My Introverted Boy

My Introverted Boy
12.Sebuah diary


__ADS_3

Lesya dan velis sudah sampai dirumah,


"Mama pindahnya lama banget besok, sekarang aja sih"


"Ye ga sabaran banget kamu, yaudah beresin kamar kamu dlu aja" ucap maka lesya, oke lesya dan velis segera membereskan


"Sya, gue nemu nih diary lo" ucap velis


"Yaudah lo taro dulu aja di nakas, gue masih megangin ini album album gue sd" ucap lesya, velis menaru, setelah beberapa jam, akhirnya selesai di packing,


"Sya, gue balik dlu laaah, bsk pas pulang sekolah baru kerumah lo yang baru ya ya ?" ucap velis


"Oke! kamsahamida wkwkk" ucap lesya sambil tertawa, velis segera pulang, tetapi bentar bentar


"Woi velis lu pulang sama siapa?" ucap lesu sembari menyusul velis


"Tuh" tunjuk velis terhadap cowo di atas motor dengan style rapih,


"Siapa ?" tanya lesya, "Bokap lo? eh tapi ga mungkin" lanjut lesya


"Ka davin ih ! lo yakali bokap gue gayanya gitu" jelas velis


"wkwkkw" lesya tertawa, setelah pamitan velis pun pulang di jemput oleh davin.


Lesya kembali ke kamar nya, ia ingin membuka diary itu

__ADS_1


"Story of my love" lesya membaca halaman pertama, ia membaca apa yang ia tulis dulu, tangan nya berhenti di sebuah foto, lelaki dengan senyum manis yang ternyata


"Ka alka?" ucap lesya binggung, "Maksud nya?" ia berpikir ia masih tak percaya, "Ini bener alka gue sama ka alka sama ?" ucap lesya mengingat wajah alka dulu, lesya merasa pusing, dan


Bruk. lesya jatuh pingsan, segera di pindahkan ke atas kasurnya


"Kamu kenapa lesya?" ucap mama, "Kecapean?" lanjutnya


"Alka ma, lesya inget ma sama alka" ucap lesya


"Ingetan kamu sudah sembuh total?" tanya mama


"Iya maa, ternyata aku selama ini satu sekolah ma sama alka" ucap lesya sembari meneteskan air matanya, ia tidak percaya jika ka alka itu adalah alkanya ia.


"Dia teman nya ka daffa ma, tapi aneh bener bener aneh, alka dlu memang cuek tapi tidak dengan omongan, sekarang dia bener bener beda ma, makanya aku ga pernah ngira kalo dia alka" jelas lesya


"Lebih baik kamu jelasin masalah waktu itu ya, jangan terlalu larut jika sudah menemukan, kasihan alka yang kamu kecewakan tanpa tau apa masalahnya, salah paham" ucap mama lesya, lesya mengangguk, ia setelah nangis tertidur, memang kebiasaan lesya, setelah nangis langsung tidur entah masalah apapun itu.


Paginya, lesya sudah siap untuk bersekolah, wajahnya murung, apakah ia harus menjelaskan nya terhadap alka? tapi...


"Ma lesya berangkat dulu" ucap lesya,


"Hati hati syang" ucap mama nya, segera lesya berangkat setelah berpamitan


Lesya sampai di sekolah, dan melewati lorong lorong kelas, sampai pada tepat depan kelasnya, ia malas untuk menceritakan kepada velis, nanti saja.

__ADS_1


"Lis geser dong, gue mau di pojok" ucap lesya, velis menggeser


"Lo kenapa sya?" tanya velis yang melihat wajah murung lesya


"Ga apa apa sih, cuma cape aja gara gara kemarin" ucap lesya, velis hanya ber 'oh' ria.


Lesya selama pelajaran tidak konsen, ia benar benar memikirkan tentang alka, memang alka membuat kekacauan pada pikiran lesya.


"Oh iya, sya" ucap velis


"Ape?" jawab lesya


"Kemarin pas gue jalan sama ka davin, katanya temen dia ada yang suka sama lo namanya, nathan" ucap velis


"Gapeduli sih gue, males" ucap lesya acuh, karna tepat pada pendirian cukup mencintai alka.


"Eh lis gue di panggil ka daffa, bentar ya" ucap velis, lesya mengangguk


Setelah beberapa menit, velis belum balik balik ke kelas, lesya kebelet pipis


"Lama banget velis, gue ke kamar mandi sendiri dah, kalo nungguin bisa ngompol" ucap lesya,


Di saat melewati lorong, lesya menemukan, velis, daffa, julio, dan alka. Lesya ingin sekali mendengarkan, lesya mendekat


"Gue percaya sama lo, lo bisa bilang ini semua--

__ADS_1


__ADS_2