My Introverted Boy

My Introverted Boy
20.Troublemaker


__ADS_3

Lesya dan alka menuju parkiran, tetapi...


"Al, jaket gue ketinggalan di kelas" ucap lesya


"Ayo ambil" ajak alka


"Gue sendiri aja bentar doangg, tunggu yaa" ucap lesya segera ia menuju kelas dan melewati lorong


Brukk!! lesya menabrak


"Syerina?" ucap lesya kaget


"Hai lesya hahaha, sendirian?" ucap syerina yang langsung menarik rambut lesya,


"Lo apaasi gila ya?" ucap lesya yang berusaha melepas rambutnya,


"Lo balikan sama alka? hahaha. Alka milik gue gausa sok deh lo" ucap syerina, lesya santai.


"Berisik bangetlo" ucap lesya yang segera memasuki dan mengambil jaketnya.


Bruk, yayaya. Syerina sengaja menyelengkat lesya dan akhirnya lesya terjatuh


"Troublemaker banget heran. Gue udah berusaha ngalah mulu dari dulu sama lo, tapi ga ada puas puasnya." Ucap lesya, "Gue emang ga secakep lo, ga se sial lo, yang akhirnya gabisa dapetin alka" ucap lesya yang membuat syerina bungkam.


"Hebat. Lo se ambisi itu buat dapetin gue?" ucap alka. iya alka memperhatikan lesya dan syerina sejak tadi


"Al-ka?" kaget syerina

__ADS_1


"Apa lo kaget? gausa so baik, urusin dulu tujuan hidup lo" ucap alka lalu segera menggandeng lesya untuk pergi.


Lesya berusaha menahan tangisnya, lesya memang orang yang gampang tertarik emosi, gampang nangis juga.


Mereka memasuki mobil, alka menyenderkan kepala lesya terhadap pundaknya


"Lo kalo mau nangis, nangis aja" ucap alka, "Gausa di tahan, lo bukan cewe yang kuat nutupin apapun ca." lanjut alka


"Gue gapeduli seambisi apa dia buat dapetin lo, seenggak nya gausa ganggu hidup gue" ucap lesya, dan kini ia menangis.


Alka mengelus puncak kepala lesya, "Yang namanya hidup selalu ada ujian ca, gpp lo sekarang kaya gini, tuhan ngerencain sesuatu yang indah buat lo nanti" ujar alka yang berusaha menenangkan lesya


"Gue ngalah mulu sama dia, sampe lo gue kasi buat dia, emang ya gue bego banget?" ucap lesya


"Lo ga bego ca. lo cuma kelewat baik, jangan terlalu baik sama orang eca, lo gatau balesin mereka buat lo" ucap alka


"Sakit di jenggut gak?" tanya alka yang masih setia mengelus puncak kepala sang kekasih


"Biasa aja sih, kan gue strong" ucap lesya


"Ko nangis?" tanya alka meledek


"yaya bodoamat" ucap lesya membuang muka, "jalanin mobilnya!!" pinta lesya


Alka tertawa melihat tingkah lesya, gemas.


Sepanjang jalan lesya tidak mau berbicara dengan alka, padahal alka sudah berkali kali memanggilnya

__ADS_1


"Caa" panggil alka yanh kesekian kalinya, "Ecaaaa" panggil alka lagi


"Berisik lo" ucap lesya dengan nada jengkel


"Gimana kalo kita..." ucap alka sambil berpikir, "Beli novel?!" ucap alka, dengan mata berbinar lesya menengok ke arah alka


"AYO BELIIN YA TAPI? UANG AKU TINGGAL 30 RB NIH" ucap lesya dengan nada excited


"Iya ca iya, apa yang enggak buat kamu" ucap alka sambil memegangi kuping nya yang pengang karna ucapan excited lesya tadi.


Alka dan lesya menuju gramedia, lesya sedari tadi sibuk dengan ponselnya,


"Ca lo liatin apasih di hp?" tanya alka


"Liatin..." ucap lesya sedikit menjeda, "Kamu" lanjutnya


"Gue disini, ga ada di hp" ucap alka sebel


"Ada tau, nih" ucap lesya menunjuki wallpaper miliknya yang terdapag foto alka sedang bermain basket


"Dapat dari mana?" tanya alka,


"Dari velis sih" ucap lesya, "Dulu waktu gue belum inget lo, gue benci banget sama lo" ucap lesya


"Sama gue juga benci sama lo, karna lo lupa sama gue, males gue jadinya" kesal alka juga.


"Jadi kita benci benciaan?!" ujar lesya menatap horor alka

__ADS_1


"Benci, tapi cinta sih"


__ADS_2