
Hari pun sudah semakin larut, sedang kan laporan-laporan yang sedari pagi tadi menggunung kini sudah mulai berangsur-angsur menjadi lebih sedikit..tidak terasa waktu kini berlalu dengan begitu cepat.
Eve mengira ia dan rekan-rekan kerja nya tidak akan sanggup untuk menyelesaikan pekerjaan nya dalam sehari,namun kenyataan nya malah berkata lain..sebentar lagi semua pekerjaan nya akan selesai dan Eve sudah tidak sabar untuk segera
bergegas keluar dari gedung perkantoran dan mengajak Sandra untuk melepas penat di Heavfun Club.
Sandra pun mulai mendekati sahabat nya yang kini masih
berkutat dengan kertas-kertas bedebbah itu..dia melihat raut wajah Eve yang terlihat begitu tegang.
"Eve,kamu nggak apa-apa kan?" tanya Sandra yang memang peka dengan keadaan sahabat nya.
"Hm,kenapa San?" tanya Eve yang memang sedikit tidak fokus.
"Muka lo kok tegang banget gitu sih, lagi mikirin apa sih Eve?" ujar Sandra apa ada nya.
__ADS_1
"Oh,enggak apa-apa kok,cuma tiba-tiba keinget aja soal uang tabungan gue yang dibawa lari sama si Robert brengsekk" ucap Eve sembari tangan nya masih mengetik di layar komputer.
"Masalah nya itu gue harus bayar pajak rumah yang semakin lama semakin naik,belum lagi bayar biaya berobat ibu yang nggak murah, juga ditambah lagi uang semesteran si Cisty..ah pusing gue San" curhat Eve mengenai apa yang tengah dia pikirkan.
"Ya tuhan,parah banget itu sih" ujar Sandra tampak kasihan dengan sahabat nya.
"Lebih parah nya lagi,gue juga punya masalah baru yang membuat semua nya jadi semakin rumit San!" lanjut Eve dengan wajah serius.
"Mau cerita nggak Eve?" tanya Sandra sambil melirik ke kanan dan kiri ruangan itu.
"Eh,omong-omong kerjaan loe udah kelar belum San?" tanya Eve yang tak melihat Sandra bekerja.
"Ya udah yuk mending kita cabut aja..gue sebenarnya udah nggak
tahan pingin curhat,tapi nggak bisa di kantor ini juga San" ajak Eve sambil beranjak dari kursi nya lalu menarik napas nya panjang, berusaha untuk menenangkan diri.
__ADS_1
"Sisa kerjaan gue enak nya gue lempar ke Doni aja kali ya..lagian nggak banyak juga kok,paling cuma tinggal beberapa halaman aja" kata Eve sambil berpikir akan di kemana kan sisa pekerjaan nya itu.
"Ya itu terserah lo aja Eve..tapi kalau gue jadi lo nih ya,gue bakal lempar aja ke si Doni juga sih..gue juga sebenarnya udah bosen nih pingin party" ujar Sandra berlagak seperti bos.
"Ya udah yuk cabut kita ke Heavfun Club aja" ajak Eve eperti biasa nya pergi ke Heavfun Club karena di sana tidak pernah sepi pengunjung terutama di akhir pekan.
Tempat itu bagaikan sudah menjadi rumah kedua bagi penduduk di ibu kota utama nya para pegawai-pegawai kantoran..tidak hanya itu,konglomerat pun seringkali menjadikan Heavfun Club sebagai tempat singgah untuk sekedar bercanda tawa dengan rekan-rekan
mereka sambil menyesap minuman
beralkohol dan menikmati alunan musik elektronik yang begitu menggema.
Baik pengunjung lokal maupun asing,mereka mempunyai satu tujuan yang sama yaitu party.. Eve dan Sandra pun datang dengan masih menggunakan baju kantor mereka.
Sebelum duduk dan memesan minuman di meja bar,mereka berdua sempat mampir sebentar ke toilet untuk merapikan baju dan membetulkan riasan mereka yang sudah lumayan berantakan akibat berjam-jam duduk di bangku kantor dan berjibaku dengan para laporan
__ADS_1
keuangan.
Eve berdiri di samping wastafel sambil menatap bayangan wajah nya yang kusam di pantulan cermin.