
Setelah menunggu hasil Ujian Nasional dan Ujian Sekolah keluar akhirnya pengumuman kelulusan pun akan segera diumumkan. Ayahku selaku Orang Tua ku yang menghadiri undangan sekaligus yang akan menerima surat kelulusan ku. Aku dan seluruh anak-anak kelas XII menunggu diluar kelas dengan sangat tegang. Kita hanya diijinkan untuk menunggu diluar ruangan dan tidak diperbolehkan masuk. Teriakan kesenangan dari kelas lain pun terdengar ketika orang tua mereka keluar ruangan dan mengatakan kalau anaknya telah Lulus.
Aku melihat satu-persatu orang tua dari mereka maju satu-persatu untuk menerima surat kelulusan. Ayahku belum maju-maju karena Nomer Absenku yang masih terlalu jauh.
“Linnnnn,,,,” Teriak Erlina. Aku melihat Erlina berlari kearahku dan memelukku. “Aku Lulus,, gimana sama kamu?” tanya Erlina. Aku senang mendengarnya, Erlina Lulus.
“Belum tahu,,, Bapak belum dipanggil.” Kataku dengan wajah masih tegang. Akhirnya aku menunggu pengumuman ditemani Erlina. Aku belum melihat Asti dan Murni.
Aku melihat ayahku berjalan kedepan karena namaku sudah dipanggil oleh Wali kelas. Jantungku berdetak kencang sekali. Ayahku sudah menerima surat itu dan membuka surat pengumuman itu. Aku yang melihat ayahku membuka pengumuman itu sangat tegang. Lalu ayahku tersenyum dan menjabat tangan guruku.
Ayah keluar dari ruangan itu dan memberikan amplop yang berisi pengumuman itu padaku. Dengan sangat tegang Aku membuka Amplop itu dan aku melihat tulisan yang berada di kertas itu dan tulisannya LULUS. Aku langsung mencium kedua tangan ayahku. Erlina langsung memelukku, Asti dan Murni berlari kearah kami berdua dan mengatakan kalau mereka berdua juga Lulus. Kita berempat berpelukan bersama seperti Teleutabies.
Ayah menginjinkan aku untuk pergi merayakan kelulusan dengan ketiga sahabat terbaikku ini. Sebelum ayah pulang kerumah, ayah berpesan untuk tidak mencoret-coret pakaian sekolah ataupun ugal-ugalan dijalan raya. Aku menyanggupi permintaan ayah karena Aku dan ketiga sahabatku ini punya cara tersendiri untuk merayakan kelulusan. Setelah acara kelulusan benar-benar selesai dan ucapan selamat datang silih berganti, Kita berempat menuju kesuatu tempat.
__ADS_1
Aku membonceng Erlina dan Murni membonceng Asti. Disepanjang jalan kita berempat berteriak sangat girang tidak memperdulikan orang orang melihat kita. ketika sampai ditempat yang kita tuju, aku langsung turun dan berlari melewati jalan setapak yang licin karena terkena rembesan air dalam tanah. Kanan kiri pemandangan yang kita bisa lihat hanya hutan yang agak rimbun. Murni, Erlina dan Asti mengejarku. Aku berusaha menyeimbangkan langkahku supaya tidak terpeleset karena tadi sewaktu Asti berlari mengikuti langkah ku dia terpeleset, kita bertiga jadi bahu membahu menolong Asti yang semakin membuat kita bertiga jatuh bersamaan. Asti yang melihat kita bertiga jatuh hanya tertawa saja. Agak lama kita berjalan menyusuri jalan setapak itu akhirnya kita sampai juga. Suara khas Air Terjun dan hembusan angin yang bercampur dengan air menyambut kedatangan kami.
“Ayo, Kita rayakan kelulusan kita?” Kata Erlina.
Kita berempat yang masih memakai seragam sekolah secara serempak berjalan kearah tebing untuk mengambil posisi. Setelah kita tepat diatas tebing yang tingginya hanya 3-4 meter air terjun yang jatuh dari atas sudah membasahi kami.
“Ini, adalah janji kita. ketika kita Lulus. Kita akan melompat dari sini.” Kataku bersungguh sungguh.
“Itu,, benar. Akan aku beri aba-aba untuk melompat.” Kata Murni. Seketika itu aku jadi teringat Nia. Kalau saja Nia ada disini dan merayakan kelulusan bersamaku pasti akan ramai.
Setelah acara kelulusan disekolahan Nia. Nia harus mengisi acara disekolahnya untuk merayakan kelulusan.
“1...” teriak murni. Kita berempat berpegagan tangan sangat erat. “2...” Kita berempat siap untuk melompat. “3......”
__ADS_1
Kita berempat terjun dari tebing itu.
Byurrrr...
Aku merasakan sensinya ketika tubuhku jatuh kedalam air. aku berusaha untuk berenang kepermukaan dan aku melihat ketiga temankku sudah berada dipermukaan air. Kita berempat tertawa bersama menikmati hari ini. Hari dimana kita akan membuka lembaran baru dan menuju kedewasaan.
Merayakan kelulusan bukan hanya dengan aksi Coret-coretan atau pawai dijalanan, melainkan melakukan hal positif.
🌳🌳🌳
Bahagia itu sederhana....
busa lin
__ADS_1