MY PASSION LOVE

MY PASSION LOVE
Ep_16..Kau,Pria Itu?


__ADS_3

"Penawaran nya hanya kamu masih mau bekerja di sini atau tidak?" kata pak Jhon kini melangkahkan kaki nya ke arah Eve dan berdiri tepat di depannya.


"Jika iya,kau harus mau menjadi sekretaris pribadi putra ku" kata pak Jhon dengan nada dingin dan sedikit kejam.


"Jika tidak,kau bisa mengambil gaji terakhir mu besok,mengerti?" lanjut nya dan membuat Eve benar-benar mati kutu.


Aura pria paruh baya ini seketika berubah menjadi mencekam..kantor presdir pun kini menjadi lebih dingin dan hening seketika aura nya.. Eve hanya bisa menundukan kepala nya dengan tidak berdaya mencoba menerima kenyataan.


"Mengerti pak" balas Eve lirih karena tak lagi memiliki kesempatan.


"Baiklah,good choice Eve..kalau begitu saya mohon izin undur diri tolong jaga anak saya baik-baik ya


Eve,saya selalu percaya dengan mu!" kata pak Jhon dan kini kedua pria Eropa itu mulai berbicara sebentar dengan menggunakan bahasa asing.


Eve hanya bisa memandangi kedua nya dari tempat ia berdiri sambil menebak kira-kira apa yang sedang


mereka bicarakan dan nahasa apa yang mereka gunakan..tapi yang jelas bukan bahasa Inggris.


"Nak, tolong jangan hancurkan wanita ini seperti kau dengan para wanita-wanita lain!" pesan pak Jhon pada putra nya menggunakan bahasa mereka.


"Baik dad" jawab Gio dengan bahasa


yang sangat asing di telinga Eve hingga membuat Eve gregetan ingin tau.


"Bagus,Daddy pergi dulu" pamit pak Jhon lalu meninggalkan kantor presdir bersama Doni.


Kini hanya tersisa Gio dengan Eve saja berdua di ruangan yang masih memancarkan aura dingin dan begitu hening itu.


"Hai Eve akhirnya kita ketemu lagi" ujar Gio dengan mata nya yang kini bertatapan dengan Eve.


"Hah,bertemu lagi..dari mana pria ini kenal gue?" batin Eve dalam hati merasa aneh dan heran.


"Sebentar,apakah kita pernah bertemu sebelum nya?" ujar Eve dan kini dia dan Gio saling bertukar pandang dengan mata yang kian menyelidik.


Tunggu,seperti nya Eve pernah bertemu dengan pria di depan nya itu tapi Eve masih belum bisa mengingat di mana ia pernah bertemu dengan pria berjas hitam ini.


"Apa kau tidak mengingat wajah ku


Eve?" tanya pria itu lagi dan aura pria itu semakin tampak sangat tampan.

__ADS_1


Struktur tulang nya sangat terlihat sempurna..tulang pipi dan rahang nya pun sangat tegas..hidung nya mancung dan lancip seperti nya bisa di gunakan untuk prosotan..terlebih dengan bibir nya yang sensual dan kissable.


Gio adalah tipe pria yang wajah nya biasa terpampang di majalah-majalah fashion atau iklan untuk produk skincare..pria berdarah Eropa itu semakin mendekati Eve yang kini masih berdiri di dekat meja presdir.


Dengan perlahan tangan nya mulai menggapai pinggang Eve dan sesaat kemudian Gio memeluk nya bahkan genggaman nya begitu erat di pinggang Eve.


Aroma parfum mahal nan maskulin nya langsung tercium dari balik


kemeja putih nya,sungguh sangat memabuk kan di Indra penciuman Eve,suhu tubuh nya menghangatkan Eve yang masih berada di balik pelukan itu.


"Kau tau,di malam itu bibir kita berdua saling bertaut dan tubuh kita saling menyatu" ucap Gio kemudian


melanjutkan lagi ucapan nya namun dengan nada sedikit menggoda Eve.


"Di malam itu kau juga sangat menikmati permainan cinta kita..masih ingat kah kau betapa kau


mengerang sangat keras dan langsung lemas setelah kita mendapatkan puncak kenikmatan kita?" lanjut Gio kemudiam mendekatkan wajah nya pada Eve. dengan bibir nya yang mulai menyusuri kurva wajah Eve yang begitu mungil.


Tanpa disadari, Eve mendorong nya


hingga nyaris terantuk ujung meja.


pikir Lisa.


Dan aneh nya Eve bahkan tidak berontak sama sekali,sungguh pria ini seakan-akan sudah menanamkan suatu sihir kepada Eve sehingga


Eve hanya mampu bergeming..oh tidak,apa yang harus Eve love.


Sudah jelas or di depan nya ini sangat kuat,bahkan Eve tidak


mampu untuk melepaskan diri dari genggaman si Gio..Eve sangat lah sadar dan paham bahwa pria ini memang tampan nya selangit,tetapi


dirangkul dan digoda di tempat kerja


seperti ini tentu saja membuat Eve menjadi takut karena bisa saja terjadi gosip murahan lagi nanti nua.


Mungkin jika kejadian nya di club malam atau di tempat selain kantor dan tempat umum,maka bisa dipastikan bahwa Eve akan mengambil tindakan untuk berbuat lebih dari sekedar berpelukan dengan pria asing nan tampan ini.


Siapa sih yang bisa tahan dengan

__ADS_1


ketampanan pria asing ini..bahkan semua wanita pasti akan jatuh dan bertekuk lutut pada nya,begitu pun dengan Eve.


Sejenak Eve pun terdiam,seketika ingatan tentang kejadian di Heavfun Club pun mulai teringat kembali dalam benak nya yang sudah mulai


mendapatkan kesadaran nya.


Pada demi potongan ingatan tersebut kini mulai membentuk sebuah rekaman yang utuh..dengan perlahan, sosok bayangan seorang Dattan yang sedang berbincang kepada Eve lewat telepon pun mulai terlintas dengan jelas.


"Bule yang kemarin Eve,apa itu temen loe juga..soal nya kemarin gue liat lo tuh pingsan dan digotong sama bule itu" kata Dattan waktu itu saat berbincang dengan Eve di telefon.


"Ka..kamu yang waktu itu di Heavfun Club?" tanya Eve dengan nada tinggi.


Mata nya terbelalak lebar,kaget sekaligus tidak percaya bahwa mereka bisa di pertemukan lagi.


"Bagaimana,apa sudah ingat nona Eve" tanya Gio yang kini malah


merangkul nya dari belakang dan kali ini Gio juga menghirup aroma rambut Eve yang wangi semerbak bunga mawar.


"Dasar bajjingan!" ujar Eve dengan segera menyibak kan tangan Gio dengan garang.


"Lepaskan aku,ini pelecehan nama nya" kata Eve dengan nada suara tinggi.


"Wow..wow..santai nona..aku di sini hanya ingin berkenalan dengan mu lebih dalam" kata Gio terkekeh.


Eve benar-benar tidak berdaya di hadapan pria ini..memang jika secara fisik Eve jauh lebih lemah jika ingin baku hantam dengan presdir baru nya itu, tapi ribut di tempat kerja bukan lah pilihan yang bijak.


Eve pun memilih untuk meronta demi lepas dari pelukan Gio yang begitu kencang dan kuat.


"Maksud anda apa menjadi presdir baru di perusahaan ini?" tanya Eve yang kini menatap dalam pria itu


dengan wajah tidak percaya.


"Dan kenapa juga harus anda?" lanjut Eve sedikit kesal.


"Bukan nya kamu sudah dengar sendiri tidak,bahwa ayah ku sudah tua dan sudah sepantas nya beliau


pensiun bukan..Dan kau pikir siapa lagi yang akan menggantikan posisi nya sebagai presdir di Jhonson Communication?" jelas Gio dengan nada santai tanpa hambatan.


"Tapi tetap saja ini tidak masuk akal, karena beberapa bulan yang lalu

__ADS_1


saya dengar pak Bimo bagian kepala departemen pemasaran akan di angkat sebagai presdir yang baru setelah pak Jhon pensiun" tukas Eve yang masih tidak percaya dengan alasan pria di depan nya itu.


__ADS_2