
Lesya sedang duduk di balkon kamarnya, apakah benar alka akan pergi keluar negri?
"Kalo alka pergi keluar negri, gue ldr dong?" gumam lesya sendiri, "Dih lebay banget gue, ldr paling beberapa hari!" gumam nya lagi
Ting! Ting! Bel rumah lesya berbunyi, ia segera membuka karna hanya ia yang dirumah, soalnya mama papa nya kerja, dan pembantunya sedang ke supermarket.
"Iya bentarr" ucap lesya yang masih menuruni tangga,
Ceklek, lesya membuka pintu, dan ternyata velis, yang sedang senyum lebar kepada lesya
"Ih ck ck, ngapain lo gue kan lagi marah sama lo!" ucap lesya
"Dih udahan dong! gue bawa makanan, ajak masuk dong" ucap velis
"Karna ada makanan, jadi masuk deh" ucap lesya yang memberi masuk velis, biasa berantem juga ga pernah serius.
Velis segera masuk, duduk di sofa milik keluarga lesya, dan mengambil remot tv segera ia menyalakan nya,
"Enak banget lo dasar jelek!" ucap lesya pada velis, lalu lesya duduk di sofa samping velis
"Enak, dikit lagi diluar juga hujan sya, lo besok anterin alka ke bandara?" tanya velis
"Emang beneran dia keluar negri?" tanya lesya
"Dasar bodoh. Cewe nya aja gatau ckck, iyee sya" ucap velis
"Gatau ding" jawah lesya,
Pletak! velis menjitak kepala lesya, "Huh untung temen" ucap velis,
"Gue ldr dong ya?" ucap lesya
__ADS_1
"Yaela paling seminggu dia" ucap velis
"Seminggu juga bagi gue lama tau, soalnya di tinggal mas alka. . . " ucap lesya dramatis
"Najis najis! bucin banget" ucap velis
"Iri aja lo, gue kan sayang banget sama alka, udah ganteng, kaya, baik, kurang apa ya?" ucap lesya melebih lebihkan, alay memang.
"Kurang. . . WARAS !" ucap velis, "Soalnya dia pilih lo" lanjut velis
"*****" pekik lesya, velis hanya tertawa, lesya pun ikut tertawa
Tok tok tok! "Siapa sya? ga pencet bel?" tanya velis
"Palingan bibi, gue buka pintu dulu" ucap lesya, lesya segers membuka kan pintu, benar saja pembantunya, tetapi ada yang aneh di belakangnya. . .
"Alka, ka davin, ngapain dih" ucap lesya
"Main" jawab alka, davin hanya menanaikan kedua alisnya,
"Tumben banget, kaya jalangkung tiba tiba mau kesini" tanya lesya
"Di suruh velis" jawab alka jujur
"Jujur banget jadi orang, males lah" ucap lesya
"Masa sih males?" goda alka,
"Ih alka!!!!" kesal lesya, alka hanya tertawa dan lalu ia duduk
"Besok lu kemana al?" tanya davin
__ADS_1
"China" jawab alka
"Berapa lama ?" kini lesya yang menanya,
"Dua minggu" jawab alka
"Hiks lama banget. serasa dua tahun" ucap lesya alay
"Apaanci" ucap velis
"Bentar sayang" ucap alka, "Cuma mau nemenin mama beli sesuatu" lanjut alka
"Beli sesuatu aja jauh banget sampe ke china, aku mah cuma beli pasar cengkareng" ucap lesya
"Terserah lo lesyaaa" ucap velis
Alka tersenyum, "Ga bisa jauh dari aku ya?" goda alka, lesya hanya merucutkan bibirnya
"Ga usah gitu, nanti aja kalo udah halal" ucap alka, yang ngaco kemana tau.
"Up to u dear" ucap lesya sambil melet, "Kaya mau halalin aku aja" lanjut lesya
"Heh halal halal! sma aja belum lulus, apalagi otak lesya yang banyak kabang laba laba" ucap velis
"Awas ya lo lis, awas aja awas!!!" ucap lesya yang ingin mencubit velis, tetapi tertahan oleh davin, velis udh ngumpet dahulu di dada bidang davin
"Oh jdi gitu sekarang ada pelindungnya, its oke..." ucap lesya, "Alka" panggil lesya
"Hm?" deham alka
"Nikah yu" ucap lesya
__ADS_1
Pletak! bantal sofa melayang ke arah kepala wajah lesya, dan tepat sekali sasaran
Velis, davin, dan alka tertawa, lesya hanya menatap velis seperti ingin memakan nya saja.