
Pagi menjelang dan hari pun sudah berganti..sinar mentari kini sudah mulai membasuh dengan lembut jendela kamar Eve yang mulai usang dan berkarat.. jalanan di ibu kota yang tadinya tertidur pulas kini pun mulai bangun untuk memulai kembali lembaran baru di pagi hari yang cerah nan baru pula..kicauan burung semakin menyambut pagi yang cerah dengan penuh semangat dan aroma khas embun yang masih menempel di permukaan bumi semakin menambah sejuk udara pagi itu.
Seharus nya saat ini Eve sudah duduk di kursi kantor nya dan tengah bergelut dengan banyak nya laporan-laporan keuangan yang tidak kunjung selesai dari minggu lalu.. Eve saat ini masih tertidur pulas akibat mabuk berat semalam.
Kemarin adalah merupakan hari di mana Eve bisa mabuk parah
dibandingkan dengan hari-hari lain nya ketika ia sedang nongkrong di Heavfun Club..kepala nya masih terasa pening untuk sekedar beranjak dari tidur pulas nya.. sungguh sangat tidak nyaman.
"Eveee,sudah siang nak..bangun, bukan nya kau harus ngantor?" teriak Amara dari luar
kamar Eve berharap agar putri nya itu sudah bangun dan bergegas berangkat ke kantor.
Kamar itu tampak begitu hening, suara hiruk pikuk dari luar jendela pun dapat terdengar dengan jelas.. Eve tidak menggubris nya meski ia dapat mendengar dengan jelas suara ibunya meski secara samar-samar.
Baginya,hari ini adalah hari minggu dan Eve hanya ingin tidur saja sepanjang hari dan tidak juga
memikirkan apapun..bagaimana tidak,bayangkan saja sisa minuman beralkohl dan vodka yang semalam masih nyaman tertinggal di dalam tubuh nya.
Bahkan alarm handphone Eve sudah beberapa kali berbunyi membangun kan pemilik nya..dia menggapai handphone itu dan mematikan nya..kini Eve benar-benar merasa bahea kepala nya sangat pusing dan matanya juga berkunang-kunang saat dia mencoba untuk beranjak dari tempat tidur nya.
Eve terbangun masih dalam keadaan yang mengenakan pakaian kerjanya,blazer merah dan rok sepan ketat dengan warna senada..tak lupa pula sepatu hak tinggi hitam nya yang sudah tergeletak di ambang pintu kamar nya dengan tidak rapi.
Bahkan Eve masih mengenakan riasan wajah nya yang kini sudah mulai luntur akibat terkena keringat..lagi dan lagi Eve mulai mencoba beranjak dari tempat
tidurnya,dan benar saja kepala nya terasa sangat berat hingga rasa nya mau ambruk.
Dia mencoba menggapai handphone milik nya yang ada di laci dekat tempat tidurnya untuk melihat jam
berapa saat ini..rupa nya sudah jam 9 pagi..sesaat memori tentang semalam perlahan mulai
terkumpul lagi..saat itu memori tentang Robert pun langsung terbesit di benak nya.
"Dasar bajingannn" teriak Eve dari
kamarnya mengumpat pada Robert pria bajjingan yang telah menjadi mantan terburuk nya.
Seluruh isi pikiran nya kini mendadak kacau..semalam Eve memang sengaja minum banyak minuman beralkohol hanya demi melupakan kelakuan buruk mantan pacar terburuk nya si Robert Galbrait..namun rupa nya Eve tidak menyangka bahwa dirinya malah jadi seberantakan ini.
"Sudah bangun Lisa?" suara seorang wanita paruh baya terdengar dari ambang pintu dan membuat atensi Eve teralihkan.
__ADS_1
Eve pun langsung berbalik untuk menghadap ke sumber pemilik suara tersebut..kesadaran Eve memang masih belum sepenuh nya
pulih tetapi Eve sangat paham betul siapa sosok yang sedang berdiri di ambang pintu kamar nya.
Dia kemudian menatap sosok wanita paruh baya itu dengan lesu dan penuh rasa bersalah..matanya yang sedikit bengkak akibat kurang tidur..juga raut wajah nya yang terlampau kacau.
"Ibu?" tanya Eve dengan sedikit linglung.
"Kok ibu nggak bangunin Eve?" tanya Eve lagi yang memang kesadaran nya belum seratus persen.
Wanita paruh baya itu hanya bisa menggelengkan kepala nya dengan wajah yang sangat prihatin.. Amara
tidak pernah paham mengapa putri
sulung nya seperti itu,sudah berkali-kali berbuat tidak baik dan tidak sadar diri juga..sungguh betapa hancur dan berantakan perasaan Amara ketika memandang putri sulung nya saat ini.
Begitu tampak acak-acakan tergeletak di atas tempat tidur karena mabuk berat efek semalam..eyeshadow dan maskara yang sudah meleleh dari kelopak
mata nya..gincu merah menyala nya yang sudah pudar dan tergores hingga ke pipi dan menimbulkan kesan berantakan.
Baju kantor nya yang tampak sangat lusuh,sungguh pemandangan yang amat sangat menyedihkan yang Amara lihat dari putri sulung nya.
Mendengar ucapan sang ibu langsung saja mata Eve terbelalak lebar..seketika itu juga ingatan Eve kembali lagi ke Heavfun Club tempat di mana ia mabuk berat semalam..club malam dimana tempat dia menghabiskan malam terburuk nya setelah lepas putus cinta.
Sudah berapa botol yang ia tenggak semalam hingga membuat nya sekacau ini..astaga ya tuhan.
"Maafkan Eve bu" jawab nya terlampau lesu kini Eve semakin
merasa bersalah dan mengutuk dirinya.
"Eve baru saja putus dengan Robert" lanjut nya lirih.
"Kamu rela menghabiskan uang
tabungan mu yang sudah lama kau simpan hanya untuk menangisi seorang laki-laki yang bahkan tidak memperdulikan mu,Eve..terlebih kau hamburkan tabungan itu untuk minum minuman keras,kamu
seharus nya sadar Eve bukan nya malah menyia-nyiakan kerja keras mu" geram Amara dengan sikap putri sulung nya itu.
Ia kini sudah tidak tahu lagi harus bagaimana agar putri sulung nya itu bisa paham dengan konsekuensi
__ADS_1
dari terlalu banyak nya minum minuman beralkohol..wanita paruh baya itu kemudian menghela napas seraya mengelus dada nya.
"Lihat lah rumah kita Eve,pikirkan nasib Cisty adikmu yang masih duduk di bangku kuliah,pikirkan bagaimana jika Cisty terpaksa harus putus sekolah karena Ibu tidak sanggup membiayai pendidikan nya..pikirkan lah nasib Ibu yang sudah tua dan tidak berdaya lagi..siapa yang menurut mu masih sanggup untuk bekerja kalau bukan
dirimu nak..Seharus nya kamu paham hanya dirimu yang mampu membawa keluarga ini ke masa depan yang jauh lebih baik!" ujar Amara tegas dan lugas mencoba mengingatkan putri sulung nya agar berpikir dua kali dalam mengambil tindakan.
"Maafkan Eve ibu, Eve janji tidak akan mengulangi nya lagi.. sungguh" janji Eve yang memang sangat bersalah atas ucapan ibu nya yang mampu membuat otak nya tersadar.
"Sudah lah Eve,Ibu sudah tidak tahu harus menasehati mu lagi seperti apa agar kamu bisa sadar..mungkin kamu baru akan sadar jika kita diusir dari rumah ini karena tidak
sanggup lagi membayar pajak rumah ini,Ibu sudah tua dan sakit-sakitan jadi terserah kamu saja Eve,hanya buang - buang waktu saja Ibu jika menasehati mu" ujar Amara yang sudah menyerah dengan putri sulung nya.
"Tapi bu,semalam siapa yang mengantar Eve pulang,dan apa yang Eve lakukan semalam?" tanya Eve yang penasaran dengan siapa diri nya pulang.
"Kamu tanya saja teman mu yang bartender itu" jawab Amara sambil memalingkan wajah nya dari Eve dan beranjak dari abang pintu kamar
Eve.
Wajah nya nampak sangat sedih dan hatinya amata sangat tersakiti..hancur sudah perasaan seorang ibu melihat anak nya hanya memikirkan perasaan sendiri.
Jam kini sudah menunjukkan pukul 9 lebih,sementara Eve masih duduk terdiam di atas tempat tidur nya.. pikiran nya saat ini masih terlampau kacau..kesadaran nya pun juga belum sepenuh nya pulih.
Jadi sebenar nya semalam yang mengantar Eve pulang adalah Dattan,tapi kenapa Ibu nya justru malah menyuruh nya untuk bertanya kepada Dattan..akhirnya Eve pun menggapai ponsel nya yang tergeletak di atas tempat tidur nya dan mulai menelepon Dattan.
"Halo Tan?" sapa Eve dengan suara nya yang sedikit lemas.
"Hey siallan udah ilang mabuk nya?" tanya Dattan dari seberang dan suara nya kini terdengar mengejek dan juga kesal.
"Haha lucu Tan,serius ini gue mau tanya soal kemarin..semalam gue ngapain aja?" tanya Eve tak mau bercanda lagi.
"Harus nya gue dong yang tanya kayak gitu ke elo, kenapa semalam lo sampai pesan minuman beralkohol bahkan nyaris empat botol dan di tambah satu sloki vodka?" bukan nya menjawab Dattan justru balik bertanya.
"Ah elu mau nyebelin..iya iya maafin gue tapi gue bener-bener lagi hancur banget kemarin,lu nggak tahu kan
rasanya di__" belum sempat Eve menyelesaikan kalimat nya,Dattan langsung menyela Eve dengan kesal.
"Hey,asal Lo tau ya..gue udah terlalu sering menghadang elu untuk nggak minum terlalu banyak,tapi jika gue nggak kerja sebagai bartender mungkin gue udah menyeret elu keluar dari Heavfun Club dan mengantar elu pulang ke Ibu lu!" sela Dattan yang sudah jengah dan kesal dengan teman nya itu.
"Tapi Datt itu kan juga duit gue sendiri yang gue pakai buat mabuk-mabukan!" bantah Eve masih belum sadar juga dengan kesalahan nya.
__ADS_1