
Hari minggu, biasa velis membereskan rumah dan siap siap untuk pergi ke mall, karna ia ingin membeli parfum nya yang sudah habis, sekarang pukul 11:00,
"Otw ah" gumam velis
Beberapa menit akhirnya velis sampai, velis membeli parfum yang biasa ia beli, ia mampir ke sebuah restoran, ia membeli makanan yang ia suka, biasanya ia pergi bersama lesya, tetapi ia sekarang sendiri, karna lesya malas katanya.
Velis duduk, dan ia membawa pesanan nya,
"Ngapain di dompet lo masi ada foto lesya ?" ucap seseorang yang membuat velis menengok, velis mendengarkan apa yang di bicarakan di bangku agak pojok,
"Ga penting buat lo" jawabnya,
"Kalo masih sayang bilang aja, gausa di umpetin"
"Ka daffa ? ka alka ?" kaget velis, velis segera menghampiri daffa dan alka
"Jadi lo-lo alka daren bagaskara ?" ucap velis terbata bata
Daffa menepok jidatnya, kenapa bisa ada velis sih, "mampus, tercyduk" gumam daffa pelan
"jawab kak!" ucap velis
"Iya" jawab alka santai,
__ADS_1
"Kenapa selama ini lo diam aja kak? kenapa kak ? kenapa lo seakan akan ga kenal lesya kak ?!" ucap velis emosi
"Velis, tenang dulu, sini gue jelasin" ucap daffa
"Gue yang jelasin" ucap alka, "Gue kecewa sama lesya, lo udah tau ini, tapi gue harap lo diem" ucap alka, lalu pergi gitu aja, velis binggung, mengapa alka sebegitu kecewa dengan lesya ?
"Lo duduk sini, gue mau tanya sama lo" ucap daffa, velis menurut,
"Kenapa lesya ga ingat wajah alka ?" tanya daffa
"Lesya amnesia kak, tapi hanya sebagian, dia mengingat jelas kenangan nya dengan alka, tetapi tidak dengan wajah alka, kak kenapa ka alka se kecewa itu sama lesya ?" ucap daffa
"Lo bakal tau dari sahabat lo sendiri nanti." ucap daffa lalu meninggalkan velis, velis sendiri velis bingung, apakah ia harus memberitahu lesya ?
"Lesyaaaa" teriak velis
"Apaansi lo, masuk" ucap lesya, "ngapain?' lanjutnya
"Nih gue beliin parfum buat lo, ini parfum kesukaan lo" ucap velis
"aduh aduh, makasi velis" ucap lesya manis
"Idih sok manis" gerutu velis,
__ADS_1
"Gue bilng gak ya?" batin velis, "Jangan deh, biar ka alka sama lesya aja yang bakal tau akhirnya gimana" lanjutnya
"Nape lo?" ucap lesya yang melihat raut wajah velis
"Ga ngape ngape" ucap velis, "Gue numpang tidur kamar lu dah" ucap velis, lalu ia segera ke kamar lesya dan membaringkan tubuhnya,
Lesya aneh terhadap velis, raut wajah, sikap aneh semua, tetapi lesya berusaha bodoamat, karna ia males mikir.
Lesya sibuk maskeran, ga sengaja terkena alisnya, "YAH GILA BOTAK DAH ALIS GUEE" ucap lesya sedikit teriak, yang ternyata mengganggu velis yang sedang mimpi indah
"ngapain si lu berisik" ucap velis, "Gue lagi mimpi sama pangeran juga" lanjutnya
"Alis gue kena masker" ucap lesya, siapa sangka ? velis malah melanjutkan tidurnya.
Lesya kesal, karna bukan hanya alis yang kena, rambutnya pun kena.
Lesya menonton drama thailand, ia berharap cowo yang di drama itu adalah cowonya
"Ya allah andai cowo gue seganteng itu" gumam lesya, "Gue pagerin kaga boleh kemna mna" lanjut lesya
Velis terbangun, ia mengecek ponselnya, "Lesyaa, laper gue" ucap velis
"Go food aja sono dah" ucap lesya
__ADS_1
"Lesyaaa !! di cariin" ucap mama lesya, tiba tiba...