
Sejak kejadian malam itu. Aku dan Mas Hendra menjadi sangat dekat. Mas Hendra sering menghubungiku.
Akupun lama-kelamaan menaruh perasaan pada Mas Hendra, meskipun Mas Hendra bukan cinta pertama ku tapi aku selalu nyaman jika aku dekat dengan dia. Entah ini perasaan Cinta atau apalahh namanya.... Aku juga tidak tahu.
Aku juga sudah dekat dengan teman-teman Mas Hendra. Jika aku tidak ada kegiatan dan sibuk pasti aku selalu menyempatkan diriku melihat pertunjukkan mereka bukan karena aku suka dengan Mas Hendra, itu hanya sebatas aku sangat senang melihat ketika mereka sedang menari. Karena M&M Latin’s Dance tidak bisa selalu tampil setiap hari atau setiap minggu karena kesibukan dari masing-masing anggotanya yang rata-rata sudah bekerja. M&M Latin’s Dance hanya Hobi untuk mereka dan bukan pekerjaan resmi untuk mereka. Niat hanya untuk menghibur.
Contoh saja seperti hari ini. Satu bulan M&M Latin’s Dance tidak tampil karena kesibukan masing-masing anggota, tiba-tiba mereka memberikan pengumuman akan tampil di Alun-alun. Undangannya aku dapat lewat SMS dan singkat lagi. Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini untuk melihat penampilan mereka kembali karena kangen juga melihat penampilan M&M Latin’s Dance.
Akupun melihat pertunjukkan mereka. Seperti biasa mereka selalu membuatku kagum dan terkejut dengan setiap gerakan tari yang mereka bawakan.
Malam itu mereka membawakan Tarian Latin asal Spanyol yaitu Tarian Salsa. Tarian yang memberikan kesan glamour dan seksi apalagi dengan penataan musik dan cahaya lampu yang sempurna menambah malam ini begitu mewah dan menyenangkan padahal mereka melakukan pertunjukkan ditengah lapangan. Setelah M&M Latin’s Dance selesai melakukan pertunjukkan, M&M Latin’s Dance mendapat tepuk tangan sangat meriah dari para penonton. Akupun tidak kalah bertepuk tangan.
“Wahh,,, Kalian hebat? Selamat iya?” Kataku pada mereka yang sedang beristirahat.
Mereka semua tersenyum senang padaku dan memberikan ibu jarinya pertanda membalas perkataan ku. Mas Hendra berjalan mendekatiku.
“Terimakasih, sudah mau datang.” Kata Mas Hendra tersenyum. Aku hanya mengangguk memgiyakan.
Mas Hendra mengajakku berjalan-jalan menjauhi keramaian yang ada disekitar lapangan ini.
Aku dan Mas Hendra berjalan berdua menikmati malam ini. Meskipun tempat ini lumayan ramai akan tetapi lumayanlah suasananya mendukung.
Mendukung untuk??? berharap sesuatu yang lebih.
“Mas, Kalau saja pertunjukkannya sering. Pasti akan lebih seru.” Kataku.
“Tapi kan, kalau setiap hari. Pasti mereka yang nonton juga akan Bosen, Lin?” jawab Mas Hendra.
“Iyaa,, juga.” Kataku sambil tertawa.
Tiba-tiba saja raut wajah Mas Hendra berubah serius tapi gaya cueknya tetap tidak hilang dari dia.
“Lin, Kamu mau jadi pacar aku?” Tanya Mas Hendra tiba-tiba.
Jujur malam ini apa yang dikatakan Mas Hendra membuatku sangat terkejut.
“Pacar? Enggak salah dengar?” tanyaku sedikit gugup. Tapi aku mencoba mengendalikan perasaanku.
“Iyaa,, enggak lahh." Kata Mas Hendra.
Mas Hendra menghentikan langkahnya dan akupun juga ikut menghentikan langkahku.
__ADS_1
"Udah lama aku ingin bilang ini dan untuk mengatakan ini butuh keberanian lebih, Lin.” Mas Hendra melanjutkan kalimatnya.
Aku hanya tertawa melihat muka Mas Hendra berubah serius.
“Lin, Serius?” katanya lagi.
“Iyaa,, Maaf-maaf." Aku sangat gemas melihat wajah Mas Hendra yang mulai kemerahan karena malu.
"Gimana iya, Mas?” Aku menggantung kalimatku.
“Gini, deh, Mas. Kasih aku satu Alasan kenapa Mas Hendra mau menjadikanku pacar. Aku tidak ingin mendengar kata klasik, seperti Cinta, sayang atau apalah....” (Sok cantik banget kamu, Lin? Author gemas. Haha)
Mas Hendra hanya terdiam. Dia seperti mencari-cari kalimat yang tepat untuk mengatakannya padaku. Mas Hendra mendekatiku dan memegang tanganku.
“Karena aku merasa Nyaman jika aku didekatmu, Lin. Kamu beda dari cewek yang aku kenal, kamu orangnya asik, enak kalau diajak bicara dan satu hal lagi kamu itu lucu...” Kata Mas Hendra menghela nafas panjang.
“Gimana? Mau jadi pacar aku?” tanya Mas Hendra.
Aku hanya diam saja dan belum bisa memberi jawaban. Aku suka sama dia tapi belum yakin dengannya.
...
"Nia, jika benar Mas Hendra suka padaku, Bagaimana?" tanyaku pada Nia via sambungan telepon.
"Jika kau benar menyukai Mas Hendra dan merasa kalau dia orang baik, terimalah. Jika Mas Hendra menyenangkan, terimalah dia apa adanya. Jika kau merasa Nyaman, terimalah. Tapi ingat jangan jadikan rasa sukamu sebagai Ego semata." Kata Nia menjelaskan.
"Wahh,, Niaaa..." Kataku senang.
"Kenapa?" Tanya Nia keheranan.
"Aku sayang padamu, sayang... sayang..." kataku berteriak diujung telepon. "Aku merindukanmu??"
Nia hanya tertawa mendengar kata-kataku.
...
Aku menghela Nafas panjang dan Aku melihat mata Mas Hendra yang bersungguh-sungguh.
“Em....” Aku menggantung kalimatku dan melepaskan pegangan tangan Mas Hendra yang berkeringat.
Aku sedikit mundur selangkah dan aku melihat wajah Mas Hendra sedikit tegang mendengar jawabanku.
__ADS_1
“Meskipun Mas Hendra bukan Cinta Pertamaku tapi aku mau Mas Hendra jadi Pacar Pertama buatku.” Aku memberikan senyum terbaikku.
“Jadi,,,,” tanya Mas Hendra yang masih penasaran. Ekspresi wajah Mas Hendra sedikit berubah menjadi senang.
“Jadi, kita Pacaran?” tanya Mas Hendra mencoba meyakinkan dirinya sendiri. Aku hanya mengangguk mengiyakan. Karena sangking senangnya tanpa sadar Mas Hendra memelukku sangat erat.
“Hahhhh,,, Terimakasih, Lin. Aku janji enggak akan pernah menyakiti kamu apalagi meninggalkan kamu.” lanjutnya sambil tetap memelukku.
Semua orang yang melihat kejadian itu, melihat kearah kami berdua. Aku dengan segera mencoba melepaskan pelukkan Mas Hendra. Dan tersenyum malu melihat kearah sekitar dan Mas Hendra yang menyadari itu hanya tertawa senang dan loncat-loncat kegirangan.
“Maaf iyaa, Mas, Mba. Dia sekarang pacar akuuuu,,,” kata Mas Hendra berteriak.
Teriakan Mas Hendra membuatku malu. Aku berusaha menutupi mukaku dengan tas.
Malam ini adalah malam yang sangat menyenangkan untukku. Akhirnya setelah sekian lama aku menunggu seseorang dan mulai memberanikan diriku untuk mencintai seseorang lagi, aku menemukannya pada diri Mas Hendra. Meskipun dia bukan Cinta Pertama untukku tapi dia adalah Pacar pertama untukku dan semoga untuk selamanya.
***
Aku tertawa mengingat kejadian malam itu. Terasa sangat bahagia dan menyenangkan. Dia adalah Pacarku, kekasihku dan seorang yang teramat berarti untukku. Bukan dia yang menyakitiku tapi akulah yang menyakitinya. Sehingga dia pergi meninggalkanku.
Apakah ini Ego?
🌳🌳🌳
Lembaran baru akan Cinta membuka Tabir kebahagian
Cinta Pertama akan selalu berkesan
Tapi Kekasih Hati akan selalu tersanding didalam hati
Memberanikan diri untuk merasakan Jatuh Cinta dan Di Cintai
Dan bersiap untuk dibuat Patah Hati dan membuat Patah Hati
Akan ada masanya jika hati Berbunga
Akan ada masanya juga jika hati Meranggas
Busa Lin
🌷🌷🌷
__ADS_1