
"Zuma brengsek..sialannnn" teriak Eve tak perduli dimana dia berada saat ini.
Meskipun Eve sering kali dibuat kesal dan kesulitan oleh sikap tidak menyenangkan nya Zuma,namun ia juga masih harus menjaga hubungan profesional dengan makhluk bedebah bersepatu bling-bling dan riasan yang sangat mencolok itu.
Memang sangat sulit untuk tidak kebakaran jenggot acap kali Eve berhadapan dengan saudara
tirinya itu..namun sampai detik ini Eve masih belum menemukan cara agar Zuma bisa jera dan berhenti mengusik hidup Eve.
Sementara Eve juga tidak pernah sekalipun menjelek kan saudara tiri nya yang brengsekk itu,Zuma selalu saja mencemarkan nama baik Eve
dengan gosip-gosip murahan yang tidak sedap tentang nya..dan even tidak ingin membuat citra nya semakin buruk di kalangan karyawan sekantor dengan membalas perbuatan Zuma dengan balasan yang setimpal.
Baginya,urusan mu ya urusan mu
dan sebalik nya..kemudian Eve pun terperosok dari tempat ia berdiri,air mata nya pun mulai mengalir deras di pipi nya yang merona.. Eve mengatupkan kedua telapak tangan nya untuk menutupi ekspresi sedih nya dari Gio.
Bagi nya,menangis adalah suatu bentuk kerentanan seorang wanita karir yang gigih dan kuat..tapi tidak disangka,Eve akan menangis dengan tersedu-sedu di kantor presdir.
Gio pun merangkul wanita yang kini sedang meringkuk di pojok ruangan nya..Gio mendaratkan sebuah kecupan di kening Eve bermaksud
menenangkan Eve yang masih saja menangis sesenggukan.
"Hidup ku semakin hancur sejak insiden mabuk di Heavfun Club,Dan ink semua gara-gara si brengsekk Robert..dan si bangsatt Zuma..mereka emang bedebhah semua nya!" isak Eve masih di pelukan Gio.
"Sudah lah,saya akan terus pantau segala gerak-gerik nya" kata Gio masih merangkul Eve dan mengelus kepala nya dengan lembut.
__ADS_1
"Kalau dia sampai macam-macam
dengan mu,saya yang akan ambil tindakan..kau tenang saja asalkan kau mau menemani saya di kantor ini setiap hari" lanjut nya sambil mengerlingkan salah satu mata nya dengan genit.
"Kamu boleh kembali ke ruangan kamu dan selesaikan pekerjaan mu sebagai manajer untuk yang terakhir
kali nya" titah Gio kali ini memberikan kelonggaran untuk Eve toh haserat nya juga sudah hilang sejak tadi kemunculan si Zuma.
"Baik pak,kalau begitu saya izin kembali ke ruangan saya" pamit Eve lalu keluar dari ruangan presdir baru itu sambil menghapus air mata nya.
Eve pun kini kembali berurusan dengan para laporan yang tak kunjung selesai juga..di ruang
departemen keuangan,seluruh karyawan nampak sekali sedang sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.
Beberapa dari mereka juga ada yang
untuk menyelesaikan pekerjaan nya sama sekali.
Satu-satunya karyawan di ruangan
itu yang masih tampak segar dan
bersemangat adalah Sandra..hari yang panjang dan melelahkan pikir
Eve.
__ADS_1
"Eve,lo nggak apa-apa kan..kok mata lo jadi sembab gitu?" tanya Sandra jadi penasaran.
"Oh ini biasa,terlalu lama liat layar komputer San" jawab Eve beralasan.
"Ah lo jangan bohong Eve..gue tau pasti si Zumba lagi kan?" tebak Sandra sambil mencolek bahu Eve
dengan genit.
"Gosip nya udah nyebar?" tanya Eve sedikit was-was.
"Eh gosip..gosip yang mana..soal si Robert dan lo yang jomblo itu sih emang udah nyebar Eve,masa lupa sih,kan baru tadi pagi lo diusik sama si Zum-zum" jelas Sandra sedikit heran melihat sahabat nya tampak lain.
"Oh ya udah bagus lah kalau gitu..gue kira yang itu udah nyebar" tampak Eve menghela nafas nya panjang dan sedikit lega.
"Apa ada lagi" tanya Sandra jadi penasaran dengan gosip baru lagi.
"Lo masih ingat kan soal bule yang nanti bakal gue ceritain?" tanya Eve mengingatkan.
"Iya ingetin,kenapa gitu Eve?" jawab Sandra mantap semakin penasaran.
"Nanti kita ke Heavfun Club aja yuk..biar nanti gue ceritain di sana aja" ajak Eve.
"Idih Eve,bilang aja lo pingin minum..ck kelarin dulu lah kerjaan kita Eve" ujar Sandra sambil menonyor kepala sahabat nya.
Eve pun tertawa renyah melihat reaksi sahabat nya yang amat sangat lugu itu.
__ADS_1
"Mumpung weekend Sandra" kelakar Eve.