MY PASSION LOVE

MY PASSION LOVE
Ep_8.. Kacaunya kehidupan.


__ADS_3

"Em,tante Amara..seperti nya Eve memang sedang stress mengenai kerjaan nya sehingga__" kata Dattan mencoba membohongi Amara dengan sedikit gemetar khawatir.


Belum sempat Dattan melanjutkan kalimat nya, Amara sudah keburu memotong lebih dulu.


"Ya tuhan,anakku..mengapa dia selalu berakhir seperti ini" bahkan suara nya terdengar sangat lemas,


Terdengar nada kecemasan dan keprihatinan di dalam kata-kata nya.


"Maafkan saya tante telah gagal menjaga Eve" ucap Dattan dengan lirih,kini suara nya sudah menyiratkan penyesalan.


Ibu Eve adalah seorang janda beranak dua..sejak pisah ranjang dengan sang suami beberapa tahun silam,Amara terpaksa harus pindah dan menetap di rumah yang tidak terlalu layak untuk di huni.


Keadaan keuangan keluarga Kumala juga sedang tidak baik-baik saja.


Kehidupan yang begitu tidak layak yang dia dan juga kedua putri nya rasakan,bahkan untuk tinggal di tempat tinggal yang layak mereka tidak bisa karena terlalu mahal harga sewa nya.


Amara pun sudah terlalu tua untuk bekerja lagi membantu Eve,terlebih ia menderita diabetes akut..untuk adik Eve,Cisty dia masih duduk di


bangku kuliah dan masih harus fokus pada studinya.


Hanya Eve lah satu-satu nya putri dari Amara yang sanggup untuk menjadi tulang punggung keluarga meski penghasilan nya juga masih pas-pasan..dia sebenarnya kasihan dengan putri nya itu tapi dia juga tak bisa berbuat apapun.


"Sejak ayah Eve pisah ranjang dengan tante beberapa tahun silam, Eve jadi sering kehilangan kendali.. uang yang seharus nya digunakan untuk membiayai pajak hunian


ini dan tanggungan lainnya malah


digunakan untuk plesiran!" ujar Amara yang kini mulai menangis pilu.


"Sungguh nak,aku adalah ibu


yang gagal,gagal mendidik anak-anak nya" lanjut Amara masih terisak.

__ADS_1


Dattan pun tak sampai hati melihat ibu kandung Eve yang menangisi keadaan anak nya..di tepuk nya bahu Amara sebagai simbol simpati yang Dattan berikan.


"Tante,tante tidak usah khawatir,maaf saya yang ceroboh karena tidak menjaga Eve dengan baik" kata Dattan dengan lembut.


"Lain kali saya akan lebih perhatian lagi,tapi saya mau tante tak lagi memikirkan hal lain dan agar supaya tante istirahat saja dan jangan terlalu di pikirkan,nanti kesehatan tante malah terganggu" ujar Dattan meski sudah beberapa kali mengantarkan Eve pulang dengan keadaan yang sudah dalam mabuk berat namun dia masih merasa bersalah.


Menurut nya, Eve masih masih akan tetap mabuk-mabukan juga karena nya..sesungguh nya ia telah menjalankan pekerjaan nya sebagai seorang bartender dengan sangat baik..namun, jika Dattan mampu membatasi jumlah botol alkohol yang dipesan Eve,maka dia akan sangat yakin dengan sepenuh hatinya,bahwa Eve mampu membawa ibu dan adik nya pada kehidupan yang lebih layak dari yang sekarang.


Tetapi hal tersebut juga beresiko juga bagi nasib karirnya sebagai bartender..membatasi jumlah alkohol yang dipesan oleh pelanggan nya,ckckck yang benar saja..bahkan setiap botol alkohol yang ia jajakan adalah sesuap nasi baginya.


Dimas sampai ingin menangis melihat ibu kandung Eve yang kini meringkuk menahan isak tangis nya..sungguh betapa sulit bagi nya


memandangi seorang janda paruh baya yang harus melepaskan karir nya karena sakit parah.


Terlebih lagi ketika ia masih punya


banyak sekali tanggungan biaya yang belum juga lunas..betapa Dattan tidak sanggu untuk membayang kan apa yang akan ia lakukan bila nasib nya sama seperti Eve.


sudah susah payah ia kumpulkan.. seperti Eve..dia akan gila kemungkinan.


Jam kini sudah menunjukkan pukul 2 nyaris 3 pagi.. Dattan juga masih berada di rumah Eve setelah Amara


mempersilakan Dattan untuk duduk


di ruang tamu..lelaki beperawakan kurus itu kemudian duduk dan menyilakan kaki nya.


Sesekali Dattan pun mendongak untuk menatap langit-langit rumah Eve yang sudah renta itu.


"Dattan,kau mau minum apa?" tanya Amara dengan suara lembut khas dari nya sejak dulu.


"Air putih saja tante,tidak usah repot-repot lagian juga sudah mulai pagi" balas Dattan tersenyum canggung sembari menunggu Amara mengambilkan segelas air putih.

__ADS_1


Dattan pun kini terdiam sejenak dan menggelengkan kepala nya,dia memperhatikan seluruh sudut ruangan di rumah Eve..rumah itu mungkin tidak besar namun juga


tidak telalu kecil..hanya saja sungguh tak terawat karena sudah lapuk termakan usia.


Tembok yang mulai berjamur karena lembab..lampu yang sudah remang-remang termakan usia..cat yang mengelupas akibat perubahan suhu cuaca yang ekstrem..bahkan langit-langit rumah yang sudah terlalu banyak ditinggali oleh laba


laba,menyisakan sarang menjijikkan yang banyak menggantung.


Andai saja seluruh penghasilan Eve tidak dihambur-hamburkan untuk plesiran di kelab malam,mungkin rumah yang Eve tinggali saat ini bersama dengan ibu dan adiknya akan jauh lebih layak huni pikir Dattan sangat yakin.


"Dattan" ucap Amara dengan lirih sembari meletakkan air dingin di atas meja depan Dattan.


"Apa ada yang ingin tante sampaikan?" tanya Dattan semakin merasa tidak enak hati.


Kini wanita paruh baya itu pun


menunduk kan kepala nya di kursi depan Dattan sembari menyeka air mata yang membasahi pipi dan kelopak mata nya.


Dattan pun mulai mengambil gelas yang sudah berisi air itu lalu mulai


menyesap nya..embun dari gelas itu pun mengalir dari balik gelas kaca yang membasahi celana hitam Dattan..sebenar nya Dattan sudah


berencana untuk segera kembali ke kos nya,namun dia tidak sampai hati untuk meninggalkan ibu Eve yang nampak sangat terlihat kesepian.


"Tante kan sudah tua Dattan,tante juga punya penyakit diabetes akut.. dan sudah pasti tidak tidak bisa bekerja lagi seperti dahulu?" ujar Amara dan Dattan hanya bisa mengangguk mendengarkan sambil tangan nya dikatupkan kemudian menopang pada kedua lutut nya.


Dattan masih setia mendengarkan apa yang akan Amara katakan dengan seksama.


"Sejak suami tante lari dan menikah lagi dengan wanita lain,hidup tante jadi semakin sulit..surat perceraian yang tante ajukan masih pada ayah anak-anak juga masih digantung hingga usia Eve menginjak ke 25


tahun..bahkan rumah yang tante huni ini adalah rumah yang tante beli ketika masih bersama mantan suami tante..Namun,semenjak suami tante pergi begitu saja,dan juga di tambah kesehatan tante semakin memburuk,tante sudah tidak sanggup lagi untuk menghidupi keluarga tante sendirian" ujar Amara kembali menceritakan kisah pilu nya di sertai air mata lagi yang kian mengalir deras,bisa di bilang kali ini lumayan deras Amara menangis nya.

__ADS_1


__ADS_2