lesya, lesya cuek dan daffa juga ga peduli.


"*gila sih, lesya deket sama cowo manapun"


"Cantik enggak, tapi main nya sama cowo mulu"


"Di guna guna kali si daffa*"


Ucap para siswi kepada lesya, lesya acuh sampai akhirnya daffa geram, "Lebih gila yang ngomong sih" ucap daffa dengan nada santai, sebenernya ingin gaskeun ! cuma males.

__ADS_1


"Biarin aja sih, gausa dengerin kata orang, kalo lo terus terusan dengerin kata orang mau jadi apa?" ucap lesya sedikit menyindir, daffa tersenyum licik, siswi tadi pun diam, tidak berani berkata apapun.


"Lo ga marah gitu?" tanya daffa


"Untung nya gue marah apa? cape iya, dapet duit kga" ucap lesya dengan santai, daffa bisa menyimpulkan lesya itu adalah orang yang.... lazy, a.k.a malas.


"Yaudah iya, prinsip hidup lo doang emang" ucap daffa yang melihat sekeliling terdapat julio yang sedang menggoda adik kelas


"Woi jul, lu kebiasaan ye, balik ke habitat" ucap daffa


"Eh neng lesya, good bye" ucap julio


"Sialan kaya gue mau pergi ke negara lain aja, sekolah aja masih sama" ucap lesya sebel, julio tertawa, matanya hanya segaris.


Lesya sudah sampai kelas nya, ia berpamitan pada daffa dan julio, kelas daffa memang selalu melewati lorong kelas lesya terlebih dahulu, velis sedang asik memegang ponselnya


"Good bye lesya" ucap velis yang sudah mengetahui ada lesya,


"Tau ga, lama lama gue kaya mau mati, di good bye in terus" ucap lesya sebal, "padahal juga pindah ga ada jarak 30 meter." ucap lesya ngasal


"Bercanda elah sensitif amat. Btw nih gue mau jalan sama ka davin" ucap velis


"Yaudah awas jalan doang, jajan juga" ucap lesya


"Bacot kau maemunah" ucap velis


"Diem lo, jaenab" ucap lesya, mulai perang nya.

__ADS_1


__ADS_2