
"Ka alka?" ucap lesya, "makasih" lanjut lesya, alka pergi begitu saja, tetapi beda, tatapan hangat alka seperti seseorang yang lesya rindukan, lesya diam terpaku otaknya masih bekerja untuk memikirkan siapa alka?
"Sya! lo kenapa ?" ucap velis
"E-h lis" ucap lesya
"Lo kenapa?" ucap velis
"Gapapa lis pulang aja yu ? nyokap gue nanyain" ucap lesya,
"Trus tiketnya ?" tanya velis binggung
"Buang aja, gue dluan lis" ucap lesya meninggalkan velis, velis masih diam di tempat, apakah lesya melihat hantu? atau apapun itu.
"Hei" ucap seseorang yang menepuk pundak velis, velis tersentak kaget,
"Eh" ucap velis
"Ketemu lagi kita wkwk, ngapain?" tanya nya,
"Iya, ga ngapa ngapain" ucap velis,
"Boong, lo ngapain disini sendirian, temen lo mana? ?" tanya davin
"Gue mau bayar ini komik sama novel, abis itu nonton tapi si lesya main batalin gitu aja, jadi angus deh ni tiket" jelas velis
"Ayo nonton sama gua aja" usul davin
__ADS_1
"Gua ga bisa, gimana lo anterin gue kerumah lesya aja, bisa ga?" ucap velis meminta tolong
"Dengan senang hati" ucap davin,
Di perjalanan lesya masih memikirkan mata hitam pekat alka, tatapan yang berbeda tatapan yang sangat ia rindukan, sebenarnya siapa alka ?
"Gue seperti rindu mata itu" gumam lesya, lesya sampai rumah, velis dan davin sudah menunggu
"Sya ! lo bohong sama gue, lo bilang nyokap lo nyariin lo, bahkan nyokap lo masih kerja sya! cerita sama gue lo kenapa?" ucap velis mendesak lesya, davin menyimak, apakah cewe jika bersahabatan harus cerita cerita ? pikir davin.
"G-ue gapapa" jawab lesya gugup, muka velis memerah ia menahan kesal pada lesya, lesu memasuki kamar nya tanpa pamit, velis hendak mengejar tetapi di tahan oleh davin
"Biar dia tenang dulu, nanti di tanya baik baik dia kenapa" ucap davin penuh dengan kesabaran, velis langsung duduk di sofa milik keluarga lesya, velis memikirkan apa yang sedang terjadi pada sahabat nya itu
Setelah beberapa menit velis menunggu, "Gue ke kamar lesya dlu vin, gue baik baik ko" ucap velis, davin mengangguk
"Lesya ! ayo buka gue mohon" ucap velis
Lesya membuka, dan lesya segera memeluk velis, "Kenapa?" tanya velis membalas peluknya
"Gue butuh detektif yang handal" ucap lesya
"Apaansih lo gajelas banget. Detektif apaan?" ucap velis, sambil melepaskan pelukannya
"Tadi gue ketemu ka alka, trus gue ga sengaja sama dia tatapan, dan ya mata dia itu mirip mata seseorang yang gue rinduin banget lis, mata itu mirip alka lis, gue kangen alka lis dimana alka lis sekarang" ucap lesya kini air matanya sudah tidak bisa di bendung
"Lesya! Lo bukan cewe lemah, lo bukan cewe yang kalo rindu sama cowo nangis sya, lo nangisin dia, apa dia peduli sama lo sya ? tatap gue sya! banyak orang yang sayang sama lo, tetapi kenapa harus lo yang sayang sama orang tapi ga ada disini?" ucap velis kini meninggi
__ADS_1
"Lo gapernah rasain jadi gue! gue juga manusia gue bisa lemah" ucap lesya emosi, velis segara memeluk lesya sangat erat
"Gue tau lesya, gue tau perasaan lo, gue cuma gamau lo larut dalam masa lalu" ucap velis, iya lesya mengerti apa yang di maksud velis, tetapi hatinya tidak yakin jika ia memaksakan untuk melupakan alka.
"Lis, gue butuh waktu sendiri" ucap lesya
"Oke, gue pulang. Lo awas aja" ucap velis, kini keluar dari kamar lesya
"Udah ?" tanya davin,
"Iya udah" jawab velis
"Ayo gue anter balik" ucap davin, velis mengangguk
Di perjalanan, "Lo besok ada acara?" tanya davin
"Enggak" jawab velis
"Lo dateng ya kesekolah, gue basketan lagi besok lanjutin yang kemarin" ucap davin
"Insyaallah, kalo lesya mau gue ajak" ucap velis, davin mengacungkan jempolnya.
Lesya masih diam di kamarnya, ia sudah berkali kali memutarkan kamarnya, ia binggung harus bagaimana lagi cari tau tentang alka, kaka kelasnya itu, sedangkan alka itu privasi banget.
"Gue ko kepo gini sih?" gumam lesya, "Apa emang ka alka itu alka nya gue?" lanjutnya, "Tapi ga mungkin lah" prustasi lesya
Hoho aku udah ngetik kemarin terus ke hapus :(
__ADS_1