
"Sudah lah lebih baik tolong kau beri tahu aku tempat tinggal Eve,paling tidak saya bisa bertanggung jawab" jawab si pria bule dengan santai tapi mau terpancing emosi.
"Biar aku saja yang antar dia pulang..aku tahu
persis dimana rumah nya" sergah si bartender dengan cepat karena tak mau terjadi hal lain yang lebih jauh lagi.
Dimas tidak akan membiarkan Eve diantar oleh seorang pria asing, terlebih pria asing yang baru saja Eve kenal dalam sekejap..gila, tidak akan dia biarkan itu terjadi.
"Baiklah,apa boleh saya ikut?" tawar si bule ingin tau.
"Tidak,biarkan saya saja yang urus" ucap si bartender itu dengan tegas tanpa bantahan.
"Well,baiklah kalau begitu..aku mohon pamit dulu" pamit si pria asing itu lalu meninggalkan Eve di counter mini bar bersama dengan Dattan yang juga bergegas untuk mengantar Eve pulang.
Si pria asing itu pun mulai tidak tampak lagi batang hidung nya..
sosok tinggi semampai dengan rambut ikal berwarna emas dan sepasang mata biru yang sebiru langit itu mungkin tidak akan Eve jumpai lagi di kelab malam yang sama.
Dattan sudah meminta izin kepada manager nya untuk pulang lebih awal karena dia harus mengantar Eve pulang lebih dulu..ck selalu saja berakhir menjadi sopir pribadi si Eve..pikirnya sedikit kesal juga marah.
"Ev,Ev,lo ini selalu aja nih gue" ujar Dattan dengan kesal.
Dattan kemudian membawa Eve ke tempat parkir untuk mengantar nya pulang..memang sudah menjadi rutinitas Dattan selain meracik
alkohol dan membersihkan counter bar,untuk mengantarkan Eve pulang jika mabuk sejak mereka berdua saling kenal beberapa tahun silam.
Dattan pun kini mulai bertanya-tanya kepada diri nya sendiri soal pria asing yang membawa Eve ke counter bar tadi..apakah pria asing itu salah satu kolega Eve, atau kah pacar baru Eve..tapi mengapa Dattan sama sekali tidak pernah
mendengar cerita soal pria itu dari mulut Eve sendiri.
Terlebih pria itu bahkan sudah berbuat mesum dengan melakukan hubungan intim dengan Eve,sungguh Dattan sangat yakin akan hal yang satu itu..di tambah lagi soal apa yang dilakukan oleh seorang pria
asing terlebih pria Eropa dengan seorang wanita lokal yang mabuk di bilik toilet.
__ADS_1
Bukan kah jawaban nya hanya melakukan enak-enak.
Dattan pun kemudian mulai menyalakan mesin
mobil nya..sebelum ia melesat ke jalanan ibukota yang tampan mulai sepi,dia harus memeriksa semua barang bawaan Eve agar jangan
sampai ada yang ketinggalan..bisa ribet urusan nya.
Eve yang tadinya pingsan pun kini akhirnya lanjut tertidur di jok belakang mobil Dattan..sesekali Dattan juga masih mendengar nya mengerang dan mengigau.
Menggelikan sekali sih.
"Nghhhh,siapa nama mu tuan?" ujar Eve yang tengah mengigau di jok mobil belakang.
Dattan pun masih bisa fokus mengendarai mobil nya..dia tak perduli dengan kondisi Eve di belakang yang penting cepat sampai.
"Ah,dasar lo emang udah gila Eve" gumam si bartender Dattan dalam hati mengumpat Eve.
#
Siklus sehari-hari dari skema kehidupan di riuh nya ibu kota..sebuah mobil melaju dengan kecepatan penuh mulai menerobos lorong dan melintasi fly-over,mobil itu pun mulai menerjang perempatan di ibu kota tepat dini
hari.
Di dalam nya, terdapat seorang pria
dan seorang wanita yang nampak nya baru saja pulang dari rutinitas malam..Dattan yang sebelum nya enggan mengantar pulang apabila Eve sedang mabuk,pun kini mau
tidak mau harus melakukan nya..tentu saja mau daripada dia
membiarkan teman dekat nya itu diantar oleh seorang pria asing yang baru di kenal nya.
Tidak,akan lebih baik jika dia saja yang antar pulang si Eve.
__ADS_1
Hanya saja Dattan tidak habis pikir dengan jalan pikiran teman nya itu.. apa yang nanti nya akan
dipikirkan ibu Eve apabila tau jika Eve akhirnya pulang diantar oleh seorang pria asing berambut pirang jiga bermata biru tersebut.
Bisa jadi Eve malah langsung akan
dituduh dan di cap sebagai wanita nakal yang tidak bermoral dan bahkan miris nya bisa langsung saja
diusir dari hunian nya.. Eve yang semalam mabuk pun masih terlelap di jok mobil belakang..Dattan yang saat ini tengah mengendarai mobil nya pun masih me nimbang-nimbang,langkah apa yang harus dia ambil..apa yang harus ia ceritakan kepada ibu Eve setelah sampai nanti.
Meskipun ia paham betul bukan kali
pertama kawan nya itu mabuk dan berakhir di jok mobil nya,tapi Dattan selalu cemas dan khawatir akan keadaan Eve dan juga keluarga nya.
"Eve lo itu bener-bener udah gila,astaga masa lo nggak mikirin nasib ibu lo yang lagi sakit dan adik lo yang masih kuliah itu sih..begoo banget sih lu Eve?" ucap Dattan dalam hati mengumpat dan memaki Eve sepuas nya.
Jalanan ibu kota yang biasa nya tak henti ramai nya kini dapat ditempuh hanya dalam waktu setengah jam saja..mobil itu pun mulai memasuki area perumahan kumuh di mana
rumah tempat Eve dan keluarga nya tinggal.
Kawasan perumahan itu mungkin memang kawasan yang tertua di ibukota dan yang lumayan bisa di bilang kumuh dibandingkan dengan kawasan perumahan lainnya..jalan yang membawa mobil Dattan ke area perumahan itu pun nampak berlubang bahkan tidak terawat.
Sesampai nya di rumah tersebut, Dattan pun mulai menggendong Eve yang masih setengah mabuk dan juga langsung terlelap..Dattan pun hanya mengkhawatirkan mengenai
tanggapan dari para tetangga Eve yang masih bangun bila melihat nya menggotong seorang wanita yang tertidur.
Ini pula mengapa Dattan selalu enggan mengantar Eve pulang apabila Eve dalam keadaan mabuk berat..dia malas mendengar gunjingan tetangga,apalagi keluarga Eve yang hanya ada perempuan semua.
Dattan mulai mengetuk pintu hunian Eve dengan lembut agar tidak mengundang perhatian para tetangga-tetangga yang selalu saja ingin tahu tentang urusan orang lain.
Lisa juga masih terlelap meski sudah dibopong oleh Dattan..tak berapa lama kemudian si pun akhirnya mulai membukakan pintu yang dia ketuk tadi,benar dugaan
Dattan yang tidak lain tidak bukan adalah Amara,ibu kandung Eve.
__ADS_1
Wanita paruh baya itu terlihat begitu tampak cemas melihat putri nya yang terkapar begitu lemas..di papah nya Eve ke dalam kamar oleh Amara sang ibu..sementara itu Dattan juga masih setia beridiri di ambang pintu sambil memikirkan kata-kata yang pas untuk diceritakan kepada Amara.
"Em,tante Amara..seperti nya Eve memang sedang stress mengenai kerjaan nya sehingga__" kata Dattan mencoba membohongi Amara dengan sedikit gemetar khawatir.