
Alka tidak langsung mengantar lesya pulang, ia mengajak lesya ke sebuah taman, mereka duduk berdua, hening.
"Ca" panggil alka pelan, "Gue minta maaf sama lo ca, gue emang cowo brengsek yang ga bisa apa apa tanpa lo" ucap alka
"Alka. Stop bilang lo cowo brengsek" tepis lesya,
"Al, ga ada yang salah di antara kita, gue yang terlalu manja, dan lo yang terlalu egois" ucap lesya, "Ga usah di ungkit lagi, sama sama perbaiki diri" lanjut lesya
Alka terdiam ia masih menyesal kenapa ia tidak bilang dari awal jika dia alka?
"Gue bener bener serasa mimpi bisa inget lo lagi, bisa ketemu lo lagi" ucap lesya
"Ca" panggil alka, lesya menengok ke arah alka
"Apa?" jawab lesya
"Lupain tentang masalah itu, sekarang cuma ada gue dan lo, tanpa syerina, gue cuma mau ca--" ucap alka terpotong, ia menghela nafas, "Lo balik lagi sama gue" ucap alka
Lesya terdiam, ia berpikir, apakah jika ia bersama alka, alka sama seperti dulu?
"Tapi--" ucap lesya
"Gue ga maksa, itu keputusan lo, kalo boleh gue jujur, gue bener bener ga pernah berhenti buat sayang sama lo" ucap alka, memang benar jika alka menyayangi lesya dengan tulus.
__ADS_1
"Gue pikirin nanti, sekarang antar pulang" ucap lesya, alka mengangguk
Lesya sudah sampai dirumah, iya masih dirumah lama, karna memang lesya belum mengambil beberapa barang, seperti charger dan lain lain.
"Gue balik dulu ya ca, nanti gue ketemu nyokap lo nya, soalnya gue ada janji sama Julio" ucap alka
"Iya" jawab lesya, lesya memasuki rumah dan alka segera pergi meninggalkan halaman rumah lesya
Alka menuju cafe, dan bertemu dengan julio, bukan dengan julio saja, satu lagi ya siapa lagi kalo bukan daffa
"Lancar?" pertanyaan julio yang membuat alka mengangkat bahu
"Alka alka, kadang gue ngakak liat lo, gue temenan sama lo dari lo sd, gue tau banget kisah lo sama lesya, gimana galau nya lu, gimana susahnya ngejar lesya" ucap daffa mengingat ngingat, memang daffa itu berteman dengan alka sudah lama dari mereka kecil, sedangkan julio baru pas di sma, waktu alka berusaha mengejar lesya, daffa dan alka beda kota, soalnya papa daffa di tugaskan diluar kota, sampai pada akhirnya mereka sama sama di jakarta, seperti sekarang.
"Nih ya" ucap daffa mengingat ingat, "Dulu alka itu ketua osis di smp, trus ada ade kelas nya yang bener bener kalo ngeliat dia males banget, kaya orang ga ada semangat sekolah gitu, alka kesel, ya lo tau alka paling ga suka sama orang males, trus alka ngedeketin lesya biar si lesya ga males, tapi nihil alka jadi suka sama lesya, padahal lesya ga respon waktu itu" ucap daffa berhenti, lalu ia terus mengingat
"Nah ,terus--" ucap daffa terpotong alka
"Bacot daf" gedek alka, daffa tidak menghiraukan,
"Nah, pokoknya si alka itu ngejar lesya terus deh, dia ga peduli tu di bilang apa juga sama temen nya, sampe lesya pernah di katain receh sama dinda, lo inget ga al?" ucap daffa, iya dinda perempuan cantik, waktu smp yang sangat menyukai alka, tetapi alka menyukai adik kelas nya itu, lesya.
"Iya" jawab alka singkat
__ADS_1
"Lo kenapa bisa suka sama lesya?" tanya julio
"Aneh" jawab alka mengingat masa ia mengejar lesya, memang bukan alka yang aneh tetapi lesya
"Aneh gimana?" julio semakin kepo,
"Kepo lo" tegas alka, daffa ketawa ngakak, muka alka soalnya nahan parah pada julio
"Udah bege jul, nanti aja kita cerita lagi, btw lo ngajak lesya balikan?" tanya daffa
"Iya" jawab alka
"Di terima?" tanya daffa dan julio bersamaan
"Enggak" jawab alka, daffa melotot
"serius enggak?" daffa penasaran
"Enggak tau, belum di jawab" ucap alka, yang membuat julio dan daffa pingin injek kepalanya.
"Serius njir" ucap julio
"Iya belum di jawab"
__ADS_1
oke, see u saya semakin greget dengan alka hehe:D